• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
LingkarMaya | Web-developer, Internet/ Blog Trainer and Digital Media |www.lingkarmaya.com
Menyajikan Blog yang Atraktif 
1
Oleh: Firdaus Putra A.
2
Pengantar
Blog hari ini menjadi gaya hidup mutakhir, selain Facebook seperti yang sama-samakita ketahui. Untuk meringkas materi, saya tak akan berlelah-lelah membahas sejarahperkembangan blog. Dalam makalah ini saya akan langsung membahas bagaimanamenyajikan sebuah blog yang atraktif.Kata “atraktif” saya lacak berasal dari “attractive” yang berarti “menarik’. Mengingatblog merupakan media, saya gunakan istilah “menyajikan” dibanding “membuat”. Ya, sayameyakini bahwa orang yang hendak berkecimpung di dunia perblogan atau kaprahnyadisebut “blogger” merupakan orang yang secara tak sadar berseru “Temukan aku di alamatini”, sembari ia memberikan URL blognya. Nah dari latar atau motif semacam itu saya rasasetiap blogger mempunyai kecenderungan untuk berkomunikasi secara interaktif, intensif dan massif. Selain itu, blogger juga merupakan orang yang saya yakin lebih mungkinbersikap terbuka daripada yang lain. Sekurang-kurangnya ketika seorang bloggermemberikan alamat URLnya, ia bak sedang mengundang orang atau rekannya untukbertandang ke rumah mayanya.Dalam konteks seperti itulah, blog memberikan implikasi yang positif bagipengelolanya. Blogger senantiasa ingin memperlihatkan—bedakan dengan kesombongan—perjalanan dengan berbagai seluk-beluk dan pernak-pernik kehidupan yang telah ia lalui.Blogger tidak segan dan tidak takut untuk berbagi kegetiran hidup, kebahagiaan atausenandung kekonyolan yang pernah ia perbuat di tempo hari. Blogger, menurut saya,merupakan sosok yang sangat ekspresif dalam mensyukuri karunia Tuhan dalam rupaapapun.Kemudian menjadi tidak berlebihan saya katakan secara umum blog-blog personalyang diisi dengan berbagai tulisan tentang kehidupan sehari-hari akan membuat si empunyalebih sehat secara psikologis. Ia menjadi lebih terbuka pada dunia dan akhirnya lebihmungkin “berdamai” dengan sesuatu yang mungkin tak ia harapkan. Pada sisi ini, blogseperti media terapeutik pada ruang-ruang pengakuan dosa atau ruang praktik psikiater/psikolog. Tentu saja saya tidak ingin mengatakan bahwa blogger merupakan orang yangkedapatan sakit jiwa. Alih-alih saya ingin mengatakan bahwa dengan
ngeblog
—demikianistilahnya—kesehatan jiwa semakin baik dan maksimal.
Kekuatan Blog
Sebagai media yang berusaha mewartakan sesuatu kekuatan blog terletak pada duahal utama:
content 
atau isi berupa tulisan, foto, gambar dan sebagainya sesuai denganminat-bakat si empunya. Dan yang kedua adalah
template
atau tampilan sebuah blog. Duahal ini tidak berdiri terpisah, melainkan sesuatu yang interaktif. Artinya,
content 
dengan
template
seyogyanya juga membawa tema umum yang diangkat blog tersebut.Bagi yang sering melakukan aktivitas
surfing
(berselancar) di dunia maya, pastisering “terjebak” pada blog tertentu yang mungkin menarik secara isi sekaligus tampilan; isimenarik namun tampilan kurang renyah; tampilan menarik namun isi terlalu biasa; danterakhir, baik tampilan pun isi sama-sama tidak menarik. Masing-masing kategorimempunyai dampak berbeda. Sebuah blog yang kuat dalam segi isi namun lemah padatampilan seringkali hanya dikunjungi oleh kelompok/ kalangan tertentu. Misal, blog tersebutberisi tentang artikel atau esai-esai serius sehingga si empunya tak merasa perlumempercantik tampilan, mengingat pembacanya yang
segmented:
kalangan terpelajar,dosen-mahasiswa, peneliti dan sebagainya. Blog semacam ini biasanya dibuat hanya sebagai “kotak arsip” dari berbagai tulisan si empunya yang pernah dimuat di surat kabar dansebagainya.
1 Disampaikan pada Stadium General “Workshop Blog Mahasiswa: Creat, Maintainand Promote Your Attractive Bloghari Kamis tanggal 18 Juni 2009 di UMP.LingkarMaya bekerjasama dengan Dept. Kominfo BEM UMP. (Materi sesi kedua).2 Blogger Indonesia, Penerima
Young Changemaker Awar
2008 dari AshokaIndonesia, Penulis Buku
 Agama dan Kekuasaan
Penerbit Grafindo dan saat ini aktif sebagai Direktur WE-Press Purwokerto | Phone: 085647788101 | Email/ FB:el_ferda85@yahoo.com | Blog: www.firdausputra.co.ccPage 1 of 6 | Menyajikan Blog yang Atraktif | Created on 6/11/2009 7:32:00 PM
 
LingkarMaya | Web-developer, Internet/ Blog Trainer and Digital Media |www.lingkarmaya.com
Di lain sisi, ada blog yang menarik secara tampilan namun isinya sekedar
copy-paste
dari sumber tertentu. Hal ini sangat mungkin terjadi dengan memanfaatkan
search engine
(Google, Yahoo, MSN, dll) dalam rangka mengkompilasi berbagai sumber yang tercecerdimana-mana. Tampilan menarik juga sangat mudah dicari dengan cara
googling
templateblog dan kemudian memasangnya. Pemilik blog seperti ini biasanya berorientasi meraupdollar melalui internet.
Nah
, dalam kesempatan kali ini saya ingin menyuguhkan bagaimana agar kita bisamenyajikan blog yang menarik pada dua sisi sekaligus tanpa menghilangkan ciri khas dirikita sebagai si empunya. Tentu saja hal ini saya nomorsatukan berangkat dari asumsi bahwadi jagad maya ini setiap individu atau blogger ingin tampil berdasar ciri khasnya masing-masing dan sejauh mungkin berbeda dengan orang lain. Saya kira ini mudah dipahamilayaknya memahami imajinasi memiliki sebuah rumah yang berbeda dengan milik tetanggasebelah, entah interior pun eksteriornya.
Content 
(Isi)
Saya katakan untuk membuat blog dibutuhkan waktu tak lebih dari 10 menit. Namunyang paling sulit adalah bagaimana cara merawat agar blog itu senantiasa hidup danmewakili kehidupan kita. Untuk itu, dalam beberapa kali kesempatan, topik merawat blogdan lebih khusus lagi menulis di blog lebih saya tekankan daripada yang lain.Seorang blogger belum tentu seorang penulis. Namun, seorang blogger pasti sudahtentu bisa menulis. Artinya saya ingin menegaskan bahwa setiap blogger mempunyaikompetensi atau kemampuan untuk menuliskan berbagai hal yang pernah ia alami, hayati,renungi atau tangisi. Meski kompetensi itu ada, hanya saja seringkali terpendam dan takteraktualisasikan lantaran perasaan minder, malu, takut dicemooh, takut dikritik dan lainsebagainya. Akhirnya, kemampuan tersebut seringkali kita tepis dengan mengatakan “Ahsaya kan bukan penulis. Lagian sudah banyak penulis besar. Jadi untuk apa saya belajarmenulis!” Di kesempatan awal ini, izinkanlah saya untuk mengatakan bahwa anggapansemacam itu adalah salah besar. Ya, sekali lagi salah!Anggapan seperti di atas lahir berangkat dari asumsi bahwa tulis-menulis hanyauntuk aktivitas serius: misal saat kuliah, melamar kerja, mengerjakan tugas kantor dansebagainya. Selebihnya, kita tidak membutuhkannya dan seakan-akan bahwa hanya dengankemampuan bicara saja semuanya menjadi cukup. Oke, saya sepakat dengan itu. Namun,apakah kehidupan kita hanya akan berhenti pada titik itu saja? Apakah kita tidak pernahmembayangkan mempunyai sebuah, sebutlah, otobiografi yang pada saat-saat tertentu kitabaca ulang?Berbeda dengan sekelompok orang tertentu, saya cenderung mendukung bahwa isiblog tak harus seluruhnya tulisan serius. Tulisan dalam blog bisa saja berupa: curahan hati(curhat) di saat bahagia atau sedih, catatan perjalanan ke suatu daerah, foto pada momentertentu, narasi kecil kehidupan sehari-hari, reportase tentang peristiwa tertentu dan lainsebagainya. Dan saya kira, tidak ada salahnya menyisipkan sebuah artikel, esai, ulasanbuku/ film, opini kritis dan sebagainya di antara narasi kehidupan yang kita
 pusblish
.Seorang penulis besar tidak lahir seketika. Penulis besar lahir dari proses yangpanjang dan berkali-kali gagal. Oke, saya tidak ingin mewajibkan Anda menjadi seorangpenulis besar. Yang ingin saya sampaikan adalah menulis itu merupakan sebuah proses.
Writing is process
.Dalam kata “proses” itu terkandung makna aktivitas/ tindakan aktif. Menulis
bukansebuah
 
teori 
tentang bagaimana menyusun kata, frasa, diksi serta irama kalimat. Menulismerupakan
aktivitas
 
bagaimana menyusun kata, frasa, diksi dan seterusnya
. Karena menulismerupakan kecakapan/ praktek/ aktivitas, maka belajar menulis tak hanya sekedar denganmembaca buku dan mendengarkan ceramah lantas
sim salabim
kita bisa menulis. Belajarmenulis dimulai dengan menulis. Anda ingin bisa menulis, maka mulailah menulis! Itukuncinya.Lantas apa yang perlu kita lakukan saat belajar menulis? Sebelum memasuki diskusiini, mari kita dedah terlebih dulu kesulitan-kesulitan yang biasa dialami saat menulis,sebagai berikut: 1. Sulit menyusun kalimat 2. Sulit menemukan ide 3. Tiba-tiba otak
nge-blank 
di tengah jalan 4. Tidak punya cukup waktu 5. Tetap saja jelek meski sudah lamaberlatih 6. Tidak sistematis 7. Tidak percaya diri 8. Malu kalau dibaca orang dan seterusnya.Kesulitan seperti itu sering saya dengar saat memfasilitasi pelatihan menulis. Lantasbagaimana kita bisa mem-
by pass
atau menerobos rintangan itu?1.Kalau memang Anda sulit menulis dengan gaya serius (seperti menulis esai, artikel,karya ilmiah dan sebagainya) mengapa harus serius
.
Pergunakan saja gaya bertutur
Page 2 of 6 | Menyajikan Blog yang Atraktif | Created on 6/11/2009 7:32:00 PM
 
LingkarMaya | Web-developer, Internet/ Blog Trainer and Digital Media |www.lingkarmaya.com
atau bercerita. Sederhananya, imajinasikanlah Anda sedang
ngomong
pada seorangteman (pembaca) kemudian tuangkanlah
omongan
itu dalam bentuk untaian kata,frasa dan kalimat.2.Saya tidak percaya orang kehabisan ide. Mengapa? Sebenarnya ide (
stock of knowledge
) senantiasa berseliweran, lalu lalang dan mendatangi kita, kapan dan dimanapun. Ide atau
stock of knowledge
itu tidak habis. Hanya saja kita kurangsensitif, kurang jeli terhadap keberadaannya. Apapun yang ada di sekeliling kita bisamenjadi bahan tulisan. Sebutlah, tayangan TV, berita di koran, film, musik, SMSteman, mimpi, hayalan, buku, obrolan dengan teman, diskusi dengan dosen, materikuliah, lingkungan kos, jalan raya, kafe, internet dan masih banyak lagi (
unlimited 
)merupakan
stock of knowledge
. Lantas apa mungkin dengan sebanyak hal itu kitamengatakan kehabisan ide?3.Bagaimana kalau ada yang bilang,
“Nulis kok cuma opini, siapapun bisa”.
Apa yangsalah dengan menulis opini (pendapat pribadi) bahkan curhatan Anda? Saya takyakin semua orang bisa menulis opini atau sekedar curhatan (
diary 
) tanpa adanyakemauan.4.Yang tidak kalah pentingnya, seketika tulislah saat “ide datang”. Jangan sia-siakanide itu. Kalau karena kondisi tak memungkinkan, catatlah ide itu dalam buku harianatau ponsel. Saat memungkinkan, tulis dan kembangkanlah.5.Menulis layaknya mencoba satu resep makanan. Sikap ulet merupakan keharusan.Coba perhatikan, ketika Anda menulis satu topik, rasanya tulisan Anda benar-benarsempurna. Tapi ketika Anda membacanya esok atau lusa, Anda akan menilainyaburuk. Ini merupakan kecenderungan alamiah dimana
stock of knowledge
kitamemang senantiasa berkembang dan berubah. Justru hal itu membuktikankecerdasan dan sensitivitas kita semakin berkembang.6.Tulislah apapun yang Anda senangi. Jangan membatasi diri pada satu topik saja.Selain membuat Anda senantiasa dapat menulis (tidak kehabisan ide), menulistentang segala sesuatu akan membuat cara berpikir, perspektif Anda, semakinterasah dan konsisten. Selain hal di atas, menulis di blog juga perlu memperhatikan jumlah kata ataupanjangnya halaman. Sebagai media personal, blog merupakan media dimana orang inginmembaca isinya dengan tuntas dalam satu waktu. Tulisan yang panjang sekali sampaiberpuluh-puluh halaman, kecil kemungkinan akan dibaca orang dan hanya akan indahsebagai arsip atau dokumentasi. Hal ini mengandaikan bahwa pembaca layaknya jugablogger senantiasa mengejar informasi yang padat makna dan sudah terseleksi.Sederhananya, sebagian pengunjung blog ingin menikmati narasi kecil sependek kolom-kolom
soft news
di Detik.com, Kompas.com, Tempo.com dan sebagainya. Meskipundemikian, ada juga tulisan panjang yang membuat betah para pembacanya untuk berlama-lama. Namun hal demikian jarang terjadi karena sedikit orang biasa yang mampu menulispanjang dengan alur yang menarik dan tidak membosankan. Asumsi seperti ini tentu sajatidak berguna bagi blogger yang sengaja membuat blog sebagai “kotak arsip” yang berisi jejalan data atau informasi tertentu.
Template
(Tampilan)
Dulu blog hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, misal: webdesigner, webmaster,ahli pemrograman dan sebagainya. Orang-orang itu pada awalnya membuat blog sebagaipengisi waktu luang sembari mengotak-atik, meramu, dan mempercantik sebuah tampilan.Namun perkembangan mutakhir, blog memungkinkan diakses oleh semua orang meski takharus paham betul bahasa pemrograman HTML/ Javascript dan lain sebagainya.Berbagai vendor, sebutlah Blogger.com, Wordpress.com, Blogdrive.com,Blogsome.com dan seterusnya telah merancang agar halaman pribadi itu mudah dipahamidan dikelola oleh pengguna yang awam sekalipun. Bahkan, perkembangan terkini beberapavendor nampaknya tengah berlomba-lomba menyediakan berbagai
gadget/ widget 
ataupernik penunjang tampilan/ menu blog. Sebutlah Blogger.com yang menyediakan
gadget/ widget 
lebih dari 4000 macam yang bisa dengan mudah dipakai dan dikelola oleh blogger.Lantas bagaimana membuat tampilan blog menjadi menarik dan tetap mempunyaikedirian tertentu? Pertanyaan pertama yang musti blogger selesaikan adalah “Ingindicitrakan seperti apakah aku?” Dengan menjawab pertanyaan ini maka kita sedangberusaha merumuskan tema tampilan yang kita angkat. Misalkan: elegan, dinamis,minimalis, glamor (
full color 
), bersahaja, muram-getir, hip-hop, blink-blink dan sebagainya.
Page 3 of 6 | Menyajikan Blog yang Atraktif | Created on 6/11/2009 7:32:00 PM
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
10 / 08 / 2010<span class="translation_missing">en_US, this_document_made_it_onto_the</span>Rising List!
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...