Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
20Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Iwan Nugroho Ekosistem Pesisir

Iwan Nugroho Ekosistem Pesisir

Ratings: (0)|Views: 6,128|Likes:
Published by Iwan Nugroho
Iwan Nugroho. 2004. Keseimbangan Dinamik Ekosistem Pesisir dan Implikasi Pengelolaannya: Suatu telaahan dari perpektif ekologi manusia. WIDYA AGRIKA (Agustus 2004) 2(2): 91-100. ISSN 1693-6981
Iwan Nugroho. 2004. Keseimbangan Dinamik Ekosistem Pesisir dan Implikasi Pengelolaannya: Suatu telaahan dari perpektif ekologi manusia. WIDYA AGRIKA (Agustus 2004) 2(2): 91-100. ISSN 1693-6981

More info:

Published by: Iwan Nugroho on Aug 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/11/2012

pdf

text

original

 
 2
KESEIMBANGAN DINAMIK EKOSISTEM PESISIR DAN IMPLIKASI PENGELOLAANNYA:Suatu Telaahan dari Perspektif Ekologi Manusia
1
 Iwan Nugroho
2
 
Abstrak 
 Wilayah pesisir merupakan salah satu ekosistem yang paling kritikal dalam pengelolaannya bagi kepentingan umat manusia. Dibalik potensi produksinya yang sangat besar, ekosistem pesisir sangat peka terhadap berbagai faktor input dan output yang dapat mempengaruhikeseimbangan sistem aliran materi dan energi; yang pada gilirannya mengganggu mekanisme(ketahanan)
homeostasis
dan menurunkan produktifitasnya.Pendekatan yang relevan dalam pengelolaan wilayah pesisir adalah
material balance
;dengan sasaran utama yang didasarkan atas konsepsi ekologi yaitu (a) upaya mencapai
 sustainability
output, (b) memelihara mekanisme
homeostasis
, dan (c) mencegah meningkatnya
entropy
. Sedangkan kerangka spesifik pengelolaannya dapat melibatkan banyak sektor mulaidari sektor pertanian dan kehutanan di hulu hingga industri dan jasa di hilir atau pelabuhan. Namun demikian beberapa prinsip pengelolaan berhasil diidentifikasi, antara lain diversifikasi,teknologi, pengaturan produksi, zonasi, rehabilitasi.
Abstract
Estuaries area is one of many ecosystems that perform a critical matter as a result of itsallocation. In the one side, it is well known that the estuaries possess a highest productivity inorganic matter than other ecosystems, however in other site, the ecosystem is very vulnerable toinput and output factors that effect a self-control in energy and material flows. The last conditionimmediately provide a sign of any disturbance in
homeostasis
mechanism and reduction in productivity.The relevance approach for the estuatries management is material balance; with a main focuson ecological concepts and operating (a) to get a
 sustainability
output, (b) to sustain a
homeostasis mechanism
, and (c) to go againts a
entropy rise
. Meanwhile, the spesific framework for the management involve a wide sectors, include agriculture and forestry sectors in upstreamsite and industry and services sectors in downstream site. However, the principal managementshould kept in mind including diversification, technology, production arrangement, zonation, andrehabilitation.
Pendahuluan
Perkembangan penggunaan tanah di Indonesia memperlihatkan bahwa pengelolaan wilayah pesisir merupakan tahapan terakhir dari eksploitasi manusia terhadap lingkungannya(Soerianegara, 1977). Sebelumnya, manusia memanfaatkan tanah daratan untuk mencukupikebutuhannya yang didukung masukan energi dan teknologi tertentu yang sesuai untuk wilayahdarat. Dalam tahapan ini, sesungguhnya ekosistem darat dapat mencapai hasil paling optimaldipandang dari keseimbangan input dan output energi. Artinya kemakmuran atau kesejahteraanmasyarakat harusnya dapat didukung oleh ekosistem daratan. Lebih jauh dari itu, yaitumemanfaatkan wilayah pesisir berarti melibatkan penggunaan input energi yang lebih besar dan
1
Naskah dipublikasi pada Jurnal WIDYA AGRIKA (Agustus 2004) 2(2): 91-100. ISSN 1693-6981
2
Dr Ir Iwan Nugroho adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang
 
 3
sekaligus berpeluang menurunkan efisiensi produksi dan menghasilkan degradasi ekosistemkeseluruhan. Secara umum permasalahan dalam pengelolaan ekosistem ini selain bersumber dariekosistem darat—misalnya karena kegiatan industri atau pertanian; dan laut—karena transportasi; juga karena karakteristik organismenya yang sangat rentan terhadap perubahan yangmempengaruhinya (Dahuri
et al 
., 1996).Pemahaman keseimbangan energi dalam ekosistem pesisir dapat memberikan kerangka penting dan mendasar bagi upaya-upaya pemanfaatannya. Odum (1971) menggambarkan bahwawilayah pesisir yang subur (
 fertile estuaris
) dalam keadaan yang stabil (atau klimak) memilikitingkat respirasi (R) dan fotosintesis (P) yang sama (R/P mendekati satu) dengan tingkat yang paling besar di bawah terumbu karang (
coral reefs
). Hal ini bermakna bahwa variabel waktumerupakan faktor penentu paling penting dalam pembentukannya. Seandainya saja ekosistem pesisir terganggu, sekalipun masukan energi bagi rehabilitasinya telah tersedia, ia masihmemerlukan waktu yang cukup lama untuk menata interaksi di dalam komponen-komponennyaagar berstruktur dan berfungsi sama seperti sebelumnya. Karakteristik yang spesifik tersebut,tentu saja tidak dapat didekati dengan mekanisme pasar untuk pengelolaannya, belum lagi banyak dijumpai aset-aset
non use value
di dalamnya yang mencirikan
common resources
. Pendekatanyang mungkin untuk pengelolaannya adalah
material balance
, dimana aliran materi dan energiyang mempengaruhinya harus dihitung secara cermat dan ditempatkan pada proporsinya (Pierceand Turner, 1990).Tulisan ini mencoba mengkaji keseimbangan dinamik ekosistem pesisir, melihat aliranmateri dan energinya, serta merumuskan kerangka pokok pengelolaannya.
Konsep Aliran Energi
Ekosistem pesisir bersama dengan terumbu karang menempati peringkat tertinggi dalam produktifitas (
 gross primary production
), yaitu 20000 kcal m
-2
tahun
-1
. Angka ini jauh di atas produktifitas ekosistem darat yang memperoleh masukan energi, yaitu 12000 kcal m
-2
tahun
-1
.Tingginya produktifitas itu berkaitan dengan karakteristik wilayah pesisir yang khas, yaitu (1)wilayah pesisir merupakan areal jebakan hara (
a nutrient trap
) sebagai akibat pertemuan aliran air dari ekosistem darat dan ekosistem laut, (2) wilayah pesisir menyediakan habitat dan kehidupansepanjang tahun bagi sekelompok produser penting (
macrophytes, benthic microphytes
, dan
 phytoplankon
) yang menyusun struktur ekosistem pesisir, dan (3) wilayah pesisir menyimpanenergi (pasang surut) yang besar dari aliran materi dan energi bagi keberlangsungan ekosistemnya(Odum, 1971). Namun demikian tingginya produktifitas ekosistem pesisir tidak mencerminkan keadaansesederhana yang terjadi di ekosistem darat. Sesuai dengan dinamikanya, produktifitas ekosistemsistem sangat dipengaruhi oleh aliran input dan output yang berasal ekosistem darat dan laut.Yang terjadi sesungguhnya adalah adanya keseimbangan biofisik secara dinamis di dalamlingkungan produktifitas biologi yang tinggi dalam tiga subsistem.
Pertama
, pada zone air dangkal, laju fotosintesis melebihi respirasi. Subsistem ini mengekspor energi dan materi (hara)ke zone pesisir yang lebih dalam dan ke daratan di dekatnya.
Kedua
, pada zone yang lebihdalam, laju respirasi melebihi fotosintesis. Dalam subsistem ini materi hara atau bahan organidioksidasi menjadi materi-materi yang sederhana yang siap untuk diregenerasi.
Ketiga
,subsistem
 plankton
dan
nekton
, merupakan media yang berperan memproduksi, mentransformasidan mengangkut hara dan energi di antara sub sistem zone dangkal dan dalam mengikuti fluktuasi pasang surut, musim, atau iklim.Lebih lanjut, dinamika materi dan energi dalam ekosistem pesisir dikemukakan berikut (lihatGambar 1) mengikuti beberapa kaidah-kaidah atau konsepsi ekologis yang penting. Telahtergambarkan secara jelas bahwa ekosistem pesisir merupakan gambaran sistem tropik yangdidominasi oleh produsen. Mereka menggantungkan input materi dan energi terutama dari tenaga pasang surut laut, cahaya matahari dan bahan organik atau unsur hara. Input yang terakhir dapat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->