PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI SOSIALHasan MustafaPengantar :
Tulisan ini disusun sebagai upaya membantu mahasiswa memahami isi mata kuliahPsikologi Sosial pada program studi Administrasi Negara Fisip Unpar. Acuan uraian iniadalah buku yang ditulis oleh James A. Wiggins, Beverly B. Wiggins, dan James Vander Zanden ( 1994), dilengkapi oleh sumber bacaan lain. Topik lain yang juga merupakan pokok bahasan dalam mata kuliah tersebut akan segera disusun. Semoga bermanfaat.
Akar awal Psikologi Sosial
Walau psikologi sosial merupakan disiplin yang telah lama ada ( sejak Plato danAristotle), namun secara resmi, disiplin ini menjadi satu ilmu yang mandiri baru sejak tahun 1908. Pada tahun itu ada dua buku teks yang terkenal yaitu "Introduction to SocialPsychology" ditulis oleh William McDougall - seorang psikolog - dan "SocialPsychology : An Outline and Source Book , ditulis oleh E.A. Ross - seorang sosiolog.Berdasarkan latar belakang penulisnya maka dapat dipahami bahwa psikologi sosial bisadi"
claim
" sebagai bagian dari psikologi, dan bisa juga sebagai bagian dari sosiologi.Psikologi sosial juga merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologidikenal ada dua perspektif utama, yaitu perspektif struktural makro yang menekankankajian struktur sosial, dan perspektif mikro yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia.. Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi - di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan "
social psychological section
", sedangkan di Indonesia, secaraformal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehinggadalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya.
1
Apakah perbedaan di antara Sosiologi dan Psikologi ??
Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya.Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalankemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu.Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yangkeduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmutersebut bertemu di daerah yang dinamakan
psikologi sosial
. Dengan demikian para psikolog berwenang merambah bidang ini, demikian pula para sosiolog. Namunkarena perbedaan latar belakang maka para psikolog akan menekankan pengaruhsituasi sosial terhadap proses dasar psikologikal - persepsi, kognisi, emosi, dansejenisnya - sedangkan para sosiolog akan lebih menekankan pada bagaimana budaya dan struktur sosial mempengaruhi perilaku dan interaksi para individu dalamkonteks sosial, dan lalu bagaimana pola perilaku dan interaksi tadi mengubah budayadan struktur sosial. Jadi psikologi akan cenderung memusatkan pada atribut dinamisdari seseorang; sedangkan sosiologi akan mengkonsentrasikan pada atribut dandinamika seseorang, perilaku, interaksi, struktur sosial, dan budaya, sebagai faktor-faktor yang saling mempengaruhi satu sama lainnya.