Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kascing

Kascing

Ratings: (0)|Views: 3,442|Likes:
Published by trc2009
Menyuburkan tanah melalui cacing tanah
Menyuburkan tanah melalui cacing tanah

More info:

Published by: trc2009 on Aug 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
20
    2    4    J    u     n    i    2    0    0    8
C
acing tanah ( 
Lumbricus rubellus
 ) sering disebut “perutbumi” karena semua mikroorganisme menguntungkanada di perut cacing tanah. Karenanya, cacing tanahberperan penting dalam mempercepat proses pelapukanbahan organik sisa. Dengan kemampuannya memakanbahan organik seberat badannya sendiri setiap 24 jam,cacing tanah mampu mengubah semua bentuk bahanorganik menjadi tanah subur. Kemampuan inilah yangdimanfaatkan petani untuk memperbaiki kesuburan lahanpertaniannya.
Kisah Kecil Mengenal Cacing Tanah
Sejak kecil (tahun 1969-an) penulis sudah tertarikmemperhatikan kehidupan cacing tanah sembarimelakukan aktivitas harian seperti membuang sampahdan menggembala bebek. Cacing tanah hidup di sawah,tegalan, pinggiran sungai, timbunan sampah, atau ditempat pembuangan sisa-sisa makanan dari dapur.Pendeknya, di tempat yang bahan organiknya tinggi.Saat itu penulis sangat terkesan melihat bahwa di manaada cacing tanah, di sana tanahnya subur (gembur danberwarna gelap), tanaman tumbuh sehat, hewan pemakancacing tanah yang hidup di sekitarnya seperti bebek, tikus,kodok, burung, dan ayam juga terlihat sehat. Bahkanpersentase bertelurnya bebek waktu itu sangat tinggi.Kondisi ini mengalami perubahan semenjak peralihansistem pertanian dari tradisional ke konvensional.Penggunaan bahan kimia sintetis dalam pertanian sejaktahun ‘70-an memulai masa “pembantaian” cacingtanah. Penulis menyaksikan ketika pupuk urea ditebar,cacing tanah menggelepar-gelepar ke pinggir untukmenyelamatkan diri tetapi tidak sampai di pinggir sudahmati. Cacing tanah sangat sensitif terhadap bahan kimia.Sehingga cacing tanahlah yang paling awal lenyapdari dalam tanah dan selanjutnya diikuti oleh hilangnyakehidupan lain di dalam tanah.Dampak buruk pun perlahan-lahan mulai penulisalami. Yang paling terasa kala itu adalah daya bertelurbebek menurun, terputusnya beberapa rantai makanan,rusaknya kesuburan tanah yang berpengaruh terhadappertumbuhan tanaman, perubahan ekosistem, danterakhir—yang masih terasa hingga kini—adalahmenurunnya kesehatan tanaman, hewan, dan manusia.
Cacing Tanah, Indikator Kesuburan Tanah
Oleh: Ni Luh Kartini
 
Para petani sedang memilah cacing pada pupuk organik kascing yang telah siap digunakan.
   F  o   t  o  :   B   O   A
 
21
2   4    J    u  n   i   2    0    0    8   
Berburu Cacing Tanah
Pengalaman masa kecil membuat penulis memutuskanuntuk mengkaji cacing tanah dalam semua aspekkehidupan di bumi, baik pada tanaman, hewan, maupunmanusia. Tahun 1982 penulis mulai meneliti, cacing manayang aktif menyuburkan tanah. Tahun 1990 diperolehhasil: cacing tanah jenis
Lumbricus rubellus
yang mauhidup di pupuk kandang sapi. Pengkajian lalu difokuskanpada cacing ini dan pada tahun 1993 penulis berhasilmengembangkan pupuk dari kotoran cacing dan tanahbekas tempat cacing, yang lantas disebut pupuk organikkascing. Kualitas pupuk organik kascing tidak kalahdengan pupuk kimia. Dengan hasil ini, penulis mulaimencoba pupuk kascing pada tanaman bawang putihvarietas lokal dan hasilnya sangat memuaskan.Cacing tanah dapat hidup baik pada tingkat keasaman(pH) 6—7,2, kelembaban 12,5—17,5 persen, dan suhu15—31
o
C. Cacing tanah berfungsi menyebarkan kembalizat-zat organik dalam tanah dengan cara mengonsumsi,memecahnya, dan mengeluarkannya kembali. Kebanyakanmateri yang dicerna cacing tanah tidak dapat dipecahkan,dan sebagian besar dikeluarkan kembali tanpa dicerna.Bagian makanan yang tidak dapat dicerna cacing akandikeluarkan melewati usus menuju dubur sebagai kotorancacing yang banyak mengandung nitrogen. Beberapamikroorganisme dari saluran pencernaan cacing keluarbersama kotoran cacing untuk meningkatkan prosespenguraian di dalam tanah. Selanjutnya, mikroba akanmengubah kotoran cacing tanah menjadi humus yangkaya zat hara yang bisa diserap akar tanaman. Bakteritanah dan mikroorganisme tanah berperanan dalammencerna makanan cacing, dan memperoleh keuntungandari kotoran cacing.  Aktivitas cacing tanah ini secara konstan dapatmeningkatkan pH pada tanah asam. Ini karena, cacingdapat mengeluarkan kapur dalam bentuk kalsium karbonat(CaCO3) atau dolomit pada lapisan di bawah permukaantanah. Cacing juga dapat menurunkan pH pada tanahyang berkadar garam tinggi.Selain perbaikan sifat kimia dan biologi tanah,pemberian kascing pada tanah dapat memperbaiki kondisifisik tanah. Cacing mampu menggali lubang di sekitarpermukaan tanah sampai kedalaman dua meter danaktivitasnya meningkatkan kadar oksigen tanah sampai30 persen, memperbesar pori-pori tanah, memudahkanpergerakan akar tanaman, serta meningkatkankemampuan tanah untuk menyerap dan menyimpan air.Zat-zat organik dan fraksi liat yang dihasilkan cacingbisa memperbaiki daya ikat antar partikel tanah sehinggamenekan terjadinya proses pengikisan/erosi hingga 40persen.
 Lumbricus rubellus
, Pabrik Pupuk Alami
Populasi cacing tanah sangat dipengaruhi oleh bahanorganik, terutama pupuk kandang sapi sebagai pupukyang mengandung unsur-unsur hara yang lebih baik danlengkap dibandingkan pupuk kandang jenis lain (misalnyapupuk dari kotoran ayam). Pengamatan di lapangan tahun1997 menunjukkan bahwa tidak terdapat cacing tanahpada lahan yang terus menerus diberi pupuk kandangayam disertai penggunaan pestisida. Berdasarkan hasilpenelitian, populasi cacing pada tanah dengan pupukkandang adalah 1 juta ekor per 100 m
2
. Sedangkan padatanah tanpa pupuk kandang hanya 13 ribu ekor per 100m
2
(Russel, 1950 dalam Buckman dan Brady, 1982).Masih berdasarkan hasil penelitian, pencampurankascing pada pupuk kandang juga meningkatkankualitas pupuk, sehingga lebih efektif memperbaikikesuburan kimia dan biologis tanah. Ini pada akhirnyaakan meningkatkan produksi tanaman budi daya.Tabel 1 menunjukan bahwa pemberian kascing sangatmeningkatkan produksi tanaman sayuran.Hasil Penelitian Program Studi Ilmu Tanah FakultasPertanian Universitas Udayana tahun 2006 di SawahSubak Guama, Tabanan, juga menunjukkan perubahanbeberapa sifat kimia tanah pada pemberian pertama kalipupuk kascing dibandingkan dengan pupuk NPK. Daripenelitian ini ditemukan bahwa pemberian pupuk kascingdapat meningkatkan kesuburan kimia tanah. Sebaliknyapemberian pupuk kimia (NPK) ternyata menurunkankesuburan kimia tanah. Awalnya pH tanah adalah 6,53.Pada pemberian 100 persen NPK dan 0 persen kascing,pH tanah hanya 6,5. Sedangkan pada pemberian 100persen kascing dan 0 persen NPK, pH tanah meningkatmenjadi 6,87, kondisi yang lebih baik untuk pertanian. Hasil penelitian ini makin membuktikan bahwa kascingmampu memastikan tersedianya tanah subur bagitempat tumbuhnya tanaman dengan sehat dan produktifdibanding pupuk kimia. Jadi pantaslah cacing tanahdisebut sebagai “pabrik pupuk alami”.
Tanah Subur Menjadikan Tanaman Sehat
Setelah menerapkan di lahan sendiri, penulis mencobamenyebarkan hasil penelitian kascing ke petani Bali. Awalnya sangat sulit meyakinkan petani tentang kebaikanpupuk organik kascing. Petani harus mencoba sendiri dilahan baru bisa yakin. Butuh waktu 3—4 tahun hinggaakhirnya para petani lebih memilih pupuk organik kascing.Ini karena mereka telah membuktikan sendiri bahwa
Tabel 2. Rata-rata produksi tanaman sayuran utamadi Dusun Pamuteran dengan pupuk kandang ayamdan kascing tahun 2005.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
efriyadi60 liked this
Yenni Rahmayanti liked this
Eka Numanja liked this
Dwi Bias liked this
Abdur Rofi liked this
Ari Wijoyo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->