Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TAHIYAT GERAK TELUNJUK

TAHIYAT GERAK TELUNJUK

Ratings: (0)|Views: 2,286 |Likes:
Published by Subhan Nurdin

More info:

Published by: Subhan Nurdin on Aug 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
ANALISA HADITS TAHIYYAT MENGGERAKKAN TELUNJUK http://subhan-nurdin.blogspot.comSatu Kaedah Dalam Cabang Ilmu Hadits"Celaan/mendho’ ifkan suatu hadits di dahulukandaripada pujian/menshohihkan suatu hadits"Maksud dari kaedah ini adalah : bila satu haditsterdapat dalam sanadnya seorang rowi yang didho’ifkan (dilemahkan) oleh ahli hadits karenakurang syarat-syarat keadilannya atau ada cacatpribadinya, maka meskipun ada ahli hadits yangmemuji dan men-shohihkannya maka menurutqaedah di atas yang mendho’ifkannya di dahulukan(yakni tidak boleh di pakai haditsnya sebagai hujjahkarena dilemahkan).contoh hadits di bawah ini" Nabi menggerakkan gerakkan jari telunjukkanannya pada duduk tasyahud dari awal bacaanhingga akhir "{HSR Ahmad, Abu daud, Nasa’i, dan lain-lain}dalam rangkaian sanad hadits di atas terdapatseorang rowi bernama "’Aashim bin kulaib bin syihab". Rowi ini menurut ibnul madini dia "infarada" yaknidia menyendiri dalam periwayatannya, jadi hadits
1
 
tidak bisa dijadikan hujjah. menurut yahya alqoththan dia buruk hafalannya.sementara ahli hadits yang lain menerima rowiAashim bin kulaib bin syihab ini sebagai rowi yangtsiqoh antaranya adalah :1. imam ahmad bin hambal, mengatakan "tidakmengapa dengan hadits-nya" (boleh diterima)2. Ibnu ma’in , mengatakan orang yang kuatterpercaya dan amanat. ini satu istilah bagi sifat rowiyang maqbul dan dijadikan hujjah3. Imam nasa’i mengatakan dia orang yangterpercaya dalam menerima dan menyampaikanhaditsmaka persoalan dalam qaedah "Al Jarh Muqaddamunala ta’dil" yakni mencacatkan atau melemahkansuatu hadits di dahulukan daripada yang memujiatau menshohihkandalam masalah ini perlu di ketahui beberapakesimpulan ahli hadits1. apabila yang men-jarh-kan (melemahkan)menjelaskan alasan-alasan dari sifat rowinya tentangkelemahan dengan lafaz-lafaz :
2
 
"dia sering berdusta atau tertuduh dusta, penipu danpendusta hadits dan dia orang yang fasiq’maka dalam hal ini dahulukanlah hadits yang men- jarhkannya atau yang melemahkan dan tidakmenerima haditsnya.2. apabila ahli hadits menjarhkan atau melemahkanseorang rowi tetapi tidak menerangkan sifat-sifat dansebab-sebab kelemahannya, akan tetapi tidak ada juga seorang ahli hadits pun yang memujinya ataumeshohihkannya, maka yang men-jarh-kan(melemahkan) didahulukan.3. apabila ahli hadits men-jarh-kan (melemahkandengan tidak menerangkan sebab-sebab dan sifatkelemahan nya seorang rowi, sementara ada ahlihadits yang memuji dan menshohihkan rowitersebut, maka dahulukan yang memuji ataumenshohihkannya.maka dalam kasus sanad Aashim bin kulaib binsyihab adalah dapat dipakai sebagai hujjah, sebab Jarh (melemahkan) sanad beliau tidak dapat dipakaikarena beliau adalah rowi yang maqbul (bisaditerima).Apa lagi dia seorang rowi yang dipakai oleh imammuslim, sudah maklum seluruh sanad bukhori danmuslim shohih dan tsiqoh.
3

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nay Inay liked this
dehasri liked this
Faisal Iechal liked this
Asnal Bebang liked this
Bakhtiar M Rum liked this
Wawan Setiawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->