Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
2Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Feminisme Dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban

Feminisme Dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban

Ratings: (0)|Views: 1,094|Likes:
Published by Nuratifah Nabilah
About Feminism
About Feminism

More info:

Categories:Topics
Published by: Nuratifah Nabilah on Dec 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/03/2014

pdf

text

original

 
 
17
BAB II FEMINISME DALAM NOVEL
 PEREMPUAN 
 
 BERKALUNG SORBAN 
 
Bab dua akan membahas tentang kajian pustaka dari teori yang sedang dikaji dan kedudukan masalah penelitian dalam bidang ilmu yamg diteliti. Fungsi lain dari kajian pustaka adalah sebagai landasan teoretik dalam analisis temuan. Adapun dalam bab dua ini akan dibahas tentang feminisme (sejarah, pengertian, aliran-aliran feminisme, feminisme dalam sastra, hak perempuan dalam Islam, dan kondisi perempuan dalam masyarakat; Kritik sastra feminis (pengertian, jenis-jenis, dan cara kerja kritik sastra feminis); sastra (pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, fungsi, dan unsur-unsur pembentuk sastra); novel (pengertian, ciri-ciri, jenis, fungsi, unsur-unsur yang membangun novel, dan teori struktur novel); dan bahan pembelajaran apresiasi sastra (pengertian, kriteria, fungsi, manfaat, unsur-unsur, kualitas, cakupan, dan bahan pembelajaran apresiasi sastra dalam KTSP).
A. Feminisme
Feminisme merupakan ideologi yang sudah berkembang di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Feminisme juga telah memasuki ruang-ruang kehidupan, termasuk dalam karya sastra. Pada dasarnya feminisme merupakan suatu ideologi yang memberdayakan perempuan. Perempuan juga bisa menjadi subjek dalam segala bidang dengan menggunakan pengalamannya sebagai perempuan dan menggunakan perspektif perempuan yang lepas dari mainstream kultur patriarki yang selalu beranjak dari sudut pandang laki-laki.
 
18 Pembahasan mengenai feminisme dalam penelitian ini akan diarahkan pada pembahasan mengenai sejarah feminisme; pengertian dan teori feminisme; aliran-aliran dalam feminisme yang terdiri atas feminisme liberal, feminisme marxis, feminisme radikal, feminisme sosialis, feminisme poskolonial, dan feminisme muslim; feminisme dalam sastra; dan kondisi perempuan dalam masyarakat.
1.
 
Sejarah Feminisme
Gerakan feminisme secara umum merupakan suatu reaksi atas ketimpangan dan ketidakadilan yang dihasilkan oleh suatu tatanan sosial yang patriarkhi (Mustaqim, 2008:88). Secara historis, gerakan feminisme di Barat terkait dengan lahirnya
renaissance
 di Italia yang membawa fajar kebangkitan kesadaran baru Eropa. Pada saat itu muncullah para humanis yang menghargai manusia baik laki-laki maupun perempuan sebagai individu yang bebas menggunakan akal budinya, bebas dari pemasungan intelektual gereja. Feminisme sebagai filsafat dan gerakan berkaitan dengan era pencerahan di Eropa yang dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu dan Marquis de Condorcet. Setelah Revolusi Amerika tahun 1776 dan Revolusi Perancis tahun 1792 berkembang pemikiran bahwa posisi perempuan kurang beruntung daripada laki-laki dalam realitas sosialnya. Ketika itu, perempuan dari kalangan atas sampai kalangan bawah, tidak memiliki hak-hak seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, hak berpolitik, hak atas milik, dan hak pekerjaan. Karena tidak memiliki hak-hak tersebut, kedudukan perempuan tidaklah sama di hadapan hukum. Menurut mereka, ketertinggalan tersebut disebabkan oleh kebanyakan perempuan masih buta huruf, miskin, dan tidak memiliki keahlian.
 
19 Karenanya gerakan perempuan awal ini lebih mengedepankan perubahan sistem sosial di mana perempuan diperbolehkan ikut memilih dalam pemilu. Pada tahun 1785 perkumpulan masyarakat ilmiah untuk perempuan pertama kali di didirikan di Middelburg, sebuah kota di selatan Belanda. Kemudian tahun 1837, kata feminisme dicetuskan pertama kali oleh aktivis sosialis utopis, Charles Fourier. Pada tahun yang sama, Grimke membuat sebuah tulisan yang terkait dengan feminisme. Dalam tulisannya tersebut ia mengatakan sebagai berikut. Kami tidak meminta untuk diistimewakan atau berusaha merebut kekuasaan tertentu. Yang sebenarnya kami inginkan adalah sederhana, bahwa, mereka mengangkat kaki mereka dari tubuh kami dan membiarkan kami berdiri tegap sama seperti manusia lainnya yang diciptakan Tuhan (Sarah Grimke, 1837) Pada awalnya gerakan ditujukan untuk mengakhiri masa-masa pemasungan terhadap kebebasan perempuan. Secara umum kaum perempuan (feminin) merasa dirugikan dalam semua bidang dan dinomorduakan oleh kaum laki-laki (maskulin) dalam bidang sosial, pekerjaan, pendidikan, dan politik, terutama dalam masyarakat yang bersifat patriarki. Dalam masyarakat tradisional yang berorientasi agraris, kaum laki-laki cenderung ditempatkan di depan, di luar rumah. Adapun kaum perempuan ditempatkan di dalam rumah. Situasi ini mulai mengalami perubahan ketika datangnya era liberalisme di Eropa dan terjadinya Revolusi Perancis pada abad ke-XVIII yang merambah ke Amerika Serikat dan ke seluruh dunia. Adanya fundamentalisme agama yang melakukan opresi terhadap kaum perempuan memperburuk situasi. Di lingkungan agama Kristen terjadi praktik-praktik dan kotbah-kotbah yang menunjang hal tersebut ditilik dari banyaknya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->