Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
112Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tafsir surah

Tafsir surah

Ratings: (0)|Views: 45,209|Likes:
Published by mu2gammabunta

More info:

Published by: mu2gammabunta on Aug 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
AL KAFIRUN:1 – 6
[109:1]
Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
[109:2]
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
[109:3]
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
[109:4]
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
[109:5]
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
[109:6]
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".
 
Tafsir Ringkas QS Al-Kafirun
Surat ini adalah surat makkiyah, surat yang diturunkan pada periode Makkah, meskipunada juga pendapat yang menyebutkan bahwa, surat ini turun pada periode Madinah. ImamIbnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa, surat ini adalah surat penolakan(
baraa’ 
) terhadap seluruh amal ibadah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik, danyang memerintahkan agar kita ikhlas dalam setiap amal ibadah kita kepada Allah, tanpaada sedikitpun campuran, baik dalam niat, tujuan maupun bentuk dan tata caranya. Karenasetiap bentuk percampuran disini adalah sebuah kesyirikan, yang tertolak secara tegasdalam konsep aqidah dan tauhid Islam yang murni.Meskipun kita diperbolehkan untuk berinteraksi dengan orang-orang kafir dalam berbagai bidang kehidupan umum (lihat QS Luqman [31]: 15, QS Al-Mumtahanah [60]: 8 danyang lainnya), namun khusus dalam masalah agama yang meliputi aqidah, ritual ibadah,hukum, dan semacamnya, sebagaimana dinyatakan dalam surat ini, kita harus bersikaptegas kepada mereka, dengan arti kita harus bisa memurnikan dan tidak sedikitpunmencampuradukkan antara agama kita dan agama mereka.Disebutkan bahwa sebab turunnya (
 sababun nuzul 
) surat ini adalah bahwa, setelahmelakukan berbagai upaya untuk menghalang-halangi dakwah Islam, orang-orang kafir Quraisy akhirnya mengajak Rasulullah
 shallallahu 'alaihi wasallam
berkompromi denganmengajukan tawaran bahwa mereka bersedia menyembah Tuhan-nya Rasulullah
 shallallahu 'alaihi wasallam
selama satu tahun jika Rasulullah
 shallallahu 'alaihiwasallam
juga bersedia ikut menyembah tuhan-tuhan mereka selama satu tahun. MakaAllah sendiri yang langsung menjawab tawaran mereka itu dengan menurunkan surat ini(lihat
atsar 
riwayat Ath-Thabrani, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas ra).
Keutamaan Surat Ini
Disebutkan dalam beberapa riwayat bahwa, nilai surat ini setara dengan seperempat Al-Qur’an. Diantaranya riwayat dari Ibnu Umar yang menyebutkan bahwa, Rasulullah
 shallallahu ’alaihi wasallam
bersabda, ”
Qul huwaLlahu ahad 
setara dengan sepertiga Al-Qur’an, dan
Qul yaa ayyuhal kaafiruun
setara dengan seperempat Al-Qur’an” (HR Ath-Thabrani).Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa Rasulullah
 shallallahu ’alaihi wasallam
biasamembaca Surat Al-Kafirun dan Surat Al-Ikhlas dalam berbagai macam shalat, diantaranyadalam dua rakaat shalat sunnah fajar (HR Muslim dari Abu Hurairah ra), shalat sunnah ba’diyah maghrib (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa-i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari IbnuUmar ra), shalat sunnah thawaf (HR Muslim dari Jabir bin Abdillah ra), dan shalat witir (HR Al-Hakim dari Ubay bin Ka’ab ra).Beberapa riwayat juga menyebutkan disunnahkannya membaca Surat Al-Kafirun sebelumtidur, diantaranya hadits riwayat Naufal bin Mu’awiyah Al-Asyja’i, dimana beliau
 
meminta diajari sebuah bacaan yang sebaiknya dibaca sebelum tidur. Maka Rasulullah
 shallallahu ’alaihi wasallam
bersabda, ”Bacalah
Qul yaa ayyuhal kaafirun
sampai akhir surat, lalu langsung tidurlah sesudah itu, karena sesungguhnya surat tersebut adalah penolakan terhadap kesyirikan.” (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan lain-lain)
Kandungan Umum
Secara umum, surat ini memiliki dua kandungan utama. Pertama, ikrar kemurnian tauhid,khususnya tauhid
uluhiyah
(tauhid ibadah). Kedua, ikrar penolakan terhadap semua bentuk dan praktek peribadatan kepada selain Allah, yang dilakukan oleh orang-orangkafir. Dan karena kedua kandungan makna ini begitu urgen dan mendasar sekali, sehinggaditegaskan dengan berbagai bentuk penegasan yang tergambar secara jelas di bawah ini.
 Pertama
, Allah memerintahkan Rasul-Nya
 shallallahu 'alaihi wasallam
untuk memanggilorang-orang kafir dengan
khitab
(panggilan)
’Yaa ayyuhal kafirun’ 
(Wahai orang-orangkafir), padahal Al-Qur’an tidak biasa memanggil mereka dengan cara yang vulgar semacam ini. Yang lebih umum digunakan dalam Al-Qur’an adalah
khitab
semacam
'Yaaayyuhan naas
' (Wahai sekalian manusia) dan sebagainya.
 Kedua
, pada ayat ke-2 dan ke-4 Allah memerintahkan Rasulullah
 shallallahu 'alaihiwasallam
untuk menyatakan secara tegas, jelas dan terbuka kepada mereka, dan tentusekaligus kepada setiap orang kafir sepanjang sejarah, bahwa beliau (begitu pulaummatnya) sama sekali tidak akan pernah (baca: tidak dibenarkan sama sekali)menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.
 Ketiga
, pada ayat ke-3 dan ke-5 Allah memerintahkan Rasulullah
 shallallahu 'alaihiwasallam
untuk menegaskan juga dengan jelas dan terbuka bahwa, orang-orang kafir padahakikatnya tidak akan pernah benar-benar menyembah-Nya. Dimana hal ini bisa pula kita pahami sebagai larangan atas orang-orang kafir untuk ikut-ikutan melakukan praktek- praktek peribadatan kepada Allah sementara mereka masih berada dalam kekafirannya.Mereka baru boleh melakukan berbagai praktek peribadatan tersebut jika mereka sudahmasuk ke dalam agama Islam.
 Keempat 
, Allah lebih menegaskan hal kedua dan ketiga diatas dengan melakukan pengulangan ayat, dimana kandungan makna ayat ke-2 diulang dalam ayat ke-4 dengansedikit perubahan redaksi
nash,
sedang ayat ke-3 diulang dalam ayat ke-5 dengan redaksi
nash
yang sama persis. Adanya pengulangan ini menunjukkan adanya penafian atasrealitas sekaligus larangan yang bersifat total dan menyeluruh, yang mencakup seluruhwaktu (yang lalu, kini, yang akan datang dan selamanya), dan mencakup seluruh bentuk dan macam peribadatan.
 Kelima,
Allah memungkasi dan menyempurnakan semua hal diatas dengan penegasanterakhir dalam firman-Nya:
’Lakum diinukum wa liya diin’ 
(Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Dimana kalimat penutup yang singkat ini memberikan sebuah

Activity (112)

You've already reviewed this. Edit your review.
Dwi97 liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Nur Kholiq liked this
Anshar Abdullah liked this
thanks...... ;)
Jufri Anda liked this
Jufri Anda liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->