Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tempo 16 Januari 2009

Tempo 16 Januari 2009

Ratings: (0)|Views: 5,507 |Likes:
Published by F47R4T5Y4H

More info:

Published by: F47R4T5Y4H on Aug 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
www.tempointeraktif.comwww.korantempo.com
 JUMAT
16 JANUARI 2009EDISI NO. 2717TAHUN. VIII40 HALAMANRP 2.700
Pengungsi BanjirBelum Tersentuh Bantuan
Warga Jakarta secara swadayamenangani banjir yang merendamrumah mereka. Camat dan lurahbelum siap menghadapi banjir.
BERITA UTAMA
»
A3BERITA UTAMA
»
A2BISNIS
»
A17
POLISI PERIKSA PRESIDEN PKS ENAM JAM
Harifin A. Tumpa KetuaMahkamah AgungTarif AngkutanTurun
BERITA UTAMA
»
A3
IKLANMAHMUD HAMS (AFP)
Seorang perempuan berlari sesaat setelah tank Israelmenghajar markas PBB di Kota Gaza kemarin.
laim Israel bahwa mereka hanya mem-buru Hamas di Jalur Gaza kian sulit di-buktikan. Kemarin tiga tembakan tankIsrael menghajar kompleks UNRWA, badanPerserikatan Bangsa-Bangsa yang meng-urusi pengungsi Palestina. Tiga orang ang-gota staf PBB terluka. Dua gudang berisiratusan ton obat dan bantuan untuk korbanperang terbakar.Saat tank Israel menyalak, ratusan peng-ungsi Palestina tengah berlindung di kom-pleks UNRWA. Belum jelas bagaimana nasibmereka. Dalam serangan Israel sebelumnyapada sebuah sekolah yang dikelola PBB, 42warga sipil tewas. Kemarin Israel pun mem-bombardir rumah sakit dan kantor tempatberkumpulnya para jurnalis media interna-sional.Pemimpin dunia gusar. "Saya telah mem-protes keras," kata Sekretaris Jenderal PBBBan Ki-moon, yang baru tiba di Tel Aviv."Sungguh tak bisa diterima," kata PerdanaMenteri Inggris Gordon Brown. "Saya sa-ngat syok dan risau," ujar Louis Michel, Ko-misioner Uni Eropa untuk Bantuan Kemanu-siaan.
AFP | BBC | JAJANG
 
BERITA UTAMA
 JUMAT, 16 JANUARI 2009
A2
EDITORIAL
Berharap kepada Mesir
S
etelah resolusi gencatan senjata Dewan Keaman-an Perserikatan Bangsa-Bangsa dimentahkanoleh Israel dan Hamas, kini satu-satunya harapanada pada Mesir. Paling tidak, negara ini telah berhasilmembujuk Hamas menyetujui garis besar rencanaperdamaian Gaza.Itulah titik terang yang mungkin mengarah padapenghentian serangan Israel terhadap Hamas. Perangyang tak seimbang ini sudah menelan korban nyawalebih dari 1.000 orang dan mengakibatkan sekitar4.000 orang terluka.Memang tak mudah mendamaikan kedua belah pi-hak. Mesir pun sudah berkali-kali menjadi penengah.Sebagian proses mediasi itu gagal, sebagian lagi ber-hasil. Salah satu yang patut dicatat adalah keberhasil-an Mesir meminta Hamas berhenti melontarkan roketmereka ke Israel tahun lalu. Sayangnya, masa damaiini punah karena Israel kemudian memblokade Gazadengan alasan roket-roket Hamas masih juga dilon-tarkan ke wilayah mereka.Karena itu pula keberhasilan Mesir membujuk Ha-mas baru-baru ini masih harus dilihat kelanjutannya.Sejarah berbagai perundingan mereka menunjukkan,salah satu pihak bisa tiba-tiba menarik diri dari kese-pakatan. Ketegangan politik di dalam Palestina punharus diperhitungkan. Sebab, meski peran Hamas sa-ngat menonjol, banyak pula faksi lain yang ikut ber-peran. Sebaliknya, di pihak Israel pun pengaruh ke-lompok garis keras yang tak menginginkan perun-dingan sangat besar. Bahkan pemerintah Israel seka-rang, yang sebetulnya tergolong moderat, diduga se-ngaja menyerang Gaza demi popularitas di dalam ne-geri.Dengan keterlibatan aneka pihak yang begitu saratkepentingan seperti itu, upaya Mesir menjadi juru da-mai akan sia-sia tanpa dukungan dunia. Prancis danJerman sudah menyatakan bahwa mereka akan men-dukung langkah Mesir. Tapi ini saja tidak cukup jikaAmerika Serikat berpangku tangan. Saat voting diDewan Keamanan untuk membahas resolusi gencatansenjata pekan lalu, Amerika memilih abstain. MenteriLuar Negeri Amerika Condoleezza Rice berdalih sikapabstain dilakukan untuk “memberi kesempatan pro-posal damai Mesir” berjalan. Masalahnya, bagaimanaperdamaian bisa berjalan jika resolusi untuk memaksagencatan senjata pun tidak mereka dukung?Dukungan terpenting tentu saja harus datang daripihak Israel sendiri. Hamas mengisyaratkan mau me-nerima proposal Mesir. Tapi Israel masih tetap sibukmengerahkan pesawat tempur, tank, dan ribuan pra-juritnya membombardir Gaza. Seharusnya para pe-mimpin Israel belajar dari pengalaman mereka di Li-banon. Saat mengerahkan pasukan daratnya ke Liba-non pada 2006, Israel menggunakan dalih yang sama,yaitu memberantas kelompok “teroris” Hizbullah. Ha-silnya, perlawanan terhadap Israel justru menguat diTimur Tengah, bukannya mereda.Para pemimpin Israel mungkin perlu lebih cermatmendengarkan kata-kata Donald Rumsfeld, bekasMenteri Pertahanan Amerika yang mengarsiteki pe-nyerbuan ke Irak. “Bukankah Israel justru mencipta-kan teroris baru? Israel sudah membunuh banyak to-koh Hamas, tapi organisasi itu tetap hidup. Bila seka-rang Hamas bisa dilumpuhkan, kelompok seperti apalagi yang akan lahir kemudian?”
KUTIPAN
“Dari 580 perkara korupsi, hanya 64 perka-ra yang dibebaskan.”
Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial
Hari-fin A. Tumpa
, hakim yang terpilih sebagai Ketua Mahka-mah Agung, kemarin di Jakarta, mengomentari anggapanyang menyebut banyak pelaku korupsi bebas.
“Di luar negeri mendapat tanggapan positif,di sini kok malah diperkarakan.”
Hidayat Nur Wahid
, anggota Majelis Syuro DPP PartaiKeadilan Sejahtera, kemarin di Jakarta, menanggapi peme-riksaan polisi soal aksi solidaritas untuk rakyat Palestina.
Hanya Israel yangberhak menentukanbagaimana dan kapanoperasi itu disetop.
KOTA GAZA
— Tank Israel ke-marin menembaki kompleksmarkas Badan Bantuan Per-serikatan Bangsa-Bangsauntuk Palestina (UNRWA) diKota Gaza. Serangan itumengakibatkan gudang pe-nyimpanan bahan bantuankemanusiaan terbakar.“Sebuah tank Israel me-nembakkan meriam ke da-lam kompleks UNRWA diGaza, melukai tiga anggotastaf,” kata juru bicaraUNRWA, Adnan Abu Hasna,kepada kantor berita
 AFP
.Ketika serangan itu terja-di, ratusan pengungsi Pales-tina dari utara Jalur Gaza te-ngah berlindung di sana.Seorang pejabat UNRWAyang tak mau disebutkan na-manya mengungkapkan, gu-dang yang terbakar itu me-nyimpan ratusan ton bahanpangan dan obat-obatan. Ju-ru bicara lembaga itu di Yeru-salem, Chris Gunnes, menga-takan lima kendaraan opera-sional juga tersimpan di sana.Sekretaris Jenderal PBB BanKi-moon, yang tiba di Israel ke-marin pagi, sangat marah atasserangan itu. “Saya telah me-nyampaikan protes keras sayadan mendesak penjelasan pe-nuh dari Menteri Pertahanandan Menteri Luar Negeri,” ka-ta Ban kepada para wartawandi Ibu Kota Tel Aviv.Menteri Pertahanan IsraelEhud Barak telah menyampai-kan permohonan maaf kepadaBan. Pemimpin Partai Buruhini mengakui kejadian itu se-buah kesalahan besar danakan ditangani sangat serius.“Ia meyakinkan saya, per-hatian lebih akan diberikankepada pelbagai fasilitasPBB dan stafnya, dan ini ti-dak akan terulang,” ujar Ban.Sebelumnya, Israel pernahmengebom sebuah sekolahyang dijalankan olehUNRWA. Serbuan ketika itumenewaskan 42 warga sipil,kebanyakan anak-anak.Tempat itu pun menjadi sa-lah satu lokasi perlindungan.Gempuran besaran-besar-an Israel juga menghantamkantor sejumlah media, men-cederai juru kamera stasiuntelevisi dari Abu Dhabi. Ru-mah Sakit Al-Quds di ka-wasan Tal al-Hawa, KotaGaza, juga menjadi sasarantembakan meriam tank.“Kami harap kebakarantidak menyebar ke bagianlain,” kata seorang pejabatrumah sakit itu.Pertempuran sengit masihterus berlanjut, dan hinggahari ke-20 kemarin jumlahkorban tewas 1.100, termasuk360 anak-anak dan 170 ibu.Lebih dari 4.600 lainnya ce-dera. “Jumlah korban telahmencapai angka yang tidakdapat diterima,” ujar Ban se-raya menyerukan lagi agresiharus segera dihentikan.Menteri Luar Negeri IsraelTzipi Livni memastikan ha-nya Israel yang berhak me-nentukan bagaimana dan ka-pan operasi militer itu dise-top. “Kami mempunyai peni-laian sendiri terhadap per-kembangan saban hari, kamiakan memutuskan kapanakan dihentikan,” katanya.Terus memburuknya situa-si di Gaza membuat PresidenVenezuela Hugo Chavez danPresiden Bolivia Evo Moralesmemutus hubungan diploma-tik dengan negara Zionis itu.
AFP | BBC| CNN | NEW YORK TIMES | FAISAL ASSEGAF
D
i Rafah, bom bisa da-tang sesukanya. Takada tanda pasti kapanbom akan menyatroni wila-yah perbatasan Palestinadengan Mesir itu. Meskibom datang silih berganti,koresponden
Tempo
, AkbarPribadi Brahmana Aji, te-tap nekat berusaha masukke Gaza. Sudah semingguupaya ini ditempuh, tapiperbatasan ditutup rapat.Inilah laporannya:Sore itu mestinya soreyang nikmat untuk tetirahatau menyeruput teh. Tapisaya memutuskan kembalimeluncur dari Al-Aris, kotaterdekat dari perbatasanyang jaraknya 50 kilometer,menuju Rafah dengan taksi.Belum juga sampai keRafah, tiba-tiba pandangansaya dikejutkan oleh rom-bongan truk-truk pembawabantuan untuk Palestinayang berbalik arah. Seribupertanyaan berputar di ke-pala: ada apa?“Itu berarti keadaan didalam (Gaza) tidak me-mungkinkan truk-trukbantuan itu masuk,” katasopir taksi yang membawasaya dari Al-Aris. “Sehing-ga mereka harus beristira-hat dulu di Al-Aris.”Di gerbang perbatasan,saya bergabung dengan duawartawan Maroko yangberusaha masuk ke Gaza.Tapi polisi Mesir yang ber-tugas tetap menggeleng.“Keselamatan Anda tang-gung jawab kami, jadi lebihbaik Anda datang besokpagi-pagi. Kalau memangkeadaan di dalam memung-kinkan, Anda kami persila-kan masuk,” kata polisi itu.Saya mulai meninggal-kan polisi yang masih ber-debat dengan dua jurnalisitu. Tiba-tiba,
blaaar
! Sua-ra keras datang, menggun-cang jantung. Badan sayabergetar.Duh, bom itu jatuh hanya200 meter dari saya. Duawartawan Maroko lari, ke-bingungan menyelamatkandiri. Di langit terlihat gum-palan asap kelabu dan apiyang berpijar-pijar. Suarabom seperti mencopot selu-ruh engsel tulang saya. Ka-ki saya lemas.Saya lihat ada yang aneh:hanya kami bertiga yang si-buk sembunyi. Orang-orang di perbatasan itu me-mandangi kami sambil ter-tawa geli. “Bagaimana kali-an mau masuk ke Gaza ka-lau mendengar bom darikejauhan saja kalian ber-sembunyi,” kata seorangpolisi sambil mesem.Setelah itu, seorang rema-ja Mesir mendekat dan me-nunjuk ke arah langit. “Itupesawat Israel,” kata pemu-da berumur 13 tahun yangmempunyai saudara di Gazaitu. Pesawat itu suaranyaberdesis-desis seperti ularderik. Sejurus kemudian, be-berapa bom keluar dari lam-bung pesawat.
Blaar. Blaar
.“Allahu akbar, Allahu ak-bar!” begitu orang-orangperbatasan itu berseru setiapkali bom meledak. LangitRafah kusam oleh asap hi-tam. Sesekali semburat apimenerangi angkasa. Suara-nya membuat lemas tubuhsaya. Dalam hati terpikir,“Bila di perbatasan saja se-ngeri ini, bagaimana anak-anak bisa tidur dengan gele-gar bom dan melihat ibunyabersimbah darah?”
Banjir Jakarta
Israel Cederai Staf PBB
LAPORAN DARI PERBATASAN GAZA
Berteman dengan Gelegar Bom
Sejumlah anak bermain di Ja-lan Perintis Kemerdekaan yangterendam air di Pedongkelan,Jakarta Utara, kemarin. Jalanutama ini lumpuh total sejakpagi akibat meluapnya SungaiSunter setelah hujan menggu-yur Jakarta empat hari ter-akhir.
TONY HARTAWAN (TEMPO)

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adnap Fu liked this
Aisyah Siti liked this
Asio Jambi liked this
Said Amin liked this
edwardbot liked this
Melissa Shi PiOt liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->