Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Air Dan Mulas Cabe Pada Vertisol

Air Dan Mulas Cabe Pada Vertisol

Ratings: (0)|Views: 2,069|Likes:
Published by mysohib

More info:

Published by: mysohib on Aug 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2010

pdf

text

original

 
Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 4
 
(1) (2003) pp 41-49
KAJIAN PEMBERIAN AIR DAN MULSATERHADAP IKLIM MIKRO PADA TANAMAN CABAIDI TANAH ENTISOL
Noorhadi & SudadiFakultas Pertanian UNS Surakarta
Modifikasi iklim mikro di sekitar tanaman hortikultura merupakan suatu usaha agartanaman yang dibudidayakan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kelembabanudara dan tanah, suhu udara dan tanah merupakan komponen iklim mikro yang sangatmempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan masing-masing berkaitan mewujudkankeadaan lingkungan optimal bagi tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume pemberian air danmacam mulsa serta interaksinya terhadap iklim mikro pada tanaman cabai (
Capsicumannuum L
) di tanah entisol. Dilaksanakan di daerah Karangasem Surakarta padaketinggian 106 meter di atas permukaan laut, pada bulan September – Nopember 2002.Penelitian ini merupakan penelitian kausal yang dilaksanakan dengan eksperimenfaktorial yang menggunakan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL)dengan 2 faktor perlakuan. Faktor I terdiri dari 3 taraf volume pemberian air : (V1) 1 literper tanaman per hari, (V2) 2 liter per tanaman per hari, (V3) 3 liter per tanaman per hari;faktor II terdiri dari 3 taraf yaitu : (M1) Tanpa mulsa, (M2) mulsa jerami padi 6 ton/ha, (M3)mulsa plastik hitam perak. Analisis atatistik yang digunakan adalah F-test dan DMRTpada taraf 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan volume pemberian air berpengaruhsangat nyata terhadap penurunan suhu udara, peningkatan kelembaban tanah dan udara,peningkatan tinggi tanaman serta memperlebar luas daun. Pada perlakuan mulsaberpengaruh sangat nyata terhadap penurunan suhu tanah dan suhu udara, peningkatankelembaban udara dan peningkatan tinggi tanaman dan menambah luas daun. Dari keduaperlakuan tersebut menunjukkan adanya interaksi dengan menurunkan suhu udara sertadapat meningkatkan tinggi tanaman dan luas daun.Modification in microclimate around the horticulture crops cause the crops will bettergrowth. Air and soil humidity, air and soil temperature are component of microclimategive high effect to crops growth, there are give the good optimal environment for crops.The aims of this research to investigate the effect of water volume and mulchtreatment, and interaction to microclimate with pepper (
Capsicum annuum L
) as a plantindicator on entisol soil, have been conducted at Karangasem Surakarta, in about 106 mheight sea level, from September until November 2002.The research was factorial method arranged on Randomized Completely Block Design(RCBD) with 2 factor and 3 times replication, there are : I. Water volume treatment (V)consist 3 levels at (1, 2, 3 litres/plant/day); II. Mulch treatment (M) consist 3 kinds (withoutmulch, rice straw, black silver plastic). Statistic analyze was used the F-test and continuedby Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5%.The result showed that volume water treatment were decreased significantly to airtemperature, increased to soil and air moisture, plant height and leafs wide. Eventhoughmulch treatment were decreased significantly to soil and air temperature, increased to airmoisture, plant height and leafs wide. The both of treatment showed that interaction weredecreased to air temperature, increased to plant height and leafs wide.Keywords : Water volume, mulch, microclimate, pepper.
 
41
 
42 Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol 4
 
(1) (2003)
PENDAHULUAN
Iklim mempengaruhi berbagaiaspek kehidupan manusia danorganisme lain yang hidup di mukabumi. Oleh karena itu, pengetahuantentang iklim sangat dibutuhkan.Dalam kehidupan sehari-hari, iklimakan mempengaruhi jenis tanamanyang sesuai untuk dibudidayakan padasuatu kawasan, penjadwalan budidayapertanian, dan teknik budidaya yangdilakukan petani. Pengetahuan tentangiklim penting artinya dalam sektorpertanian (Lakitan, 1997).Daya adaptasi manusia terhadapperubahan unsur-unsur iklim relatifterbatas. Kelebihan manusia dari hewandan tumbuhan adalah bahwa manusiadengan akalnya mampu untukmemodifikasi iklim mikro sehinggalebih sesuai untuk kebutuhan hidupnya(Lakitan, 1997). Memodifikasi iklimmikro di sekitar tanaman terutamatanaman hortikultura merupakan suatuusaha yang telah banyak dilakukanagar tanaman yang dibudidayakandapat tumbuh dan berkembang denganbaik. Menurut Widiningsih (1985),kelembaban udara dan tanah, suhuudara dan tanah merupakan komponeniklim mikro yang sangatmempengaruhi pertumbuhan tanaman,dan masing-masing berkaitanmewujudkan keadaan lingkunganoptimal bagi tanaman.Tanaman cabai (
Capsicum annuumL
) sebagai salah satu tanamanhortikultura yang banyak sekalidikonsumsi , merupakan tanaman yangterpengaruh pertumbuhannya apabilaiklim mikro di sekitar tanamanmengalami perubahan. MenurutSunaryono (1990) faktor iklim yangmempengaruhi pertumbuhannyameliputi : sinar matahari, curah hujan,kelembaban, suhu udara dan angin.Tanaman cabai (
Capsicum annuum L
)merupakan tanaman sayuran yangmempunyai sistim perakaran agakdalam, tetapi sangat peka terhadapkekurangan air. Tanaman ini seringditanam sepanjang tahun biasanyadilakukan pada awal musim hujanuntuk lahan tegalan dan pada awalmusim kemarau untuk lahan sawah,sedangkan di daerah kering banyakdiusahakan pada musim hujan,kendalanya adalah tidak tahanterhadap adanya genangan air maupunkekeringan (Koesriharti
et al
, 1999).Menurut Lamont (1993)penggunaan mulsa anorganik antaralain dapat mempercepat tanamanberproduksi, meningkatkan hasil persatuan luas, efisien dalam penggunaanpupuk dan air, mengurangi erosi akibathujan dan angin, mengurangi seranganhama dan penyakit tanaman,menghambat pertumbuhan gulma,mencegah pemadatan tanah danmempunyai kesempatan untukmenanam pada bedengan yang samalebih dari satu kali.Tanaman kekurangan air dapatmengakibatkan kematian, sebaliknyakelebihan air dapat menyebabkankerusakan pada perakaran tanaman,disebabkan kurangnya udara padatanah yang tergenang. MenurutPurwowidodo (1983) untukmengendalikan penguapan air makapenggunaan mulsa merupakan bahanyang potensial untuk mempertahankansuhu, kelembaban tanah, kandunganbahan organik, mengurangi jumlah dankecepatan aliran permukaan,meningkatkan penyerapan air danmengendalikan pertumbuhan gulma.Kebutuhan air perlu mendapatperhatian, karena pemberian air yangterlalu banyak akan mengakibatkanpadatnya permukaan tanah, terjadinyapencucian unsur hara, dan dapat pulaterjadi erosi aliran permukaan dan erosi
 
Noorhadi dan Sudadi. Kajian Pemberian Air dan Mulsa 43
percikan. Erosi ini bila curah hujantinggi dan penyiraman yang banyakpada musim kemarau.Berdasarkan uraian di atas makauntuk mengetahui pengaruh volumepemberian air dan pemberian mulsaterhadap iklim mikro, digunakantanaman indikator cabai (
Capsicumannuum L
) pada tanah entisol.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui : 1. Pengaruh volumepemberian air terhadap iklim mikropada tanaman cabai (
Capsicum annuumL
) di tanah entisol. 2. Pengaruhpemberian mulsa terhadap iklim mikropada tanaman cabai (
Capsicum annuumL
) di tanah entisol. 3. Interaksi antaravolume pemberian air dan pemberianmulsa terhadap iklim mikro padatanaman cabai (
Capsicum annuum L
) ditanah entisol.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakanadalah percobaan Faktorial dengan poladasar Rancangan Acak KelompokLengkap (RAKL) dengan 2 faktorperlakuan. Faktor I : Volume pemberianair (V) terdiri dari 3 taraf (1, 2, 3liter/tanaman/hari), dan faktor II :Pemberian Mulsa (M) terdiri dari 3 taraf(Tanpa pemberian mulsa, mulsa jeramipadi 6 ton/ha, mulsa plastik hitamperak), sehingga diperoleh 9 kombinasiperlakuan dan 3 kali ulangan.Pengamatan terhadap parameteriklim mikro meliputi suhu udara, suhutanah, kelembaban udara, kelembabantanah. Pengamatan parameter tanamanmeliputi tinggi tanaman, jumlah danluas daun.Untuk mengetahui pengaruhperlakuan terhadap semua variabelpengamatan dilakukan analisis ragamdengan uji F dan untuk mengetahuiperbedaan antar perlakuanmenggunakan uji jarak bergandaDuncan pada taraf 5%.
HASIL DAN PEMBAHASANA. Parameter Iklim Mikro1. Suhu Tanah
Pemberian air tidak memberikanpengaruh yang nyata pada penurunansuhu tanah, sedangkan perlakuanmulsa menunjukkan pengaruh yangsangat nyata dan tidak terdapatinteraksi antara perlakuan volumepemberian air dan mulsa.Tanah dengan perlakuan mulsa jerami menunjukkan suhu tanahterendah, hal ini dikarenakan panasyang diterima oleh mulsa jerami dapatsegera langsung pertukaran denganudara bebas. Pertukaran panas ini jugadisebabkan oleh kecepatan angin yangbertiup, sehingga panas yang diserapoleh permukaan tanah denganperlakuan mulsa jerami lebih rendahdari perlakuan tanpa mulsa dan mulsaplastik. Hal ini sejalan dengan pendapatPurwowidodo (1983) bahwa mulsa jerami padi merupakan mulsa yangbersifat sarang dan dapatmempertahankan suhu dankelembaban tanah, memperkecilpenguapan air tanah sehingga tanamanyang tumbuh pada tanah tersebut dapathidup dengan baik. Hal ini dikarenakanakumulasi panas sebagai efekdekomposisi segera akanditranslokasikan ke udara, sehinggaakumulasi panas di bawah mulsa dapatteratasi (stabil).
Pada perlakuan mulsa plastik perak hitam menunjukkan suhutertinggi, dikarenakan padapermukaan plastik berwarna perak dapat menyerap panas lebih sedikitdari pada yang dipantulkan. Karenabahan mulsa tersebut adalah plastik,meskipun panas yang diserap

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dianfirst liked this
mcmneglama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->