Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Daftar Nama Artis Pejabat Profil Pejabat Bumn Menteri Artis Dan Lain Lain

Daftar Nama Artis Pejabat Profil Pejabat Bumn Menteri Artis Dan Lain Lain

Ratings: (0)|Views: 1,624 |Likes:
Published by poertkordferzxor
daftar badan lembaga nondepartermen bpk ma bin bps bppt polri pemda mabes tni mabes polri
daftar badan lembaga nondepartermen bpk ma bin bps bppt polri pemda mabes tni mabes polri

More info:

Published by: poertkordferzxor on Aug 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

 
R Kompas © updated 310503Nama:Ajip RosidiLahir:Jatiwangi, Majalengka, JawaBarat, 31 Januari 1938Isteri:Hj PatimahProfesi:Sastrawan-BudayawanPekerjaan/Kegiatan:Pendiri Pusat Studi Sunda(2003)Selama 22 tahun (sejak April1981) pengajar bahasaIndonesia di Osaka GaikokugoDaigaku (Osaka Gaidai), Osaka,Kyoto Sangyo Daigaku di Kyoto(1982-1996), Tenri Daigaku diNara (1982-1995), dan di AsahiCultural Center, Jepang.Ketua Yayasan KebudayaanRancageKetua Dewan Kesenian Jakarta(1972-1981)Ketua Ikatan Penerbit Indonesia(Ikapi)Direktur Penerbit Dunia PustakaJayaPemimpin Redaksi MajalahKebudayaan Budaya Jaya(1968-1979)Redaktur PN Balai Pustaka(1955-1956)Pemimpin Redaksi MajalahSuluh Pelajar (1953-1955) padausia 15 tahunBuku:Menulis lebih dari 50 judul bukudalam bahasa Indonesia danSunda.
Ajip Rosidi
Sosok Sastrawan dan BudayawanParipurna
Sosok Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastradan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap, paripurna. Selaindikenal sebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosokyang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkankebudayaan Sunda di dunia internasional. Ketua YayasanKebudayaan Rancage itu juga dinilai sebagai sosok yang bisamelepaskan diri dari kecenderungan polarisasi dalam banyak hal.Salah satunya, polarisasi antara kebudayaan modern dankebudayaan tradisional.Pulang dari Jepang, setelah tinggal di sana selama 22 tahun, AjipRosidi merasa gamang. Kegamangan itu dipicu oleh kekhawatiranadanya "pengultusan" terhadap dirinya. Juga kegamangan akannasib budaya tradisional yang terus terlindas oleh budaya global."Saya merasa ngeri karena saya mendapat kesan bahwa sayahendak dikultuskan sehingga timbul pikiran menciptakan Ajip-Ajipbaru. Saya ngeri karena saya khawatir hal itu menimbulkan rasatakabur," katanya.Suara batin itu diungkapkan Ajip Rosidi di hadapan para pencintasastra, termasuk para pengagumnya, pada seminar di UniversitasPadjadjaran, Bandung, yang khusus membedah kiprahnya di duniasastra, Rabu (28/5/03).Hampir semua yang hadir memuji semangat dan dedikasisastrawan kelahiran Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, 31 Januari1938, itu. Pengamat sastra Dr Faruk HT, misalnya, secara implisitmemosisikan Ajip sebagai "orang langka" dengan kelebihan yangtidak dimiliki HB Jassin, Goenawan Mohamad, dan SoebagioSastrowardoyo.Ajip dinilai sebagai sosok yang bisa melepaskan diri darikecenderungan polarisasi dalam banyak hal. Salah satunya,polarisasi antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional.Ketika kebudayaan modern dianggap sebagai pilihan yang niscaya,kata Faruk, Ajip malah getol berbicara tentang kebudayaantradisional.Redaktur PN Balai Pustaka (1955-1956) itu dikenal sangat taatasas (konsisten) mengembangkan kebudayaan daerah. Terbukti,Hadiah Sastra Rancage-penghargaan untuk karya sastra Sunda,Jawa, dan Bali-masih rutin dikeluarkan setiap tahun sejak pertamakali diluncurkan tahun 1988.Ajip juga dikenal sebagai "juru bicara" yang fasih menyampaikantentang Indonesia kepada dunia luar. Hal ini ia buktikan ketika bulanApril 1981 ia dipercaya mengajar di Osaka Gaikokugo Daigaku(Osaka Gaidai), Osaka, Jepang, serta memberikan kuliah padaKyoto Sangyo Daigaku di Kyoto (1982-1996), Tenri Daigaku di Nara(1982-1995), dan di Asahi Cultural Center.Di Negeri Matahari Terbit itu, seminggu Ajip mengajar selama 18 jam dalam dua hari. Lima hari sisanya ia habiskan untuk membacadan menulis. Ia mengaku, Jepang memberinya waktu menulis yanglebih banyak ketimbang Jakarta.
 
Maklum, ia tidak disibukkan mengurus kegiatan-kegiatan lain yangcukup menyita waktu, sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta(1972-1981), Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, maupun Pemimpin Redaksi MajalahKebudayaan Budaya Jaya (1968-1979). Hasilnya, lebih dari 50 judulbuku dalam bahasa Indonesia dan Sunda ditulisnya selama diJepang.Satu hal yang mengesankan Ajip tentang masyarakat Jepangadalah kesadaran mereka akan pentingnya sastra dalam hidupmereka. Menurut Ajip, sastra tidak hanya menjadi bahan konsumsipara sastrawan atau budayawan, tetapi juga telah menjadi bahanbacaan para dokter atau arsitektur.Kondisi itu tercipta akibat dukungan kebijakan pemerintah danbudaya yang ada. Ajip mengatakan, masyarakat Jepang sejak usiadini telah diperkenalkan dengan buku. "Anak kecil sejak umur duahingga tiga tahun sudah diperkenalkan dengan buku."Kondisi perbukuan di Jepang juga mendukung terciptanya suasanaitu. Harga buku di sana ditetapkan sama di semua wilayah. " Hargamajalah juga sama," katanya.Pendidikan juga lebih tertata rapi, tinggal melanjutkan tradisi yangsudah berkembang. Tradisi itu mulai tertancap sejak reformasi Meiji.Reformasi yang ditandai dengan pengiriman orang-orang Jepangke negara-negara maju untuk belajar banyak hal.Selain itu, juga dilakukan penerjemahan besar-besaran berbagaimacam ilmu, karya budaya, dan karya sastra ke dalam bahasaJepang. "Jadi, orang Jepang, walaupun tidak bisa bahasa asing,misalnya, mereka mengetahui (dan) menguasai ilmu-ilmu di negara-negara asing," kata Ajip.Semua itu dilakukan bangsa Jepang dengan penuh semangat dankeseriusan. Seorang profesor asal Amerika Serikat yang mengajar bahasa Inggris di Jepang bercerita kepada Ajip, ada seorangmahasiswanya belajar dengan menghafal kamus bahasa Inggris.Orang Jepang memang dikenal sebagai bangsa yang amat banggadengan bahasanya sendiri, tetapi hal itu tidak membuat merekaantibahasa asing. Minat orang Jepang terhadap studi-studiIndonesia juga cukup kuat. Jurusan Bahasa Indonesia (Indoneshia-go Gakuka) sudah ada di Tokyo Gaikokugo Daigaku sejak tahun1949.Selama mengajar di Jepang, Ajip tidak pernah kekuranganmahasiswa. Di Osaka Gaidai, ia mengajar rata-rata 30 mahasiswasetiap tahun, 40 mahasiswa di Kyoto Sangyo Daigaku, dan 60mahasiswa di Tenri Daigaku."Saya mengajar bahasa Indonesia, sastra Indonesia, budayaIndonesia, dan Islam di Indonesia," kata Ajip. Beberapa muridnyakini sudah menjadi presiden direktur dan manajer padaperusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.Namun, Ajip mencatat, tingginya gairah dan minat mereka terhadapbahasa asing bergantung pada kepentingan terhadap negara yangdipelajari itu. Ketika perekonomian Indonesia berkembang,perhatian orang Jepang terhadap bahasa Indonesia meningkat."Sekarang Indonesia ambruk, perhatian juga berkurang. Adabeberapa universitas yang tadinya punya jurusan bahasaIndonesia, sekarang dan diganti dengan Cina," katanya Ajip.
 
Kendati telah menghabiskan sebagian hidupnya di negeri orang,Ajip tidak kehilangan pijakan pada kebudayaan daerah Indonesia.Hadiah Sastra Rancage yang lahir sejak tahun 1988 terus berjalanrutin setiap tahun."Saya mulai dengan serius, dan saya usahakan dengan serius.Ternyata banyak yang membantu. Orang mau membantu kalau(kegiatan yang dibantunya) dilaksanakan secara profesional,"tuturnya mengenai ketaat-asasan Hadiah Sastra Rancage.Namun, di tengah derasnya arus globalisasi, Ajip menyimpansebersit kekhawatiran mengenai nasib kebudayaan-kebudayaandaerah. Bagi dia, globalisasi lebih banyak mengorbankan budaya-budaya daerah. Hal ini terjadi karena serbuan budaya global sulitdiimbangi kebudayaan daerah.Budaya global didukung oleh modal kuat serta teknologi tinggi,sedangkan kebudayaan daerah hanya bisa bertahan secaratradisional karena tidak ada yang menyediakan modal. MenurutAjip, hal itu merupakan suatu pertarungan yang tidak adil."Saya kira kita tidak mengharapkan bahwa (pemeliharaankebudayaan daerah) itu harus dilakukan pemerintah. Pengalamansaya membuktikan bahwa tidak bisa mengharapkan pemerintah,"ujar budayawan yang sudah menjadi Pemimpin Redaksi MajalahSuluh Pelajar (1953-1955) pada usia 15 tahun.Oleh karena itu, banyak sastrawan dan budayawan Indonesiamenyambut dengan sukacita kedatangan Ajip ke Tanah Air. Ia puntelah merancang dengan sejumlah agenda menghidupkan kembalikebudayaan daerah agar tidak hanya mampu bertahan, melainkan juga bisa berkembang. Wujud konkretnya, antara lain denganmendirikan Pusat Studi Sunda bersama para sastrawan danbudayawan Sunda pada hari Sabtu ini. Pusat Studi Sunda ini, salahsatu programnya, akan menerbitkan jurnal ilmiah Sundalana.Selain itu, Ajip masih tetap akan berkutat dengan kegiatanmembaca dan menulis. Untuk itu, suami Hj Patimah ini punberencana tinggal di Magelang, Jawa Tengah. "Saya berlindungkepada Allah, mudah-mudahan dijauhkan dari rasa takabur. Mudah-mudahan saya selalu diberi kesadaran bahwa apa yang sayalakukan hanyalah sebiji sawi."
Paripurna
Sosok Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastradan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap. Selain dikenalsebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosok yangmemperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaanSunda di dunia internasional.Pandangan para sastrawan tentang Ajip Rosidi ini terangkum dalamdialog yang bertema Meninjau Sosok dan Pemikiran Ajip Rosidi,yang digelar Rabu (28/5/03), di Graha Sanusi Hardjadinata,Universitas Padjadjaran Bandung.Dalam dialog yang berlangsung sekitar enam jam itu, tampilsebagai pembicara Abdullah Mustappa, Teddy AN Muhtadin, Ganjar Kurnia, Ignas Kleden, Faruk HT, serta Yus Rusyana. Selain itu,hadir pula beberapa sastrawan seperti Ramadhan KH, Sitor Situmorang, tokoh politik Deliar Noer serta puluhan mahasiswa danpencinta sastra."Sunda menjadi menarik di tangan Pak Ajip karena bukan sesuatu

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Riza Lazuardi liked this
Luky Iskandar liked this
arie_spp liked this
Novan Saputra liked this
dcodesdesiana liked this
vietz_rie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->