Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Apotek Kimia Farma Pekalongan

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Apotek Kimia Farma Pekalongan

Ratings: (0)|Views: 644 |Likes:
Published by yoedhoe
1

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA APOTEK KIMIA FARMA PEKALONGAN

RESUME SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Pekalongan

MASRUROH NPM : 04. 3127 A

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEKALONGAN 2008

2

BAB I PENDAHULUAN

Kondisi industri farmasi nasional sekarang ini terasa timpang. Tantangan berat yang dialami industri farmasi dihadapi oleh kalangan d
1

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA APOTEK KIMIA FARMA PEKALONGAN

RESUME SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Pekalongan

MASRUROH NPM : 04. 3127 A

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PEKALONGAN 2008

2

BAB I PENDAHULUAN

Kondisi industri farmasi nasional sekarang ini terasa timpang. Tantangan berat yang dialami industri farmasi dihadapi oleh kalangan d

More info:

Published by: yoedhoe on Aug 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANANTERHADAP KEPUASAN KONSUMENPADA APOTEK KIMIA FARMAPEKALONGANRESUME SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikanProgram Sarjana (S1) Fakultas Ekonomi Program Studi ManajemenUniversitas Pekalongan
MASRUROHNPM : 04. 3127 A
FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS PEKALONGAN2008
1
 
BAB IPENDAHULUAN
Kondisi industri farmasi nasional sekarang ini terasa timpang. Tantangan berat yang dialami industri farmasi dihadapi oleh kalangan distributor lokal yangmemiliki daya saing rendah. Pasalnya ketimpangan yang tajam antara jumlah perusahaan farmasi dengan jumlah distributor obat, apotek dan toko obat, semakinkurang kondusif bagi perkembangan usaha jika dilihat dari sisi
economic of  scale
nya.Ketimpangan tersebut bagaikan sebuah piramid terbalik, dimana untuk mencapai
economic of scale
atau efisiensi, seharusnya jumlah distributor nasional jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pabriknya. Dengan begitu akandiperoleh rasio dimana satu distributor obat dapat melayani puluhan pabrik. Tidak seperti sekarang ini dimana satu pabrik obat dilayani oleh beberapa puluhdistributor. Kondisi ini pula yang justru dijadikan Pedagang Besar Farmasi (PBF)lokal, terutama yang tidak memiliki bentuk kerjasama, misalnya sebagai“distributor tunggal” atau “sub distributor” tidak lagi mampu bersaing.Ketidakseimbangan ini semakin mendorong tidak efisiennya biayaoperasional pendistribusian obat. Kecilnya volume yang didistribusikan oleh satuPBF, bukan saja tidak efisien, juga tidak ekonomis, sehingga tidak dapat bersaingsecara baik. Dampaknya obat-obatan yang telah diproduksi mengikuti CPOB (cara pembuatan obat yang baik) tidak dapat disimpan dan didistribusikan dengan baik.2
 
Begitu juga kualitas obatnya pun tidak lagi terjamin oleh distributor, karena PBFtersebut tidak sanggup melaksanakan GDP (
 good distribution practice
).Sebagai salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menertibkandan mengatasi persaingan tidak sehat diantara perusahaan farmasi dengan jumlahdistributor obat, apotek dan toko obat, dilakukan dengan cara menetapkan standar  pelayanan farmasi.Standar pelayanan farmasi disusun atas kerjasama IkatanSarjana Farmasi Indonesia (ISFI) dengan Direktorat Bina Farmasi Komunitas danKlinik Direktorat Jenderal Pelayanan Farmasi Departemen Kesehatan.Standar kompetensi ini dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari pelayanan yang tidak profesional, melindungi profesi dari tuntutan masyarakatyangtidak wajar, sebagai pedoman dalam pengawasan praktek  perusahaan farmasidengan jumlah distributor obat, apotek dan toko obatdan untuk pembinaan sertameningkatkan mutu pelayanan farmasi. Didalam standar tersebut pelaksanaanfarmasi di apotek terdiri dari pelayanan obat non resep pelayanan obat resep.Pelayanan Obat Non Resep merupakan pelayanan kepada pasien yang inginmelakukan pengobatan sendiri, dikenal dengan swamedikasi.Obat untuswamedikasi meliputi obat-obat yang dapat digunakan tanpa resep yang meliputiobat wajib apotek (OWA), obat bebas terbatas (OBT) dan obat bebas (OB). Sedang pelayanan obat dengan resep pelayanan kepada pasien melalui resep yang diberikanoleh dokter.Apotek Kimia Farma sebagai salah satu dari pelaku bisnis distributor obatyang ada berusaha melakukan memberikan pelayanan terbaiknya kepada konsumen,melalui penjualan obat-obatan, baik yang dijual dengan resep maupun tanpa resep.3

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
sachi_c015587 liked this
Hendri Saputra liked this
Ar Ti liked this
Ar Ti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->