Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
81Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Seminar Auditing

Tugas Seminar Auditing

Ratings: (0)|Views: 5,511 |Likes:
Published by irvamimovic
RANGKUMAN AUDIT INTERNAL, MATERIALITAS, RISIKO AUDIT, KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (AUDIT WORKING PAPERS), PEMERIKSAAN SUBSEQUENT EVENTS DAN PENYELESAIAN PEMERIKSAAN, SURAT KOMENTAR TERHADAP PENGENDALIAN INTERNAL
(Management Letter) DAN SURAT PERNYATAAN LANGGANAN
(Client Representation Letter)

RANGKUMAN AUDIT INTERNAL, MATERIALITAS, RISIKO AUDIT, KERTAS KERJA PEMERIKSAAN (AUDIT WORKING PAPERS), PEMERIKSAAN SUBSEQUENT EVENTS DAN PENYELESAIAN PEMERIKSAAN, SURAT KOMENTAR TERHADAP PENGENDALIAN INTERNAL
(Management Letter) DAN SURAT PERNYATAAN LANGGANAN
(Client Representation Letter)

More info:

Published by: irvamimovic on Aug 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
AUDIT INTERNAL
Fungsi Internal Audit adalah salah satu fungsi penting di suatu perusahaan. InternalAuditor kadang-kadang dipandang sebelah mata oleh kolega dari unit lain karena dianggap tidak  professional, hanya mencari-cari kesalahan saja. Padahal Internal Audit mempunyai peranstrategis dalam membawa kepentingan perusahaan, bahkan mungkin pemegang saham untuk memastikan setiap unit di dalam perusahaan berjalan dengan baik.Definisi / pengertian internal1.Pengertian Menurut Sawyer Internal audit adalah suatu fungsi penilaian independen yang dibentuk dalam suatu organisasiuntuk mengkaji dan mengevaluasi aktivitas organisasi sebagai bentuk jasa yang diberikan bagi organisasi.2.Pengertian Menurut Institute of internal AuditoInternal audit adalah suatu aktivitas independen, yang me mberikan jaminan keyakinan sertakonsultasi yang dirancang untuk memberikan suatu nilai tambah serta meningkatkan kegiatanoperasi organisasi. Internal auditing membantu organisasi dalam usaha mencapai tujuannyadengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk mengevaluasi danmeningkatkan keefektivan manajemen resiko, pengendalian dan proses pengaturan dan pengelolaan organisasi.
Model COSO
terbit pertama kali tahun 1992 yang mendefiniskan pengendalian intern sebagai suatu prosesyang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen dan pegawai lainnya yang didesain untuk memperoleh keyakinan yang memadai terkait dengan tujuan:a. efektivitas dan efisiensi dari aktivitas operasi. b. kehandalan dari pelaporan keuangan.c. ketaatan peraturan perundangan dan kebijakan terkait.SPI menurut COSO terdiri dari lima komponen yakni lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, komunikasi dan informasi, pengawasan dan penilaian atas risiko. Dalamrancangan peraturan pemerintah (RPP) Sistem Pengendalian Intern Di Lingkungan Pemerintah,kelima komponen tersebut dikenal dengan standar yang harus dipedomi dalam kegiatanorganisasi:
 
1. Lingkungan pengendalian (control environment)Standar pertama: " manajemen dan seluruh pegawai harus menciptakan (estanblish) danmemelihara lingkungan dalam keseluruhan organisasi yang menimbulkan prilaku positif danmendukung terhadap pengendalian intern dan manajemen yang sehat (conscientious).2. Penilaian risiko (risk assessment)Standar kedua: " pengendalian intern harus menyediakan penilaian risiko yang dihadapiorganisasi baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar organisasi".3. Kegiatan pengendalian (control activities)Standar ketiga: " Aktivitas pengendalian intern membantu memastikan bahwa arahanmanajemen dilaksanakan. aktivitas pengendalian harus efektif dan efisien mencapai tujuan pengendalian intern"4. Informasi dan komunikasi (information and communication)Standar keempat: " informasi harus dicatat dan dikomunikasikan kepada manajemen dansatuann kerja lainnya dalam suatu entitas yang membutuhkannya dan dalam bentuk dan jangka waktu yang memungkinkannya menyelenggarakan pengendalian intern dantanggungjawab lainnya".5. Pemantauan (monitoring)Standar kelima:"pemantauan pengendalian intern harus selalu menilai kualitas kinerja danmemastikan bawha temuan audit atau reviu lainnya diselesaikan tepat waktu".
 
Auditor InternalAuditor Eksternal
Merupakan karyawan perusahaan atau bisa sajamerupakan entitas independen.Melayani kebutuhan organisasi, meskipunfungsinya harus dikelola oeleh perusahaan.Fokus pada kejadian kejadian masa depandengan mengevaluasi kontrol yang dirancanguntuk meyakinkan pencapaian tujuan organisasi.Langsung berkaitan dengan pencegahankecurangan dalam segala bentuknya atau perluasan dalam setiap aktivitas yang ditelaahIndependen terhadap aktivitas yang diaudit, tetapisiap sedia untuk menanggapi kebutuhan dankeinginan dari semua tingkatan manajemenMenelaah aktivitas secara terus - menerusMerupakan orang yang independen diluar  perusahaan.Melayani pihak ketiga yang memerlukaninformasi keuangan yang dapat diandalkan.Fokus pada ketepatan dan kemudahan pemahamandari kejadian kejadian masa lalu yangdinyatakan dalam laporan keuangan,Sekali sekali memerhatikan pencegahan dan pendeteksian kecurangan secara umum,namunakan memberikan perhatian lebih bilakecurangan tersebut akan mempengaruhi laporankeuangan secara material,Independen terhadap manajemen dan dewandireksi baik dalam kenyataan maupun secaramentalMenelaah catatan catatan yang mendukunglaporan keuangan secara periodik, biasanya sekalisetahun
 
MATERIALITAS, RISIKO AUDIT & KERTASKERJA PEMERIKSAAN (AUDIT WORKINGPAPERS)
PENGERTIAN MATERIALITAS
Materialitas adalah besarnya nilai yang dihilangkan atau salah saji informasiakuntansi,yang dilihat dari keadaanyang melingkupinya, dapat mengakibatkan perubahan atas atau pengaruh terhadap pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan terhadap nformasitersebut, karena adanya enghilangan atau salah saji itu.Berdasarkan pertimbangan biaya-manfaat, auditor tidak mungkin melakukan pemeriksaan atas semua transaksi yang dicerminkan dalam laporan keuangan, auditor harusmenggunakan konsep materialitas dan konsep risiko audit dalam menyatakan pendapat ataslaporan keuangan auditan. Konsep materialitas berkaitan dengan seberapa salah saji yangterdapat dalam asersi dapat diterima oleh audiotr agar pemakai laporan keuangan tidaterpengaruh oleh besarnya salah saji tersebut. Konsep risiko audit berkaitan dengan risikokegagalan auditor dalam mengubah pendapatnya atas laporan keuangan yang sebenarnya berisisalah saji material.Materialitas dibagi menjadi 2 golongan :1. Materialitas pada tingkat laporan keuangan2. Materialitas pada tingkat saldo akun
PENGERTIAN RISIKO AUDIT
Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yangmengandung salah saji material.Terdapat 3 unsur risiko audit:1.Risiko Bawaankerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu salah saji material,dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur pengendalian intern yang terkait.2.Risiko Pengendalianrisiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak dapat dicegah ataudideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern entitas.3.Risiko Deteksirisiko sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalamsuatu asersi.Risiko audit digolongkan menjadi 2 :1. Risiko audit keseluruhan2. Risiko audit individual

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->