2pertentangan yang terjadi ketika itu dan menyerahkan penentuan hukum kafir atautidak kafirnya orang-orang yang bertentangan itu kepada Tuhan
3
.Lebih lanjut kelompok ini menganggap bahwasanya pembunuhan danpertumpahan darah yang terjadi di kalangan kaum muslimin sebagai suatukejahatan yang besar. Namun mereka menolak menimpakan kesalahan kepadasalah satu di antara kedua kelompok yang saling berperang
4
.Pada mulanya kaum Murji’ah ditimbulkan oleh persoalan politik, tegasnyapersoalan khalifah yang membawa perpecahan dikalangan umat Islam setelahUsman bin Affan mati terbunuh. Munculnya permasalahan ini perlahan-lahanmenjadi permasalahan tentang ketuhanan. Oleh karena itu, akan membahastentang Murji’ah dan perkembangan pemikirannya dalam mewarnai pemahamanketuhanan dalam Agama Islam.
1.1 Awal Kemunculan Kelompok Murjia’h
Asal usul kemunculan kelompok
Murji’ah
dapat dibagi menjadi 2 sebabyaitu:
1. Permasalahan Politik
Ketika terjadi pertikaian antara Ali dan Mu’awiyah, dilakukanlah
tahkim
(
arbitrase
) atas usulan Amr bin Ash, seorang kaki tangan Mu’awiyah. Kelompok Ali terpecah menjadi 2 kubu, yang pro dan kontra. Kelompok kontra akhirnyakeluar dari Ali yakni Khawarij. Mereka memandang bahwa
tahkim
bertentangandengan Al-Qur’an, dengan pengertian, tidak ber-
tahkim
dengan hukum Allah.Oleh karena itu mereka berpendapat bahwa melakukan
tahkim
adalah dosa besar,dan pelakunya dapat dihukumi kafir, sama seperti perbuata dosa besar yang lain
5
.Seperti yang telah disebutkan di atas Kaum khawarij, pada mulanya adalahpenyokong Ali bin Abi thalib tetapi kemudian berbalik menjadi musuhnya.Karena ada perlawanan ini, pendukung-pendukung yang tetap setia pada Ali binAbi Thalib bertambah keras dan kuat membelanya dan akhirnya merekamerupakan golongan lain dalam islam yang dikenal dengan nama Syi’ah
6
.
3
Harun Nasution. Teologi Islam: Aliran- Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, UI-Press, Jakarta,1986.Hal: 22
4
Abul A’la Al-Maududi.
Op. cit
. 2007. Hal: 254
5
Abdul Rozak dan Rosihan Anwar.
Op. Cit
. 2007. Hal: 57
6
Harun Nasution.
Op. Cit
. 1986. Hal: 22