Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah seksual

makalah seksual

Ratings: (0)|Views: 3,914 |Likes:
Published by seara26

More info:

Published by: seara26 on Aug 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2013

pdf

text

original

 
BAB I
PENDAHULUAN1.1Latar BelakangMayoritas perempuan muda di sebagian besar wilayah dunia, mulaiaktif secara seksual pada umur belasan tahun. Proporsi kasarnya, diNegara-negara Amerika Latin dan Karibia sekitar setengah sampai duapertiga, di Negara-negara maju mencapai tiga perempat atau bahkanlebih, dan di berbagai nagara Afrika Sub-Sahara lebih dari 9 dalam 10.Pada sebagian masyarakat, perempuan melakukan hubungan sekspada masa remaja karena mereka diharapkan menikah dan melahirkananak pada usia muda. Pada masyarakat lainnya, pernikahan biasanyadilangsungkan pada usia sedikit lebih tua, tetapi seks pra-nikah sudahbiasa. Sebagian masyarakat dapat dipastikan sedang berada dalam masatransisi dari norma social yang satu ke yang lain. Terlepas dari norma yang mempengaruhi para perempuan usia muda,hubungan seksual yang dimulai pada usia belasan tahun mengandungresiko-resiko tertentu. Contohnya, para perempuan yang menikah padausia muda sering tidak bias banyak berbicara dalam pengambilankeputusan mengenai kesuburan dan kesempatan yang terbatas untukmengenyam pendidikan atau keterampilan kerja. Para perempuan yanghamil di luar nikah mungkin harus memutuskan apakah akanmenggugurkan kandungannya atau tetap mengasuh anaknya di luarperkawinan.Perempuan, baik yang menikah maupun tidak, sangat rentan terhadappenyakit menular seksual serta perempuan yang sering melahirkan padausia muda beresiko melemah kesehatannya.Para remaja dewasa ini, geberasi terbesar dalam usia 10-19 tahun didalam sejarah, beranjak dewasa di dunia yang sangat berbeda daripadadunia di waktu para orangtua mereka beranjak dewasa. Meskipun lajuperubahan berbeda di antara dan di dalam wilayah dunia, masyarakatberada di dalam keadaan kesempatan baru yang membingungkan bagipara pemuda.Perbaikan di bidang transportasi dan komunikasi membukakesempatan bagi para pemuda, bahkan yang tinggal di daerah-daerahterpencil mengenal orang-orang dengan tradisi dan nilai-nilai kehidupanyang berbeda, walaupun dunia semakain urban dan industrialisasimenawarkan godaan kemajuan dan kesempatan. Tetapi, tanpa pendidikandan latihan yang memadai, para remaja tidak akan mampu memenuhituntutan lingkungan pekerjaan modern, dan tanpa bimbigan orang tua,
 
masyarakat serta para pemimpin pemerintahan, para remaja mungkintidak siap untuk menilai hasil dari keputusan yang diambil mereka.Kendati demikian, di dunia berkembang, dimana kemiskinan luas danberkepanjangan, sejumlah keluarga mungkin terpaksa menggagalkanpendidikan anak-anak kalau tenaga mereka dibutuhkan untuk membanturumah tangga. Di sebagian besar Negara, 70-100% anak-anak mendaftardi sekolah dasar, tetapi lamanya waktu yang digunakan untuk belajar disekolah berbada sekali. Umpamanya, sementara 80% perempuan mudadi beberapa Negara berkembang memperoleh pendidikan dasar,sekurangnya tujuh tahun masa belajar, tetapi di banyak daerah AfrikaSub-Sahara hanya 25% atau kurang dari itu yang memperoleh pendidikanserupa.Pemerintah-pemerintah bertujuan untuk menyediakan pendidikandasar yang dapat diperoleh secara luas. Oleh sebab itu, perempuan mudadi hampir semua Negara boleh dikatakan lebih mungkin memperolehpendidikan dasar daripada yang dulu didapatkan oleh ibu mereka, dandidunia berkembang perbedaannya bias sangat besar. Misalnya, di Sudan,46% remaja berumur 15-19 tahun sudah menempuh tujuh tahun ataulebih masa sekolah, dibandingkan dengan 5% dari para wanita berumur40-44 tahun. Begitupun, disparitas, terutama di segi sosio-ekonomi dan dilingkungan kehidupan, masih bertahan. Di sebagian Negara berkembang,kemungkinan perempuan muda kota untuk memperoleh pendidikan dasaradalah 2-3 kali lipat dibanding dengan perempuan-perempuan yangberada di pedalaman. Jika para pembuat kebijakan dan perencana program akan membuatkeputusan atas dasar informasi mengenai kebutuhan-kebutuhanpendidikan, ekonomi dan kesehatan penduduknya, mereka harusmengantisipasi jumlah orang yang pada tahun-tahun mendatang akanberbagi-guna sumber-sumber negara dan apakah wilayah atau kelompokdemografi tertentu kemungkinan akan meluas atau menyempit. Untuk itumereka harus mengukur pola perilaku, dan karenanya sebagian besarnegara-negara menggunakan sensus atau survai contoh berskala besaruntuk mengumpulkan informasi mengenai perilaku kesehatan reproduksi,kesuburan perempuan, dan sebagian kecil lelaki dalam populasinya.Pengumpulan data seperti itu merupakan dasar bagi laporan InstitutAlan Guttmatcher
"Into A New World: Young Women's Sexual anReproductive Lives"
darimana ringkasan ini dipersiapkan. Laporan inimengkonsolidasi data dari 53 negara, 47 negara berkembang dan 6negara maju yang mewakili 75% populasi dunia.
 
Bagi 46 dari negara tersebut sumber data utama berasal dari survaiDemografi dan Kesehatan, satu program dari Badan PembangunanInternasional Amerika Serikat (U.S. Agency for InternationalDevelopment), yang membantu negara-negara berkembangmengumpulkan data yang mereka perlukan. Di negara-negara selebihnyaCina dan 6 negara industri dapat diperoleh survai pemerintah yangberisikan data banding.Sementara sejumlah rintangan masa remaja sifatnya sama bagisemua remaja, masa-masa remaja lebih sulit bagi kaum wanita. Meskipunsebagian usia 10-19 baru mulai mengalami perubahan-perubahan yangdatang bersama masa pubertas, banyak mulai mengalami hubunganseksual atau perkawanan. Dan setiap tahun, kira-kira 14 juta perempuanmuda berumur 15-19 melahirkan. Melahirkan anak pada usia remaja didunia berkembang adalah soal biasa, di mana proporsi yang telahmelahirkan anak pertama sebelum umur 18 biasanya antara seperempatdan setengah (Grafik 1). Sebaliknya, di dunia maju, dan di sebagian kecilnegara berkembang, kurang dari satu dalam 10 melahirkan anak pertamapada usia remaja.
Grafik 1: Proporsi wanita yang melahirkan anak pertama mereka sebelum usia 18 tahunberkisar dari 1% di Jepang sampai 53% di Niger.

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Esme Anggeriyane liked this
Yohana Rateh EP liked this
etha_empat liked this
sidneyvalent liked this
Prameswari Dian liked this
Putriani Putri liked this
Yuni Kartika added this note
kurang lengkap

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->