Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Status Hukum Anak Hasil Perkawinan Campuran Berdasarkan Hukum Indonesia

Status Hukum Anak Hasil Perkawinan Campuran Berdasarkan Hukum Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,525 |Likes:
Anak adalah subjek hukum yang belum cakap melakukan perbuatan hukum sendiri sehingga harus dibantu oleh orang tua atau walinya yang memiliki kecakapan. Pengaturan status hukum anak hasil perkawinan campuran dalam UU Kewarganegaraan yang baru, memberi pencerahan yang positif, terutama dalam hubungan anak dengan ibunya, karena UU baru ini mengizinkan kewarganegaraan ganda terbatas untuk anak hasil perkawinan campuran.

UU Kewarganegaraan yang baru ini menuai pujian dan juga kritik, termasuk terkait dengan status anak. Penulis juga menganalogikan sejumlah potensi masalah yang bisa timbul dari kewarganegaraan ganda pada anak. Seiring berkembangnya zaman dan sistem hukum, UU Kewarganegaraan yang baru ini penerapannya semoga dapat terus dikritisi oleh para ahli hukum perdata internasional, terutama untuk mengantisipasi potensi masalah.
Anak adalah subjek hukum yang belum cakap melakukan perbuatan hukum sendiri sehingga harus dibantu oleh orang tua atau walinya yang memiliki kecakapan. Pengaturan status hukum anak hasil perkawinan campuran dalam UU Kewarganegaraan yang baru, memberi pencerahan yang positif, terutama dalam hubungan anak dengan ibunya, karena UU baru ini mengizinkan kewarganegaraan ganda terbatas untuk anak hasil perkawinan campuran.

UU Kewarganegaraan yang baru ini menuai pujian dan juga kritik, termasuk terkait dengan status anak. Penulis juga menganalogikan sejumlah potensi masalah yang bisa timbul dari kewarganegaraan ganda pada anak. Seiring berkembangnya zaman dan sistem hukum, UU Kewarganegaraan yang baru ini penerapannya semoga dapat terus dikritisi oleh para ahli hukum perdata internasional, terutama untuk mengantisipasi potensi masalah.

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Aug 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/13/2010

pdf

text

original

 
1STATUS HUKUM ANAK HASIL PERKAWINAN CAMPURANBERDASARKAN HUKUM INDONESIAI. PENDAHULUANPerkawinan campuran telah merambah seluruh pelosok Tanah Air dankelas masyarakat. Globalisasi informasi, ekonomi, pendidikan, dantransportasi telah menggugurkan stigma bahwa kawin campur adalahperkawinan antara ekspatriat kaya dan orang Indonesia.[2] Menurutsurvey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club, jalur perkenalan yangmembawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lainadalah perkenalan melalui internet, kemudian bekas temankerja/bisnis, berkenalan saat berlibur, bekas teman sekolah/kuliah, dansahabat pena. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerjaIndonesia dengan tenaga kerja dari negara lain.[3] Dengan banyakterjadinya perkawinan campur di Indonesia sudah seharusnyaperlindungan hukum dalam perkawinan campuran ini diakomodirdengan baik dalam perundang-undangan di indonesia.Dalam perundang-undangan di Indonesia, perkawinan campurandidefinisikan dalam Undang-undang No.1 Tahun 1974 tentangPerkawinan, pasal 57 :
”Yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang
-undangini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk padahukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah
satu pihak berkewarganegaraan Indonesia.”
Selama hampir setengah abad pengaturan kewarganegaraan dalamperkawinan campuran antara warga negara indonesia dengan warganegara asing, mengacu pada UU Kewarganegaraan No.62 Tahun 1958.Seiring berjalannya waktu UU ini dinilai tidak sanggup lagimengakomodir kepentingan para pihak dalam perkawinan campuran,terutama perlindungan untuk istri dan anak.Barulah pada 11 Juli 2006, DPR mengesahkan Undang-UndangKewarganegaraan yang baru. Lahirnya undang-undang ini disambutgembira oleh sekelompok kaum ibu yang menikah dengan warganegara asing, walaupun pro dan kontra masih saja timbul, namunsecara garis besar Undang-undang baru yang memperbolehkan dwi
 
2kewarganegaraan terbatas ini sudah memberikan pencerahan barudalam mengatasi persoalan-persoalan yang lahir dari perkawinancampuran.Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuranadalah masalah kewarganegaraan anak. UU kewarganegaraan yanglama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal, sehingga anak yanglahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satukewarganegaraan, yang dalam UU tersebut ditentukan bahwa yangharus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. Pengaturan inimenimbulkan persoalan apabila di kemudian hari perkawinan orangtua pecah, tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknyayang warga negara asing.Dengan lahirnya UU Kewarganegaraan yang baru, sangat menarikuntuk dikaji bagaimana pengaruh lahirnya UU ini terhadap statushukum anak dari perkawinan campuran, berikut komparasinyaterhadap UU Kewarganegaraan yang lama. Secara garis besarperumusan masalah adalah sebagai berikut :1.Bagaimana pengaturan status hukum anak yang lahir dari perkawinancampuran sebelum dan sesudah lahirnya UU Kewarganegaraan yangbaru?2.Apakah kewarganegaraan ganda ini akan menimbulkan masalah bagianak?II. ANAK SEBAGAI SUBJEK HUKUMDefinisi anak dalam pasal 1 angka 1 UU No.23 Tahun 2002 tentangPerlindungan Anak adalah :
“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun,termasuk anak yang masih dalam kandungan.”
 Dalam hukum perdata, diketahui bahwa manusia memiliki statussebagai subjek hukum sejak ia dilahirkan. Pasal 2 KUHP memberipengecualian bahwa anak yang masih dalam kandungan dapat menjadisubjek hukum apabila ada kepentingan yang menghendaki dandilahirkan dalam keadaan hidup.[4] Manusia sebagai subjek hukum
 
3berarti manusia memiliki hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum.Namun tidak berarti semua manusia cakap bertindak dalam lalu lintashukum. Orang-orang yang tidak memiliki kewenangan atau kecakapanuntuk melakukan perbuatan hukum diwakili oleh orang lain.Berdasarkan pasal 1330 KUHP, mereka yang digolongkan tidak cakapadalah mereka yang belum dewasa, wanita bersuami, dan mereka yangdibawah pengampuan. Dengan demikian anak dapat dikategorikansebagai subjek hukum yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum.Seseorang yang tidak cakap karena belum dewasa diwakili oleh orangtua atau walinya dalam melakukan perbuatan hukum. Anak yang lahirdari perkawinan campuran memiliki kemungkinan bahwa ayah ibunyamemiliki kewarganegaraan yang berbeda sehingga tunduk pada duayurisdiksi hukum yang berbeda. Berdasarkan UU Kewarganegaraanyang lama, anak hanya mengikuti kewarganegaraan ayahnya, namunberdasarkan UU Kewarganegaraan yang baru anak akan memiliki duakewarganegaraan. Menarik untuk dikaji karena dengankewarganegaraan ganda tersebut, maka anak akan tunduk pada duayurisdiksi hukum.III. PENGATURAN MENGENAI ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURANA. Menurut Teori Hukum Perdata InternasionalMenurut teori hukum perdata internasional, untuk menentukan statusanak dan hubungan antara anak dan orang tua, perlu dilihat dahuluperkawinan orang tuanya sebagai persoalan pendahuluan[5], apakahperkawinan orang tuanya sah sehingga anak memiliki hubungan hukumdengan ayahnya, atau perkawinan tersebut tidak sah, sehingga anakdianggap sebagai anak luar nikah yang hanya memiliki hubunganhukum dengan ibunya.Sejak dahulu diakui bahwa soal keturunan termasuk status personal[6].Negara-negara common law berpegang pada prinsip domisili (ius soli)sedangkan negara-negara civil law berpegang pada prinsip nasionalitas(ius sanguinis).[7] Umumnya yang dipakai ialah hukum personal darisang ayah sebagai kepala keluarga (pater familias) pada masalah-masalah keturunan secara sah. Hal ini adalah demi kesatuan hukumdalam keluarga dan demi kepentingan kekeluargaan, demi stabilitasdan kehormatan dari seorang istri dan hak-hak maritalnya.[8] Sistem

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ocvan liked this
rusganda liked this
Ali Mustofa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->