Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB FAIL

BAB FAIL

Ratings: (0)|Views: 1,383 |Likes:
Published by iklila's

More info:

Published by: iklila's on Aug 29, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

 
BAB FAILFail adalah isim marfu’ (di baca rafa’) yang disebut fi’il atau syibah fi’ilnya terlebihdahulu, seperti دلاخ ءاج (kholid telah datang), atau seperti هجو رينم دز (Zaid itu orang yang bersinar wajahnya). Yang dimaksud syibah fi’il yang merafa’kan failnya adalah isim fa’il,masdar, isim maful, syifah musabbahah, isim tafdil dan isim lainnya.Menurut mazhab basrah, fail tidak boleh didahulukan atas fi;il dan syibhahnya, seperti دز ئاق , dimana kalimat دز kedudukannya menjadi عاف. Tetapi seharusnya menjadi kalimat دز tersebut diatas sebagai أدتبم sedangkan kalimat yang berada sesudahnya sebagai ربخ, dengan perkiraan:  اق دز. Sementara mazhab kufah membolehkan fa’il didahulukan atas fi’il dansyibahnya, seperti اق دل (dua zaid telah berdiri). Namun pendapat yang benar adalahmenurutketentuan kaidah yang digunakan oleh mazhab basroh.عاف terbagi menjadi dua bagian:
1.
رظ س, yaitu kalimat yang menunjukkan pada ذ (personal) yang disebutkan secaralangsung, seperti kata دز pada kalimat دز ءاج 
2.
ريض س, yaitu عاف dalam bentuk kata ganti (ريض) yang menunjukkan untuk طام ,كتم dan ئاغ seperti: ُرض (aku telah memukul), َرض (kamu telah memukul), َرض (dia telah memukul).Mazhab jumhur arab (ulamak nahwu) telah sepakat bahwa apabila kalimat عاف disandarkan pada راظ س عاف dalam bentuk ةينث atau ج maka kalimat عاف tersebutwajib dikosongkan dari yang menunjukkan kepada ةينث atau ج. Oleh jarenanya diaseperti halnya ketika disandarkan kepada fa’il mufrod (tunggal), seperti دل اق (duazaid itu telah berdiri) atau seperti ودل اق (zaid-zaid itu telah berdiri.Perlu diketahui, bahwa dalam gramatikal dikenel bentuk stuktur bahasa yang berpolaS+P+O. dalam gramatikal arab hal demikian lazimnhya mendahukan predikat atassubyeknya, دلاخ دز رض (zaid telah memukull kholid). Demikian itu, karena padadasarnya fa’il (subyek) mengikat pada fi’il (predikat) dan tidak dapat dilepaskan darifi’ilnya, serta fa’il masaih merupakan satu bagian dari fi’ilnya. Maka akhir kalimat fi’il bibaca sukun (mati) ketika bertemu dengan fa’il dhomir mutakallim, atau mukhotobseperti .ُرض para pakar nahwu beralasan karena mereka tidak suka menggabungkanempat huruf yang berharokat pada satu kalimat. Maka dengan demikian alas an itumemunculkan bahwa fa’il beserta fi’ilnya menyatu bagaikan satu kalimat.Dan juga pada dasarnya maf’ul bih (objek) itu di akhirkan dari fi’il dan fa’ilnya.namun, kadang maf’ul bih didahulukan atas failnya ketika tidak dikhawatirkanterjadinyailtibas (kekeliruan) antara keduanya, seperti kesamaran dalam I’rabnya dan tidak dijumpai Qarinah (indikasi) yang menjelaskan bahwa maf’ulnya, seperti ىيع ىسم رض 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->