Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
48Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prosedur Penskoran Uji Kompetensi

Prosedur Penskoran Uji Kompetensi

Ratings:

2.5

(2)
|Views: 7,884|Likes:
Published by DPD IPBI Jatim
Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.
Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi seni merangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.

More info:

Published by: DPD IPBI Jatim on Aug 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/07/2014

pdf

text

original

 
PROSEDUR PENSKORAN /PENILAIAN UJI KOMPETENSI
Tata cara dan proses penskoran hasil Uji Kompetensi senimerangkai bunga dan desain floral yang bersifat OBAD.
6/22/2009DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia PusatAndy Djati Utomo, S.Sn. AIFD
PENSKORAN
 
PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
PEMBAHASAN AWAL :Samakah makna nilai 80 yang diperoleh peserta didik untuk jenis pendidikan yang samadari guru / sekolah / tempat kursus yang berbeda ? Adilkah? Uji Kompetensi berlaku nasional,sehingga dalam kurun waktu yang sama, bila standar acuan yang dipakai masih sama,seharusnya standar kualitas lulusan adalah sama. Hal itu membutuhkan suatu sistematika penilaian yang mampu memberikan standar yang sama. Hal itu dapat dicapai antara laindengan adanya penskoran.TUJUAN PENILAIAN:Memberikan skor sesuai dengan dan kemampuan peserta ujian melalui hasil ujian / tes(tertulis, lisan, dan atau praktek).KRITERIA KOMPETEN:
Mampu memahami konsep yang mendasari standar kompetensi yang harus dikuasai /dicapai.
Mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan tuntutan standar kompetensi yang harusdicapai dengan cara dan prosedur yang benar serta hasil yang baik.
Mampu mengaplikasikan kemampuannya dalam kehidupan sehari - hari (di dalammaupun di luar sekolah / kursus).SIKAP PENGUJI DALAM PENSKORAN
OBJEKTIF: Menskor sesuai dengan jawaban / kriteria yang ada.Dalam dunia merangkai bunga yang terkait erat dengan seni dan selera, setiap pengujidiharapkan menghindari memasukkan selera atau kesukaan penguji ke dalam penilaian peserta ujian. Hal ini terutama sering terjadi dalam beberapa hal seperti keserasian warna,dan hasil keseluruhan rangkaian.
ADIL: Berlaku sama bagi setiap peserta tes tanpa membeda–bedakan satu sama lain.Dalam banyak kasus penguji dan peserta ujian saling kenal, dan hal tersebut seringmempengaruhi hasil akhir penilaian. Penguji juga seharusnya tidak membedakan faktor lokasi ujian (ibukota / kota besar dan daerah), karena standarisasi kompetensi berskalanasional.
BAB I
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia PusatPage 2
 
PROSEDUR PENSKORAN / PENILAIAN UJI KOMPETENSI
PENDAHULUAN
A.Pengertian
Dalam melakukan penskoran terhadap hasil uji kompetensi peserta didik kursus dan pelatihan serta warga masyarakat yang belajar mandiri, sangat ditentukan pada jenis tes,yaitu tertulis atau praktik dan bentuk soal objektif atau uraian yang dipergunakan. Karena baik jenis tes maupun bentuk soal masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.Misalnya jenis tes tertulis akan berbeda dengan jenis tes praktik yang proses penskorannyamelalui pengamatan. Bentuk soal objektif akan berbeda dengan bentuk soal uraian. Bentuk soal objektif materi yang ditanyakan lebih luas dan rinci dibandingkan dengan materi yangditanyakan dalam bentuk soal uraian. Proses penskorannya pun berbeda. Bentuk soal uraianakan lebih rumit dan memerlukan ketelitian dibandingkan dengan penskoran bentuk soalobjektif yang lebih mudah. Jadi setiap jenis tes dan bentuk soal masing-masing memilikikelebihan dan kekurangan dalam prosedur penskoran lembar jawaban peserta ujikompetensi.Oleh karena itu, “Moto” penguji/pemeriksa hasil uji kompetensi adalah OBAD(Objektif dan Adil). Objektif artinya menskor sesuai dengan jawaban yang ada, sedangkanadil adalah berlaku sama bagi setiap peserta tes (tidak membeda-bedakan satu sama lain).
B.Alur Penskoran Hasil Uji Kompetensi
Alur penskoran hasil uji kompetensi adalah seperti berikut ini.
C.Penggabungan Nilai
Penggabungan nilai adalah penggabungan nilai hasil ujian tertulis dan praktik. Apabilahasil nilai kedua jenis ujian itu digabung, masing-masing jenis ujian harus diberi bobotsesuai dengan kedalaman dan keluasan materi yang diujikan dan tingkat kesulitannya.Karena setiap jenis tes/ ujian tertulis/praktik dan bentuk soal (objektif/ uraian) memilikikarakteristik yang tidak sama, nilai akhirnya tidak bisa dijumlahkan begitu saja sebelummasing-masing diberi bobot terlebih dahulu. Bobot merupakan besaran nilai (persentase)yang menggambarkan perbandingan antarjenis tes atau antar bentuk soal. Berikut inidiberikan contoh perhitungan nilai akhir untuk tes tertulis: (bentuk objektif, uraian) dan tes praktik.
DPP Ikatan Perangkai Bunga Indonesia PusatPage 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->