Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II

BAB II

Ratings: (0)|Views: 6,475|Likes:
Published by andra's

More info:

Published by: andra's on Aug 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2013

pdf

text

original

 
 
5
BAB IIDASAR TEORI
Untuk menunjang Tugas Akhir dengan judul
 
RancangBangun Rumah Kaca (
Green House
) Serta MonitoringKelembaban Dan Suhu Pada Tanaman Hidroponik Sistem NFT(
 Nutrient Film Technique
)
 
ini , dibutuhkan piranti- piranti sebagaiberikut :
2.1 Hidroponik sistem NFT (
 Nurient Film Technique)
 
Hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpamenggunakan tanah sebagai media tanamnya. Di kalangan umumistilah hidroponik dikenal sebagai “bercocok tanam tanpa tanah”
[7]
. Bercocok tanam dalam hal ini termasuk pembudidayaan didalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahanporous seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil maupunsterofoam. Salah satu penerapan dari prinsip dasar hidroponik adalah dengan menggunakan sistem
 Nutrient Film Technique
(NFT). Model budi dayanya adalah dengan meletakkan akartanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasidan mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.Pemberian nutrisi pada sistem pertanian hidroponik NFTberbeda dengan pemberian nutrisi pada sistem pertanian biasa.Pada sistem hidroponik NFT, makanan yang berupa campurangaram-garam pupuk dilarutkan dan diberikan secara teratur,sedangkan bercocok tanam di tanah, pemberian pupuk untuk tanaman hanya sekedar tambahan karena tanah sendiri padadasarnya secara alami telah mengandung garam-garam pupuk.Pada hidroponik NFT, media tanam tidak berfungsi sebagai tanah.Media tanam hanya berguna sebagai penopang akar tanaman sertameneruskan air larutan mineral yang berlebihan sehingga harusporus dan steril.Garam pupuk yang diberikan harus mengandung semuagaram pupuk yang dibutuhkan tanaman. Untuk tanaman tomatmisalnya setidaknya terdapat 16 utama garm pupuk, yaitu karbon
 
 
6(C), hydrogen (H), oksigen (O
2
), fosfor (P), kalsium (K), Nitrogen(N), sulfur (S), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Tembaga (Cu),Seng (Zn), Molibdenum (Mo), Klorin (Cl).Pada sistem hidroponik NFT, nutrisi dialirkan dalam wadahpenanaman (
growing bed 
) berupa talang. Wadah dibuat miringagar nutrisi dapat mengalir. Nutrisi yang telah melewati wadahpenanaman, ditampung dalam bak atau tangki dan kemudiandipompa untuk dialirkan kembali.
Gambar 2.1.1
Skema TipikalRancangan Hidroponik Sistem NFTTinggi larutan nutrisi dibuat hanya 3mm, tidak boleh lebihdari itu karena air yang terlalu tinggi akan menyebabkan oksigenterlarut sedikit. Kecepatan aliran tergantung dari kemiringan,wadah. Air yang mengandung pupuk dialirkan dengan bantuanpompa listrik, jadi listrik harus tersuplai selama 24 jam. Keuntungan dengan sistem media ini kita tidak perlu repotmengganti media setiap kali menanam, begitu tanaman dipanen dipagi hari, talang atau pot sebagai wadahnya dibersihkan dapat
 
 
7langsung disikat atau dicuci, usai dicuci NFT dapat diisi denganbibit baru
(Fajar, 2006)
.Selanjutnya, tiap fase pertumbuhan tanaman jugamemerlukan tiap jenis unsur hara dalam takaran tertentu pula.Rasio antara anion (muatan negatip nutrisi) dan kation (muatanpositip nutrisi) pada tanaman akan menyebabkan pergeseran pH.Salah satu lebih besar dan lebih kecil anatara anion dan katioanmemberi konstribusi pada kenaikan dan penurunan pH. Nitrogensebagai elemen yang dibutuhkan bagi pertumbuhan secara sehat)berkemungkinan untuk memberi konstribusi seperti nirogencation (ammonium - NH
4+
) atau anion (nitrate - NO
3-
), maka rasiodua unsur tersebut dalam larutan nutrien akan menyebabkan efek besar pada laju dan arah perubahan pH terhadap waktu,
Usman(2004)
.Secara spesifik besar suplai nutrisi ditentukan olehbeberapa variable ukur seperti pH, Electric Conductivity, TDS,COD dan BOD. Bagi kebanyakan petani di Indonesaia tentunya 4variabel terakhir tidak akan mampu terbeli oleh karena harga dipasaran relatip mahal. Oleh karena itu pada penelitian kali nidipilih variable pH mengingat harganya yang relatip murahminimal dapat menggunakan kertas lakmus. Hidroponik dipilihdalam penelitian ini didasarkan bahwa lingkungan yang harusdijaga terutama sekali adalah pH berada pada kisaran pH 6,5-7,5agar pertumbuhannya menjadi baik (berbuah lebih dari 3 denganwaktu minimal lebih kurang dari 2-3 bulan, Fajar 2004). Sistematau lingkungan tersebut adalah setara dengan sistem reaksi asam-basa dalam tangki pereaksi, suatu hal yang telah lama digelutioleh beberapa peneliti (Hendra Cordova dkk, 1992-2007). Bilalarutan (air + nutrisi) didalam lingkungan hidroponik terlalu asam(dibawah pH 6) atau basa (diatas 7,5) akan menghambat serapanudara dan nutrisi (kandungan N, P dan K) oleh akar tumbuhan.Oleh karena itu model pH yang akan dikembangkan dapatdigunakan untuk mengatur nutrisi agar media tersebut beradapada kisaran pH yang diperlukan (pH 6-7,5). Tumbuhan akanmenyerap zat makanan dan melepaskan bahan kimia kedalam

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lis Murtini liked this
Juniawati Tpg liked this
Dea Febriawan liked this
talipbob liked this
Doni Hozikage II liked this
tep2005 liked this
sindhu_murti7474 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->