Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Perhitungan Neraca Air Tanah

Perhitungan Neraca Air Tanah

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:

More info:

Published by: Yansyah Oktriono Putra on Nov 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

 
PENGELOLAAN AIR TANAH
 Pengelolaan Air Tanah Page 0
 
TUGAS PENGELOLAAN AIR TANAH
DISUSUN OLEH : YANSYAH OKTRIONO PUTRA 12.2010.1.00125 Jurusan Teknik Geologi
 
Fakultas Teknologi Mineral dan Kelautan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. 2012
i
 
PENGELOLAAN AIR TANAH
 Pengelolaan Air Tanah Page 1
 
I. PERHITUNGAN NERACA AIR TANAH
MENCARI PERHITUNGAN NERACA AIR TANAH (Menurut Metode Thornthwaite & Mather) Widianto (1981)
1.1 Parameter Mencari Perhitungan Neraca Air Tanah
ST = Kandungan air tanah dalam suatu zona perakaran (mm) STo = Kandungan air tanah dalam suatu zona perakaran pada keadaan kapasitas lapangan (mm) APWL = Jumlah kumulatif dari defisit curah hujan (mm) AE = Evaporasi aktual (mm/bulan) PE = Evaporasi potensial (mm/bulan) P = Presipitasi atau curah hujan (mm/bulan)
ST = Perubahan kandungan air tanah dalam zona perakaran (mm/bulan) D = Defisit
 – 
 kekurangan air dalam zona perakaran (mm/bulan) S = Surplus
 – 
 kelebihan air dalam zona perakaran (mm/bulan) Kandungan air dalam zona perakaran (ST) tergantung dari : 1. Kandungan air pada kapasitas lapangan (STo) 2. Jumlah (kumulatif) defisit curah hujan (APWL) Menurut perhitungannya adalah sebagai berikut :
-APWL
...................... ............... (1)
-STo ST = STo * e
Evaporasi aktuan (AE) dapat dihitung sebagai berikut : A. Dimana untuk bulan-
 bulan basah ( di mana P > PE) →
AE = PE B. Dimana untuk bulan-
 bulan kering (di mana P < PE) → AE = PE
-
ST Dalam penerapan metode ini, dapat digunakan pula untuk menghitung neraca air tanah dalam zona perakaran. Neraca air tanah. adalah sebagai berikut :
 
Pa
da bulan basah, di mana P > PE →
 AE = PE dan _ST
≥ 0, maka P = PE + S + ∆
ST
 
Pad
a bulan kering, di mana P < PE →
 AE <
PE dan _ST ≤ 0, maka P = AE + ∆
ST
 
Kemudian, defisit atau kekurangan (D) dihitung : D = PE
 – 
 AE
 
PENGELOLAAN AIR TANAH
 Pengelolaan Air Tanah Page 2
 
1.2 Prosedur Cara Perhitungan Neraca Air Tanah
Prosedur menghitung neraca air tanah adalah sebagai berikut : 1. Tentukan nilai-nilai bulanan dari P, PE dan P-PE, diambil dari data Meteorologi. Perhitungan berikut ini hanya berlaku bila rata-rata temperatur bulanan terendah -1° C. 2. Hitunglah P, PE dan (P-PE) tahunan. Jika
• Σ (P
-PE) > 0, maka terjadi Surplus
curah hujan ................. →
dilanjutkan ke Surplus curah hujan
• Σ (P
-PE) < 0, maka terjadi Defisit curah hujan ..................
dilanjutkan ke Defisit curah hujan 3. Surplus Curah Hujan Surplus Curah Hujan kebanyakan terdapat dalam satu periode kering (selama musim kemarau) dan satu periode basah ( selama musim penghujan), atau kadang-kadang pada saat dua periode kering dan dua periode basah. Pada akhir periode basah (bulan terakhir di mana P-PE > 0), tanah masih dalam keadaan jenuh, sehingga pada bulan berikutnya ST = STo. 4. Setelah P-PE menjadi negatif (< 0), nilai tersebut selalu dijumlahkan. Jumlah defisit curah hujan ini selama n bulan kering yang berturutan adalah :
APWL = -
Σ (P
-PE)negatif
Apabila P-PE menjadi positif (> 0), seri ini menjadi terputus. Bilamana rangkaian bulan kering muncul kembali, maka seri baru harus dimulai lagi (langkah 16). 5. Kandungan air tanah dalam zona perakaran (ST) dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang
sudah dituliskan di atas →
 rumus (1). 6
. Jika perubahan kandungan air ∆
ST = ST2
 – 
 ST1 > 0 menyebabkan kenaikan kandungan air tanah,
sementara jika nilai ∆
ST < 0 zona perakaran menjadi lebih kering (pengeringan). 7. Pada saat bulan-bulan kering (P
 – 
PE < 0) besarnya evapotranspirasi aktual (AE) adalah :
AE = P
 – 
 
∆ST (dimana
ST < 0),
dan
D = PE
 – 
 AE
8. Pada bulan-bulan basah (P-PE >
0) : AE = PE dan ∆
ST = P
 – 
 PE, sampai kandungan air maksimum (STo) tercapai. Jika melebihi STo maka kandungan air = STo. Kelebihan ini (surplus) akan dibuang. Surplus ini adalah :
S = (P
 – 
 PE)
 – 
 
∆ST →
 
(S ≥ 0)
 9. Untuk perhitungan tahunan :
Σ
 
ST = 0

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->