• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
Beberapa Kesalahan Dalam Berjilbab
sumber:http://frommyinside.blogspot.com/2008/10/kesalahan-wanita-ketika-mengenakan.html
 
 
2
dan berikut merupakan jilbab wanita muslimah syari'iyyah:gambarnya:
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
JILBAB WANITA MUSLIMAH
 Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany RohimahullohPenelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah dan atsar-atsarSalaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban kepada kamibahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutupseluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya,kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus menggunakanpakaian (jilbab) yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN
 Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahanpandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah merekamenampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan
 
3
 janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami merekaatau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra merekaatau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak danadiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudaraperempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budakyang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyaikeinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti auratwanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahuiperhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, haiorang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab 59: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklahmereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu merekatidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya: “Janganlah kaum wanitamenampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi,kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.” Ibnu Masud berkata: Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnyaadalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannyaserat bagian bawah pakaiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya,karena tidak mungkin disembunyikan.” Al-Qurthubi berkata: “Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapaktangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh AbuDaud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah
s
 sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah
s
berpaling darinya danberkata kepadanya: “Wahai Asma! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telahmencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecualiini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah PemberiTaufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.” 
2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN
 Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31: “Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka.” Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jikadihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkanpandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamuberhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah.” Juga berdasarkan sabda Nabi
s
: “Ada tiga golongan yang tidak akan ditanyayaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnyaserta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-lakiyang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yangditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluanduniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akanditanya.” (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; AhmadVI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...