Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metodelogi Studi Islam

Metodelogi Studi Islam

Ratings: (0)|Views: 1,473 |Likes:
Published by hadikomara purkoni

More info:

Published by: hadikomara purkoni on Aug 28, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2012

pdf

text

original

 
METODELOGI STUDI ISLAM
Prolog :
Pendidikan Islam bukanlah sekedar 
transfer of knowledges 
atau
transfer of values 
tetapi merupakanaktivitas
character building 
. (pembentukan karakter, kepribadian) Tujuannya agar potensi yangdimiliki anak didik (
 potential capacity) 
menjadi kemampuan nyata (
actual ability) 
dan tetap beradadalam posisi suci bersih
(fitrah 
) dan lurus kepada Allah (
hanief  
). Untuk mencapai itu, maka seorangguru harus mengajarkan Islam ilmu (yang berdasarkan dalil), bukan Islam persepsi (yang berdasarkankira-kira), secara integrated, komprehensif dan. Integrated meliputi penajaman IQ,EQ dan SQ.Tujuannya adalah agar anak memiliki kualitas kognitif (pengetahuan), afektif (keimanan) danpsikomotor (amaliyah) yang lebih baik dengan target akhir adanya perubahan prilaku (
behavior change 
) yang lebih baik (
taqwa 
,
muttaqin).
 
Hakikat Pendidikan Al-Islam
:Pada hakikatnya Pendidikan al-Islam adalah proses bimbingan terhadap anak didik (santri, siswa,mahasiswa) untuk mengembangkan potensi (
 potential capasity 
) yang dimilikinya menjadikemampuan nyata (
actual ability) 
secara optimal sehingga tetap dalam kondisi
fitrah 
dan
hanief  
(lurus) sebagaimana keadaan ketika lahir.Potensi yang dimiliki anak didik antara lain
Intellegence Quotien 
(IQ),
Emotional Quotien 
(EQ) dan
Spiritual Quotien 
(SQ). Juga potensi bertuhan Allah dan potensi-potensi lainnya. 
Tujuan antara Pendidikan al-Islam adalah :
Aspek Kognitif : Agar mahasiswa memahami al-Islam dengan paradigma yang benar (berfikir paradigmais).
Aspek Afektif : Agar anak didik mampu mengapresiasi al-Islam secara mendalam sehinggamereka mampu mengimani kebenaran al-Islam, mampu memenej emosinya secara benar, danmampu mengahayati ajaran al-Islam sehingga dapat meningkatkan keimanan danketaqwaannya.
Aspek psikomotor : Mampu mengamalkan al-Islam secara komprehensif, baik dalam
Hablum minallah, hablum minannas,
dan
hablum minal 'alam.
MSI, Materi Kuliah Agama, CBIhttp://hadikomarapurkoni.blogspot.comPage 1
 
Sedangkan tujuan akhir Pendidikan Agama adalah terwujudnya insan yang berperilaku Al-Qur'an,atau manusia yang sanggup melaksanakan seluruh ayat Al-Qur'an tanpa kecuali, secara integratif dankomprehensif, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat.
 Materi Pendidikan Al-Islam :
Materi Aqidah adalah menanamkan ketauhidan (
Tauhid Rubbubiyah, Mulkiyah 
dan
Uluhiyah 
) seraya mencabut sikap syirik dengan akar-akarnya melalui analisis terhadapfenomena alam dan perilaku sosial masyarakat.
Aspek Syari’ah adalah mengajarkan tentang
kaifiyat 
(tatacara,
how to do 
) tentang ritual(
ibadah mahdloh 
) dan mu’amalah (
ibadah ghair mahdloh 
), beserta falsafahnya sehinggasetiap sendi syari'ah terasa mempunyai makna.
Materi Akhlak adalah memberikan pemahaman tentang dimensi- dimensi akhlak yangmeliputi
hablum minallah, hablum minannas 
dan
hablum minal ‘alam 
dengan parameter yang jelas, terukur, terdeteksi, menekankan pembiasaan dan perlunya figur sebagai
whole model (usawah hasanah).
Cara Mempelajari Islam :
Pengetahuan terbagi dua, yakni pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang belum pasti benar.Pengetahuan yang benar adalah
al-ilmu 
atau
alhaq,
sedangkan pengetahuan yang salah atau belumpasti benar disebut persepsi. Seorang ustadz, guru, dosen harus mengajarkan
Islam Ilmu
bukan
Islam Persepsi
. Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil, bukan karena pendapat, mayoritas, juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang.Untuk memperoleh Islam ilmu, manusia harus menemukan dasar hukum (rujukan) yang jelas, bukansemata-mata perkiraan fikiran, terikat dengan figur atau terikat dengan mayoritas.Lebih jelasnya sbb : 
Pertama :
Dengan ilmu, bukan dengan kira-kira Al-Qur'an QS 17 : 36 :
MSI, Materi Kuliah Agama, CBIhttp://hadikomarapurkoni.blogspot.comPage 2
 
(ًلوُئْسَم ُهْنَع َاَك َِئَُأ ّُك َدَؤُفْَ َرَصَبْَ َْس ِإ ٌْِع ِهِ ََ َْيَ اَم ُْقَت َلَ 
36)
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuatentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimint pertanggungan jawabnya.
Kedua
: Beragama tidak atas dasar mayoritas, sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas.Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukanoleh kuantitas penganutnya.
Ketiga
: Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. 2 :170) :
َُَْَ َلَ اًئْيَش َوُِقْَ َل ْُُاََء َاَك ْوَََأ اََءاََء ِهْيََع اَنْيَفْَأ اَم ُِبَ ْَ وُاَ ُ ََزْَأ اَم وُِبت ُُَ َيِ َذِإَ ةرقب
170
)
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk (QS. 2 : 170).
Keempat :
Beragama tidak atas dasar figur (QS.9 :31). :
(َ ِ ِُد ْِم اًاَْَأ ْُَاَبْُَ ْُَاَبْحَأ ُَخت
31
)
 
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. (QS. 6 : 61).
 
Azas Filosofis dalam Pendidikan Islam
:Islam ilmu yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat akan mudah dicerna oleh peserta didik.Oleh karena itu penyajian materi pendidikan al-Islam harus sistimtis, rasional, objektif, komprehensif dan radikal.
Sistimatis
: Berurutan/ runtun, dari mana memulainya, terus ke mana dan bermuara dimana.
Rasional
: Gampang difahami, mampu menjelaskan hubungan sebab akibat, sangatmerangsang berfikir, dan tidak dogmatis.
Objektif
: Berdasarkan dalil, jelas rujukannya, bukan sekedar kata orang, kira-kira ataudugaan – dugaan.
MSI, Materi Kuliah Agama, CBIhttp://hadikomarapurkoni.blogspot.comPage 3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andi Yusuf liked this
AhmadSultoni liked this
Zens Ari Ketol liked this
sugianto_r liked this
Lina Kiswoyo liked this
buru_buku liked this
Hiro Alfarisi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->