Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
21Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemiskinan Dan Geografis Lukkim FEUNS

Kemiskinan Dan Geografis Lukkim FEUNS

Ratings: (0)|Views: 4,425|Likes:
Published by Lukman Hakim Hassan

More info:

Published by: Lukman Hakim Hassan on Aug 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/20/2012

pdf

text

original

 
1
DIMENSI GEOGRAFIS DANPENGENTASAN KEMISKINAN PERDESAAN
 
1
 
LUKMAN HAKIMAHMAD ZUBERUniversitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
 Abstract
This study attempts to analyze influence of geography dimension to rural poverty.Geography variable is deputized by village distance to district. Meanwhile, poverty variableused to family concept from BKKBN in each village. Study used to cross section data PODES2006 executed by econometric method. This study consist of village on Surakarta, Boyolali,Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen and Klaten. Result of study indicate that geography dimension have a strong effect on rural poverty.
Keyword:
 poverty, geography, technology, enterpreneurship
.
PENDAHULUAN
Beberapa studi kontemporer tentang kemiskinan seperti Mc. Arthur dan Sachs (2001)dan Sachs et.al (2002) menekan pentingnya pendekatan geografis dalam ProgramPenanggulangan Kemiskinan (PK). Menurut mereka, posisi geografis sangat menentukanperkembangan kemajuan atau kemunduran sebuah masyarakat. Sebagai contoh pendekatangeografis adalah fonomena yang menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara miskinterdapat di daerah tropis yang membentang dari daratan Afrika, Asia, hingga Amerika Latin.Kemiskinan di wilayah ini menyebabkan tidak berkembangnya teknologi dan pembangunan.Sebaliknya bangsa-bangsa yang maju sebagian besar berada di daerah empat musim sepertiAmerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, Rusia, Jepang dan China. Kemajuan di wilayah inimendorong perkembangan teknologi dan pembangunan yang dapat meminimalkankemiskinan. Fenomena ini membawa kepada kesimpulan bahwa masalah geografi merupakanfaktor penting dalam mempengaruh kemajuan maupun kemiskinan suatu bangsa.Studi di beberapa wilayah lain juga menunjukkan pentingnya faktor geografi dalampemetaan masalah kemiskinan. Studi Bloom dan Sachs (1998) menguraikan keterkaitanantara geografi, demografi dan pertumbuhan ekonomi di Afrika. Yang menyimpulkan bahwafaktor geografis menyebabkan permasalahan demogris yang mendorong peningkatankemiskinan di Afrika. Sementara itu, studi Demuger et, al (1999) di China juga menemukanhal yang sama, yakni permasalahan geografi menyebabkan adanya kesenjangan ekonomiregional yang pada gilirannya mendorong kemiskinan. Penelitian senada dilakukan olehSachs et, al (2002) dalam memahami pertumbuhan ekonomi India, yang menemukan bahwaproblematika geografis yang menyebabkan kemiskinan sulit ditanggulangi.
1
Artikel ini merupakan bagian dari Laporan Penelitian Hibah Bersaing Tahun 2008 “ModelPengembangan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan: MenurutPandangan Pemangku Kepentingan” yang didanai oleh DP2M Direktorat Pendidikan TinggiDepartemen Pendidikan Nasional melalui kontrak No 017/SP2H/PP/DP2M/III/2008. Sudahdipublikasikan pada Media Ekonomi Fak. Ekonomi Usakti Jakarta (Jurnal Terakreditasi),Desember 2008.
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com
 
2
Bagaimana dengan studi kemiskinan berdasarkan dimensi geografis di Indonesia?Sejauh ini masih sedikit, studi yang memfokuskan pengaruh dimensi geografis terhadapkemiskinan. Oleh sebab itu, studi ini akan menganalisis dampak dimensi geografis terhadapkemiskinan dengan mengambil kasus untuk wilayah desa-desa Eks Karesidenan Surakartadengan menggunakan data Potensi Desa (Podes) 2006.
TINJAUAN PUSTAKA
 
Konsep Kemiskinan
Apa itu kemiskinan? Kemiskinan adalah masalah deprivasi atau problematikakekurangan. Kemiskinan adalah sesuatu keadaan seseorang atau keluarga yang serbakekurangan (Sen dan Foster, 1997). Dari Definisi kemiskinan dapat dibedakan menjadi duayakni absolut dan relatif. Kemiskinan absolut didefinisikan sebagai ketidakmampuanmencapai standar minimal dari kehidupan. Pengertian kebutuhan standar minimal berbeda-beda di setiap negara. Kemiskinan relatif pada sisi lain didefinisikan sebagaiketidakmampuan mencapai standar kebutuhan kontemporer, yang dihubungkan dengankesejahteraan rata-rata atau pendapatan rata-tata masyarakat pada saat itu. Di Amerika serikatpada tahun 1965, misalnya, orang dianggap miskin jika pendapatannya 1,5 dari pendapatanrata-rata. Demikian pula di negara sedang berkembang, orang miskin dikelompokkan 20persen dari masyakarat berpendapatan rendah dalam distribusi pendapatan nasional(Schiller,1998: Pernia dan Quibra, 1999:1869).Setidaknya terdapat tiga sekolah pemikiran (
school of thought 
) dalam mendefinisikanmasalah kemiskinan. Pertama, pandangan kesejahteraan (
the welfarist school
), yang melihatbahwa kemiskinan adalah situasi masyarakat yang tidak dapat mencapati tingkatkesejahteraan tertentu. Paham ini dianut oleh para ekonom arus utama (
mainstream
) di manasolusinya adalah melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang otomatis akan dapatmengurangi tingkat kemiskinan. Kedua, pandangan kebutuhan pokok (
the basic need school
)lebih berpandangan bahwa kelompok miskin adalah karena ketidakmampuan mencukupikebutuhan pokoknya. Menurut pandangan ini solusi yang tepat adalah negara memberikanbantuan kepada pemenuhan kebutuhan pokok seperti pendidikan, kesehatan, dan prasaranaserta sarana. Ketiga, pandangan kapabilitas (
the capability school
) yang melihat bahwamasalah kemiskinan karena kurangnya kapabiltias yang dimiliki oleh masyarakat miskintersebut, sehingga tidak dapat bersaing dalam pasar tenaga kerja. Maka, langkah untuk mengatasi kemiskinan dalam pandangan ini adalah mendorong peningkatan kapabilitasmasyarakat (Asselin dan Dauphin, 2001; Daly dan Fane, 2002; Ravallion, 2005; Coudouel,et.al, 2006).Selain itu, dalam strategi penanggulangan kemiskinan berkembang pendekatangeografis. Pendekatan ini menyatakan bahwa masalah kemiskinan berhubungan erat denganpersoalan geografis (Sach,et. Al, 2002). Menurut Mc Arthur dan Sachs (2001: 14) terdapatbeberapa empat pola transmisi pendekatan geografi dan kelembagaan dalam mempengaruhipembangunan. Pola I menunjukkan bahwa geografi akan berpengaruh terhadap kelembagaan,sedangkan kelembagaan akan mempengaruhi pembangunan. Pola II bergerak dari geografimempengaruhi teknologi, sedangkan teknologogi berpengaruh terhadap kelembagaan danterakhir berdampak terhadap pembangunan. Sementara pola III dan IV jalur pengaruhgeografi terhadap pembangunan menjadi lebih rumit. Pola III dibagi menjadi dua jalur. Jalurpertama adalah geografi – teknologi – pembangunan, sementara jalur kedua, geografi danteknologi mempengaruhi kelembagaan yang berpengaruh terhadap pembangunan. Sementara
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com
 
3
Pola IV, proses utamanya sama dengan Pola III, namun diakhir jalur, pembangunan akanmempengaruhi teknologi dan seterusnya. Empat pola itu digambarkan sebagai berikut:(a)
 
Pola I(b)
 
Pola I(c)
 
Pola III(d)
 
Pola IVBerdasarkan data yang adalah akan dibedakan faktor-faktor yang mempengaruhikemiskinan di perdesaan desa yang berada di perkotaan dan di perdesaan. Pembandingan inipenting mengingat bahwa kemiskinan tidak hanya di perdesaan, melainkan juga diperkotaan.Berdasarkan pendekatan geografis ini dapat dibedakan kemiskinan di perdesaan danperkotaan. Kemiskinan perdesaan (
rural poverty
): (i) terbatasnya akses ke fasilitas tanah danirigasi; (ii) lambatnya adaptasi terhadap tekonologi moderen; (iii) terlalu besar beban yangditanggung; (iv) terbatasnya modal manusia; (v) terkonsentrasi di daerah pinggiran; (vi)
DevelopmentInstitutionsGeographyInstitutions Development
Technology
GeographyDevelopment
Technology
GeographyInstitutionsDevelopment
Technology
GeographyInstitutions
PDF created with pdfFactory Pro trial versionwww.pdffactory.com

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->