1.
Kondom:
Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis setelah ejakulasi sehinggakondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam vagina. Kekurangan metode ini:
o
Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
o
Membutuhkan waktu untuk pemasangan
o
Mengurangi sensasi seksual
2.
Spermatisida:
bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim atau tisuvagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama. Efektivitasnya 70%.Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit atau vagina sudah dibilasdalam waktu < 6 jam setelah senggama.
3.
Vaginal diafragma:
lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim biladipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya sangat kecil, karena ituharus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bilaukuran diafragma tidak pas, tergeser saat senggama, atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelahsenggama.
4.
IUD (Intra Uterine Device) atau spiral:
terbuat dari bahan polyethylene yang diberi lilitanlogam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya 92-94%.Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi panggul, pendarahan diluar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari biasanya.IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteronsebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan beberapa nilai plus:Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecilMenstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.
D. KONTRASEPSI HORMONAL
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat hormonal, yaitu:
Kontraindikasi mutlak:
(sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala thromboemboli,kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam rahim.
Kontraindikasi relatif
(boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter): penyakit kencingmanis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan jantung.Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang ada padasetiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB atau spiral berhormon.Kontrasepsi Hormonal1.PengertianKontrasepsi hormonal adalah alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinyakehamilan dimana bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan progesterone.