Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
158Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
peranan partai politik dalam pendidikan politik

peranan partai politik dalam pendidikan politik

Ratings: (0)|Views: 16,519 |Likes:
Published by adhy vivaldhy

More info:

Categories:Types, Research
Published by: adhy vivaldhy on Aug 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang Masalah
Demokrasi lebih dari sekedar seperangkat aturan dan prosedur konstitusional yang menentukan suatu pemerintah berfungsi. Dalam demokrasi, pemerintah hanyalah salah satu unsur yang hidup berdampingan dalam suatustruktur sosial dari lembaga-lembaga yang banyak dan bervariasi.Partai politik merupakan ciri utama sistem politik yang demokratis.Sedangkan salah satu fungsi dari partai politik adalah pendidikan politik, inimerupakan hal yang sangat penting diperhatikan oleh partai politik mengingatmasih banyaknya masyarakat yang pendidikan politiknya masih sangat minimatau rendah.
1
 
Partai politik adalah yang bertugas memberikan pendidikan politikepada masyarakat. Partai politik tidak hanya memperhatikan masyarakat di saatkampanye atau menjelang pesta demokrasi, setelah itu dilupakan dan dibubarkantanpa ada yang namanya proses evaluasi. Tetapi kegiatan pendidikan politik ini juga harus berlangsung secara terus-menerus dan kenyataannya, partai politik  justru memberikan contoh yang buruk. Harusnya partai politik menciptakanhubungan yang saling menguntungkan antara masayarakat dan elite dalam rangkamewujudkan cita–cita bangsa.Pendidikan Politik adalah proses pembelajaran dan pemahaman tentanghak, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika dikaitkan dengan partai politik, pendidikan politik 
1 Alamudi Abdullah,
 
2001,
 Jurnal 
 
 Apakah demokrasi itu,
Departemen Luar Negeri AS.
1
 
 bisa diartikan sebagai usaha sadar dan tersistematis dalam mentransformasikansegala sesuatu yang berkenaan dengan perjuangan partai politik tersebut kepadamassanya agar mereka sadar akan peran dan fungsi, serta hak dan kewajibannyasebagai manusia atau warga negara.Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta Pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program peserta Pemilu, pada prakteknya kampanye terbuka hanya bermodalkan hiburan yang menyebabkankurang terdidiknya warga negara secara politik ini. Hal tersebut disertai dengankecenderungan pasif dan mudahnya dimobilisasi untuk kepentingan pribadi dari para elite politik. Berakhirnya kemeriahan kampanye terbuka atau rapat umum partai politik, meninggalkan persoalan yang belum terselesaikan pada pestademokrasi kali ini yaitu proses pendidikan politik bagi warga negara.Kampanye rapat umum harusnya menjadi sarana kontrak politik melaluitatap muka, bukan jadi pesta hiburan musik atau goyang erotis lima tahunan.Dapat dikatakan dengan berakhirnya rangkaian pemilu 2009, maka berakhir pula penetrasi warga negara dalam proses-proses pengambilan keputusan yang berkaitan erat dengan kehidupan mereka selama lima tahun kedepan. Sebuah proses demokratisasi yang sehat mensyaratkan adanya partisipasi politik yangotonom dari warga negara. Untuk menumbuhkan dan atau meningkatkan partisipasi politik yang otonom dari setiap warga negara, maka pelaksanaan pendidikan politik yang baik dan benar, mutlak diperlukan.Perikehidupan manusia Indonesia hari ini menjadi semakin liar,contohnya perilaku kekerasan dalam konflik pilkada (maluku utara). Hal tersebut
 
mencerminkan kondisi psikologis sosial masyarakat yang berada dalamketerpurukan dan keputusasaan. Kekhawatiran akan terulangnya kekerasan dalam pemilu legislatif dan presiden nanti adalah suatu kewajaran, mengingat prosesdemokratisasi di Indonesia bergerak dari pembusukan sebuah rezim otoriter Suharto, menuju pematangan melalui masa transisi dan konsolidasi.Kekhawatiran tersebut juga didasari oleh partai politik yang belum menjalankantugasnya melakukan pendidikan politik melalui rapat akbar atau kampanyeterbuka karena pesta dengan dana besar tersebut hanya habis untuk hiburan.Pemahaman masyarakat hingga saat ini masih banyak yang beranggapan bahwa sistem politik itu bukan urusan mereka melainkan urusan pemerintah,sehingga masyarakat masih ada yang dibodoh-bodohi atau diberikan janji–janjimanis. Dalam realitanya atau penerapannya tidak sesuai dengan apa yang telahdijanjikan ketika sudah berhasil duduk, Untuk mencegah hal–hal yang tidak diinginkan kembali terulang, sehingga diberikanlah pendidikan politik kepadamasyarakat oleh partai politik di berbagai provinsi dan kabupaten/kota diIndonesia khususnya di provinsi Sulawesi Selatan.Pengembangan pendidikan politik Masyarakat di Provinsi SulawesiSelatan adalah sebagai bagian pendidikan politik yang merupakan rangkaianusaha untuk meningkatkan dan memantapkan kesadaran politik dan kenegaraan,guna menunjang kelestarian Pancasila dan UUD 1945 sebagai budaya politik  bangsa. Pendidikan politik juga merupakan konsep bagian dari proses perubahankehidupan politik di provinsi Sulawesi Selatan yang sedang dilakukan dewasaini dalam rangka usaha menciptakan suatu sistem politik yang benar-bena
3

Activity (158)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Elvy Huan liked this
Usrhy Gordon liked this
Cumcum liked this
Cumcum liked this
Ahmad Yanis liked this
Bung Iman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->