Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
assigment lelang

assigment lelang

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by mel_shandy2267

More info:

Published by: mel_shandy2267 on Dec 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2014

pdf

text

original

 
Fungsi lelang Fungsi prifat lelang terletak pada hakekat lelang dilihat dari tujuan perdagangan, yaitu sebagai alat/sarana untuk memperlancar lalu lintas perdagangan barang. Lelang dalam dunia perdagangan pada dasrnya merupakan institusi pasr untuk mengadakan perjanjian atau persetujuan yang paling menguntungkan pihak penjual. Apabila lelang dapat berfungsi secara optimal dapat berfungsi bukan tidak mungkin harga yang terbentuk dalam lelang bias menjadi price preference. Keunikan penjualan secara lelang adlah bahwa dalam penjualan tersebut pihak yang akan mengadakan perjanjian ( pihak Pembeli ) tidak dapat ditunjuk sebelumnya. Mengingat adanya fungsi privat lelang ini didalam praktek terdapat jenis pelayanan lelang terhadap masyarakat yang dikenal dengan sebutan lelang sukarela. Sedangkan fungsi publik dari lelang tercermin dari 3 ( tiga ) hal, yaitu : 1Mengamankan asset yang dimiliki/dikuasai Negara untuk meningkatkan efesiensi dan tertib administrasi dari pengelolaan asset yang dimiliki/dikasai Negara, hal ini ditegaskan dalam pasal 14 ICW Jo. Inpres No. 9 Tahun 1970 jo. Kepres No. 16 Tahun 1994 jo. UU No. 1 tahun 2004 tetang Perbendaharaan Negara. 2Pelayanan penjualan barang yang mencerminkan keadilan keamanan dan kepastian hokum dari barang eksekusi sita pengadilan sebagai dari sistem hukum acara perdata/pidana/PUPN/DJPLN, Pajak, Pagadaian dan sebagainya. 3Mengumpulkan penerimaan Negara dalam bentuk Bea Lelang dan Uang Miskin ( dana social, disetorkan ke Departemen Sosial ) serta pemungutan-pemungutan negara lainnya.
PENGERTIAN LELANG
 Lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi yang didahului dengan pengumuman lelang. Berdasarkan peraturan yang berlaku, lelang barang tidak bergerak dan barang bergerak meliputi:
Lelang Noneksekusi Sukarela.
Lelang untuk melaksanakan penjualan barang milik perorangan, kelompok masyarakat atau Badan Swasta yang dilelang secara sukarela oleh pemiliknya. Harga limit dapat bersifat terbuka / tidak rahasia atau dapat bersifat tertutup/ rahasia sesuai keinginan Penjual/Pemilik Barang. Yang termasuk lelang Noneksekusi Sukarela adalah:
 
Lelang yang dilakukan atas kehendak pemiliknya sendiri (perorangan, swasta); Lelang Aset BUMN/BUMD berbentuk Persero;
 
Lelang Aset milik Bank Dalam Likuidasi berdasarkan PP Nomor 25 Tahun 1999 tentang pencabutan izin usaha, pembubaran dan likuidasi Bank.
Lelang Eksekusi
. Lelang untuk melaksanakan putusan/penetapan pengadilan atau dokumen-dokumen lain yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dipersamakan dengan itu, dalam rangka membantu penegakan hukum, antara lain: lelang eksekusi fiducia dan lelang eksekusi pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT No.4 Tahun 1996). Pasal 6 UUHT No. 4 tahun 1996, yaitu apabila debitur cidera janji, Pemegang Hak Tanggungan tingkat Pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasannya dari hasil tersebut. Harga limit bersifat terbuka/tidak rahasia dan harus dicantumkan dalam pengumuman
 
lelang.
 
Lelang Non Eksekusi Wajib
. Lelang untuk melaksanakan penjualan barang milik negara/daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara atau barang milik Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D) yang oleh peraturan perundang-undangan diwajibkan untuk dijual secara lelang, termasuk kayu dan hasil hutan lainnya dari tangan pertama.
KELEBIHAN LELANG
 
Aspek Hukum Terjamin.
Dari sisi legalitas akan lebih terjamin dan aman, karena setiap aset yang akan dilelang harus melalui proses pengecekan ke instansi yang terkait, hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada pembeli agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.
Cepat dan Ekonomis.
Untuk penjualan aset dalam jumlah besar, maka dari sisi waktu penjualan sistem lelang akan lebih cepat sekaligus ekonomis (efektif dan efisien) karena akan mengurangi biaya penyimpanan (untuk barang bergerak), biaya pemeliharaan dan biaya pemasaran. Lelang akan sangat efektif apabila target penjualan harus dilaksanakan dalam waktu singkat/cepat.
Terbuka dan Obyektif 
. Lelang dilaksanakan dengan mengundang khalayak ramai, yakni mengundang calon peminat/pembeli sebanyak mungkin, sehingga pelaksanaannya sangat terbuka dan obyektif.
Harga Optimum
. Dengan banyaknya peserta lelang/calon pembeli yang hadir, maka harga yang terbentuk dapat mencapai harga yang optimum. Semakin banyak peminat maka akan semakin tinggi harga yang akan ditawarkan. Oleh karena itu apabila orang sudah berminat akan aset tersebut maka harga yang terbentuk bisa lebih tinggi dari limit yang telah ditetapkan.
METODE TEKNIS PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN LELANG
 
 
PELAKSANAAN PRA LELANG
 Pra lelang adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan guna mempersiapkan pelaksanaan lelang dari obyek lelang yang diserahkan ke PT. Balai Lelang Star (Star Auction) sampai menjelang pelaksanaan lelang.
 
Surat Penugasan Kerja (SPK).
Surat Penugasan Kerja merupakan suatu bentuk perintah kepada Star Auction untuk melakukan pekerjaan pra lelang sampai pelaksanaan lelang atas asset-asset yang akan dilakukan lelang.
 
Administrasi.
Terima Foto Copy Dokumen dan Daftar Barang atas asset-asset barang bergerak dan barang tidak bergerak yang akan di lelang, maka untuk persyaratan administrasi serta mengetahui aspek legalitas dari asset-asset tersebut maka yang harus dilengkapi:
o
 
Barang bergerak (kendaraan bermotor, elektonik, furniture, dll), mencakup:
 
Surat Perjanjian Kerjasama (MOU);
 
Surat Keputusan Penunjukan Penjual (SPK);
 
Copy Surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) & STNK;
 
Copy Surat Perjanjian Kredit;
 
Daftar Barang;
 
Harga Limit.
o
 
Barang tidak bergerak (tanah dan bangunan), mencakup:
 
Surat Perjanjian Kerjasama Lelang (MOU);
 
Surat Penugasan Kerja (SPK);
 
Copy Surat Bukti Kepemilikan SHM/SHGB (dilegalisir sesuai dengan aslinya);
 
Copy Surat Perjanjian Kredit/Pengakuan Hutang (dilegalisir sesuai dengan aslinya);
 
Copy SHT dan APHT (dilegalisir sesuai dengan aslinya);
 
Copy Surat teguran wanprestasi ke debitur 1,2,3 (dilegalisir sesuai dengan aslinya);
 
Surat Permohonan Lelang ke KPKNL;
 
Surat Pernyataan;
 
Rincian Hutang Debitur;
 
Daftar Barang;
 
Harga Limit (untuk dicantumkan dalam pengumuman lelang).
o
 
Catatan:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->