Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Kepemimpinan Dalam Pendidikan (1)

Pengertian Kepemimpinan Dalam Pendidikan (1)

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by Lisa White

More info:

Published by: Lisa White on Dec 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2014

pdf

text

original

 
1
PENGERTIAN KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN
(
Telaah Pendekatan Fenomenologis Kritisis Kepemimpinan 
)
Oleh : Abdul Rohman
 
A.
 
Pendahuluan
Sejarah pertumbuhan peradapan manusia banyak menunjukkan bukti  bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan keberlangsungan organisasi (baca: lembaga pendidikan) adalah kuat tidaknya kepemimpinan. Kegagalan dan keberhasilan suatu organisasi banyak ditentukan oleh pemimpin karena pemimpin merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh organisasi menunju tujuan yang akan dicapai. Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Siagian bahwa arah yang hendak ditempuh oleh organisasi menuju tujuan harus sedemikian rupa sehingga mengoptimalkan pemanfaatan dari segala sarana dan prasarana yang tersedia. Arah yang dimaksud tetuang dalam strategi dan taktik yang disusun dan dijalankan oleh organisasi bersangkutan. Perumusan serta penentu strategi dan taktik adalah pemimpin dalam organisasi tersebut.
1
 Banyak hasil studi yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang terdapat dalam setiap organisasi merupakan faktor yang berhubungan dengan setiap organisasi merupakan faktor yang berhubungan dengan produktifitas dan efektivitas organisasi. Sutermeister mengemukakan ada beberapa factor determinan terhadap produktifitas kerja antara lain iklim kepemimpinan (
leadership climate
), tipe kepemimpinan (
type of leadership
), dan pemimpin (
leaders
) dari 33 faktor lain yang berpengaruh.
2
 Agar pembahasan ini tidak  bias, maka discursus yang kami lakukan hanya pada persolan pemimpin, dengan merumuskan sebagai berikut:
1
 Sondang P. Siagian
 , Manajemen Strategik 
 (Jakarta: Bumi Aksara, 1994),49
2
 E. Mulyasa,
Menajemen Berbasis Sekolah: Konsep, Strategi, dan Implementasi 
 (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), 117
 
2
1.
 
Pengertian kepemimpinan pendidikan 2.
 
Komponen-komponen kepemimpinan pendidikan 3.
 
Telaah kritis fenomonologi kepemimpinan pendidikan 4.
 
Spiritual leadership: the problem solver pendidikan
B.
 
Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
Banyak Definisi mengenai kepemimpinan yang dikemukakan oleh para  pakar menurut sudut pandang masing-masing, tergantung pada perspektif yang digunakan. Kepemimpinan dapat didefinisikan berdasarkan penerapannya pada  bidang militer, olahraga, bisnis, pendidikan, industri dan bidang-bidang lainnya. Ordway Tead memberikan rumusan
"Leadership is the activity influencing people to cooperate some good which they come to find desirable" 
. Kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama guna mencapai tujuan tertentu yang diinginkan.
3
 Sarros dan Butchatsky (1996), "
leadership is defined as the purposeful behaviour of influencing others to contribute to a commonly agreed goal for the benefit of individual as well as the organization or common good" 
. Menurut definisi tersebut, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi. Demikian juga, Slamet santosa mendefinisikan kepemimpinan sebagai "usaha untuk mempengaruhi anggota kelompok agar mereka bersedia menyumbangkan kemampuannya lebih banyak dalam mencapai tujuan kelompok yang telah disepakati".
4
 Menurut Ngalim Purwanto "Kepemimpinan sebagai suatu bentuk persuasi, suatu seni pembinaan kelompok orang-orang tertentu, biasanya melalui
'human relations
' dan motivasi yang tepat, sehingga
3
 Wursanto,
Dasar-Dasar Ilmu Organisasi 
 (Yogyakarta: Andi, 2003), 196
4
 Slamet Santosa,
Dinamika Kelompok 
 (Jakarta: Bumi Aksara, 2004),44
 
3
tanpa adanya rasa takut mereka mau bekerja sama dan membanting tulang memahami dan mencapai segala apa yang menjadi tujuan-
tujuan organisasi”
5
 Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain:
Pertama
: kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (
 followers)
. Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan ada  juga.
Kedua:
 seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (
his or herpower 
) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Sementara itu berdasarkan Undang-Undang RI No. 20 Th 2003,  pendidikan bermakna usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana  belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dipeerlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
6
 Dus, kepemimpinan dalam pendidikan dapat dimaknai suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Secara sederhana kepemimpinan pendidikan dapat diartikan adalah pihak-pihak yang menentukan tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan undang-undang.
5
 M. Ngalim Purwanto,
 Administrasi Pendidikan
 (Jakarta, Mutiara Sumber Bening Kecerdasan,1993) 26
6
 UUSPN No. 20 Tahun 2003, bab I, pasal 1

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->