Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
28Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LAPORAN RISET PSK

LAPORAN RISET PSK

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 8,003|Likes:
Published by lonte

More info:

Categories:Types, Research
Published by: lonte on Aug 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2013

pdf

text

original

 
1
Kontribusi PekerjaSeksKomersial dalamAktivitasEkonomi danAktivitasRumahTangga
( KasusPekerjaansebagai PenjajaSeksdi KecamatanRantauUtaradanKecamatanRantauSelatandi KabupatenLabuhanbatu)
YosBatubara Direktur EksekutifLembagaBinaMasyarakat Indonesi
PENDAH
ULUAN
Krisis ekonomi yang berdampak di Indonesia, yang mulai terasa sejak awal tahun1998selain langsungpadakehidupan ekonomi bangsa, jugasecarajelasberdampak terhadapberbagai aspek kehidupan masyarakat. Krisis ini sudah barang tentu mengakibatkanturunnya pendapatan nyata masyarakat yang diakibatkan antara lain oleh hilangnyakesempatan kerja. Kemudian, dampak lanjutan dari krisis ini tak lain adalah kerawananyangmenyangkut berbagai hal, salah satu di antaranyaadalah bidangekonomi dan sosial.Dengan adanya krisis ekonomi ini maka dapat meningkatkan jumlah pekerja sekskomersial (PSK). Terlebih di era penuh kemajuan seperti sekarang ini, tentunya sangatberagam macam jenis pekerjaan yang kita kenal. Dan hampir semua jenis pekerjaanmempunyai semangat mendapatkan imbalan, baik imbalan materi maupun immateri danadayangmengharapkan imbalan dari keduanya.Hal ini berdasarkam atas manusia yang diberi kebebasan untuk memilih jenispekerjaannya masing-masing sesuai dengan kemampuan dan kesenangannya. Tetapi hidupdi dunia ini tentunya tidak tanpa batasan. Paling tidak, kalaupun bukan kita sendiri yangmembatasi namun kita akan mendapatkan batasan-batasan tertentu misalnya batasan atasdasar norma sosial atau norma agama. Sehingga dari batasan seperti itu ada pekerjaan yangnampaknyamasih dalam batasboleh dilakukan dan adajugayangtidak boleh.Masalahnya, ketika sudah bicara mengenai batasan normatif, atau berkaitan denganrujukan aturan-aturan agama maka pandangan mengenai pekerjaan akan menjadi beragam.Tetapi, Kenyataannya, walau dengan batasan-batasan yang ada tidak sedikit orang pulayang memilih bekerja” sebagai PSK. Sebuah pekerjaan yang kontroversial dan saratmasalah, terutama masalah berkaitan dengan batasan tadi. Bukan berarti pula bahwa paraperempuan yang memilih pekerjaan ini tidak tahu batasan yang ada atau tidak peduli.Bahkan ada beberapa hasil penelitian menunjukan bahwa tidak sedikit dari perempuan yangmemilih menjadi PSK adalah orang-orang yang taat menjalankan sholat. Di sela-selakesibukan “pekerjaan”nya, mereka kerap melelehkan air mata di hadapan Tuhan-Nya danmengadukan nasibnya.Banyak faktor mengapaseseorangmenjalani pekerjaan sebagai PSK. Masyarakatpunmempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang pekerjaan itu yang tentu saja saratdengan pro dan kontra. Ada yang berpendapat bahwa pekerjaan sebagai pekerja seksadalahbagian dari penyakit sosial yaitu kemiskinan. Sehingga jika tidak setuju dengan pekerjaanPSK maka bukan PSK yang ditangkapi akan tetapi bagaimana masalah kemiskinan itusendiri yangdiatasi. Namun adapulayangmenanggapi bahwamasalah PSK bukan masalahkemiskinan akan tetapi masalah moralitas. Sehingga solusi bagi PSK adalah memang
 
2
dengan menyadarkan untuk tidak lagi bekerja sebagai PSK akan tetapi bekerja di bidangpekerjaan lain. Bahkan masalah lokalisasi bagi parapekerjaseksinipun sesungguhnyabukansolusi satu-satunya. Meskipun idelokalisasi bukan ideyang berdiri sendiri, namun ia sangatterkait dengan bisnis yang tentunya akan melibatkan banyak orang selain pekerja seks itusendiri.Karena bagaimanapun jugasebagai sebuah pekerjaan yang jelasmenghasilkan upah,pekerjaseksjelasmasuk sebagai pekerjaan. Namun di sisi lain, pekerjaan ini memangsangatsarat dengan masalah yang juga membahayakan si pekerjanya seperti kekerasan,penindasan, pelecehan bahkan penyakit menular yangmengundangmaut.Menghapuskan sama sekali kegiatan para PSK seperti misalnya rencana penutupanlokalisasi atau operasi penertiban tampaknya tidak mungkin. Justru ini akan menimbulkandampak lain dan tidak menyelesaikan masalah. Barangkali yang paling mungkin adalahtindakan agar dampak negatif yang ditimbulkannya tidak meluas ke masyarakat, misalnyadampak kesehatan yaitu munculnya Penyakit Menular Seksualitas (PMS) termasuk HIV-AIDS dicegah melalui penggunaan kondom. Untuk itu perlu dipahami latar belakang danmotivasi merekamenjadi PSK ; apakah oleh faktor ekonomisakibat krisis, faktor psikologis,biologis, bahkan mungkin politis. Demikian pula motivasi dan alasan mereka menggunakandan tidak menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual dengan pelanggannya.Kemudian bagaimanakarakteristik merekadalam lingkungan rumah tanggadan masyarakat; apakah mereka berterusterang kepada keluarga dan lingkunganya sebagai PSK. Selain itubagaiman pola alokasi waktu mereka pada aktivitas ekonomi dan aktivitas rumahtangganya. Dan terahir, berapa banyak kontribusi yang mereka berikan untuk rumah tanggaataspendapatan sebagai PSK. Tulisan ini merupakan hasil penelitian tahun 2007.
METODOLOGIDesainStudi
Penelitian bersifat studi eksploratif atau bersifat penggalian dengan metodapengumpulan data kualitatif terutama dengan menggunakan pemahaman langsung dantidak langsung. Sumber data yaitu orang-orang yang diminta memberikan informasi yaituresponden. Responden pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentangapa yang ia ketahui dan juga sedapat mungkin tentang apa yang ia alami. Maka penelitianlebih banyak tergantung pada bahasa responden. Selain informasi diri, responden jugadiharapkan dapat memberikan keterangan lain.Metode penelitian yang akan dilaksanakan adalah metode
Survei 
. Penelitiandilaksanakan pada beberapa tempat yang di duga sebagai tempat mangkal dan jugalokalisasi di 2 (dua) kecamatan (Kecamatan Rantau Utara dan Kecamatan Rantau Selatan).Lokasi penelitian ini dipilih secara purposive berdasarkan pertimbangan bahwa duakecamatan ini adalah sentrapemerintahan Kabupaten Labuhanbatu.
SasaranPenelitiandanTehnik PengumpulanData
Sasaran utama penelitian ini adalah wanita yang berprofesi sebagai PSK, yaitumereka yang berpraktek liar dan selalu mangkal di hotel, salon, dan café. Sasaran penelitianlain adalah mucikari (germo) atau orang-orang yang diasumsikan mengetahui praktekkeseharian wanita penjaja seks. Penentuan responden dilakukan melalui pendekatan lokasiyangdidugasebagai sentinel dan dipilih secarapurposif. Pemilihan sasaran dilakukan secara
 
3
insidental. Semua PSK pada saat pelaksanaan penelitian mendapatkan kesempatan yangsamauntuk diambil sebagai sampel penelitian.Jumlah sampel ditentukan secara kuantum yaitu 10 orang PSK yang berparkatek dibeberapa hotel di Kecamatan Rantu Utara, 5 orang PSK yang mangkal dan praktek dibeberapa salon di Kecamatan Rantau Utara dan 10 orang yang mangkal di beberapa cadiKecamatan Rantau Selatan. Pengumpulan data lebih ditekankan melalui wawancara yaituberupa dialog secara individu maupun kelompok menggunakan pertanyaan- pertanyaanbebas agar informan mengutarakan pandangan, pengetahuan, perasaan serta sikap danperilaku berupapengalaman pribadi yangberkaitan dengan profesi sebagai PSK.Selain itu metoda pengamatan digunakan untuk melengkapi data terutama yangtidak dapat terkumpul melalui wawancara meliputi data fisik dan perilaku keseharian PSKterutama saat menjalankan profesinya. Dalam pengamatan, peneliti berupaya melibatkandiri dalam kehidupan obyek yang diteliti yaitu PSK. Data yang dikumpulkan meliputikarakteristik sosial demografi, motivasi dan lama menjadi PSK, cara membagi waktu untukkeluarga, penyaluran dan penggunaan penghasilan, perilaku yang berkaitan dengan risikotertular PMS termasuk HIV-AIDS yang meliputi pengetahuan, sikap dan perilakupenggunaan kondom, modustransaksi jasa dan frekuensi hubungan seksual, latar belakangsosial dan pengaruh lingkungan atau rumah tangga.Data diperoleh langsung dari informan yang terdiri dari PSK, mucikari (germo) danorang-orang kunci yang diasumsikan mengetahui kegiatan/ praktek keseharian PSK Selainitu datasekunder jugadiperoleh dari keterangan instansi terkait seperti Satpol PamongPrajadan Bagian Sosial Setkab dan sumber lain. Dari berbagai gambaran obyektif yangdiperoleh,diadakan interpretasi menggunakan beberapa teori perilaku PSK dan teori perubahan sosial
(social change).
HASIL DAN PEMBAHASANLatarbelakangkarakteristik sosial demografi
Latar belakang karakteristik sosial demografi meliputi daerah asal, usia, pendidikan,pekerjaan, penghasilan serta alasan atau motivasi menjadi PSK dan pengetahuan tentangPMS, lamamenjadi PSK, caramembagi waktu untuk keluarga, penyaluran dan penggunaanpenghasilan, perilaku yang berkaitan dengan risiko tertular PMStermasuk HIV-AIDSyangmeliputi pengetahuan, sikap dan perilaku penggunaan kondom, modus transaksi jasa danfrekuensi hubungan seksual, latar belakang sosial dan pengaruh lingkungan atau rumahtangga.Para PSK yang ditemui dan berhasil diwawancarai baik di lokasi penelitian diKecamatan Rantau Utara dan Kecamatan Rantau Selatan asalnya sangat heterogen,umumnya berasal dari Kabupaten Labuhanbatu ada juga yang dari daerah KabupatenAsahan dan Bagan Batu. Sesuai dengan yang diharapkan, PSK yang berhasil diwawancaraiuntuk daerah penelitian di Kecamatan Rantau Utara berjumlah 15 orang, dan di lokasipenelitian di Kecamatan Rantau Selatan 10orang.Daerah asal 15 PSK yang ditemui dan diwawancarai di beberapa hotel dan salon diKecamatan Rantau Utara sebagian besar berasal dari Kabupaten Labuhanbatu sepertiRantauprapat, Sigambal, Aek Nabara, dan Aek Kanopan. Sebahagian kecil dari Kabupaten

Activity (28)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ecan On Sephen liked this
Wenny Mevita liked this
usmanyasin liked this
Dde Syg Mas liked this
Agus Phutut liked this
JEALOUS1188 liked this
Rahmat Hidayat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->