Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ulama Saudi Bolehkan Muslimah Tak Bercadar

Ulama Saudi Bolehkan Muslimah Tak Bercadar

Ratings: (0)|Views: 2|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Anjuran itu dilontarkan al-Garni terkait kontroversi pemakaian cadar dan jubah - yang populer disebut burqa atau niqab - di sejumlah negara di Eropa. Pemerintah dan para politisi di Prancis, Belgia, dan Spanyol tengah berencana untuk melarang perempuan memakai kostum yang menutup semua tubuh mereka - hingga di bagian wajah - di tempat-tempat umum.
Anjuran itu dilontarkan al-Garni terkait kontroversi pemakaian cadar dan jubah - yang populer disebut burqa atau niqab - di sejumlah negara di Eropa. Pemerintah dan para politisi di Prancis, Belgia, dan Spanyol tengah berencana untuk melarang perempuan memakai kostum yang menutup semua tubuh mereka - hingga di bagian wajah - di tempat-tempat umum.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Dec 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

 
Ulama Saudi Bolehkan Muslimah Tak Bercadar
Seorang perempuan di Prancis berjalan dengan mengenakan burka (kanan)
VIVAnews
 - Seorang ulama populer di Arab Saudi menyatakan sah-sah saja bila muslimah tak harus menutup wajah bila berada di negara-negara yang melarang  pemakaian cadar di tempat umum. Ini bisa dilakukan agar mereka tidak dilecehkan publik setempat. Pernyataan itu dilontarkan Sheik Aedh al-Garni. Kita jangan mempertentangkan masyarakat di negara mereka atau tempat lain, kata al-Garni seperti dikutip oleh harian Saudi, al-Hayat, Sabtu 24 Juli 2010.
 
Akan lebih baik bagi kaum Muslimah untuk memperlihatkan wajah mereka bila ada larangan memakai cadar di tempat mereka tinggal sehingga terhindar dari reaksi atau dampak negatif atau pelecehan dan lain-lain, lanjut al-Garni.
 
Anjuran itu dilontarkan al-Garni terkait kontroversi pemakaian cadar dan jubah - yang  populer disebut burqa atau niqab - di sejumlah negara di Eropa. Pemerintah dan para  politisi di Prancis, Belgia, dan Spanyol tengah berencana untuk melarang perempuan memakai kostum yang menutup semua tubuh mereka - hingga di bagian wajah - di tempat-tempat umum.
 
Parlemen Majelis Rendah di Prancis bahkan telah menyetujui pelarangan burqa, akan  berlaku secara sah bila disetujui oleh Senat pada September mendatang.
 
Alasannya, pemakaian jubah seperti itu melanggar estetika dan dianggap sebagai simbol  pengekangan atas perempuan. Namun, bagi sebagian umat Muslim, pemakaian burqa atau niqab patut dilakukan para muslimah untuk menutup aurat.
 
Al-Garni menyayangkan bahwa gaya berpakaian ini sampai menjadi masalah yang serius  bagi pemerintah dan parlemen Prancis. Itu sikap yang tidak logis dan tidak masuk akal  bagi pemerintah Prancis untuk menerapkan [larangan] demikian, kata al-Garni.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->