Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
65Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Learning Organization

Penerapan Learning Organization

Ratings: (0)|Views: 9,550|Likes:
Published by muhammad da'i

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: muhammad da'i on Aug 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
1
PENERAPAN LEARNING ORGANISATION DALAM ORGANISASIPEMERINTAH DALAM MENJAWAB PERUBAHAN LINGKUNGAN
Disadur dan disusun oleh : Fajar Iswahyudi, SE.
1
 
PENDAHULUAN
Sejak dahulu manusia sudah diberi julukan sebagai “
zoon politicon
(mahluk yanghidup berkelompok), yang mengandung makna bahwa manusia selalu menginginkanhubungan-hubungan dengan orang lain (Winardi, 2003). Dalam melakukan hubungannyadengan orang lain itulah maka manusia hidup dalam organisasi. Mulai dari entitas yangpaling kecil yakni keluarga sampai dengan yang besar Negara atau bahkan dunia. Namunhal ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa manusia hidup berorganisasi.Herbert G. Hicks (1972) menyatakan organisasi dapat dikatakan sebagai
“…
 AnOrganisation is a structured process in which persons
interact for objectives”.
Seperti apayang dikatakan oleh Hicks (1972) organisasi di isi oleh individu-individu yang memilikitujuan masing-masing. Terlepas dari tujuan tersebut sama atau pun berbeda satu denganyang lainnya. Sebagai wujud konkretnya ada;ah organisasi yang telah menjadi salah satuinstrument yang dipergunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya (
socialreason
). Sebagai contohnya untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan maupun papanmanusia tidak sanggup menyediakan semua sendiri di jaman yang modern ini. Manusiamembutuhkan bantuan dari manusia lain untuk memenuhinya. Alasan yang lain adalahadanya kebutuhan-kebutuhan yang hanya dengan organisasi manusia dapat mencapainya(
material reason
). Sebagai contohnya adalah penyediaan kebutuhan akan jasa-jasakeamanan, kesehatan, pertahanan dan lain sebagainya.
 
Herbert G. Hicks (1972) yang dikutip oleh Winardi (2003) pernah menyatakanbahwa organisasi bersifat sangat variable. Yang membuat organisasi dapat menjadi objek yang diatur oleh individu maupun entitas didalamnya. Dan pada saat yang lain organisasidapat menjadi subjek yang mengatur individu yang ada didalamnya. Organisasi juga dapatbersifat fleksibel sehingga banyak bentuk organisasi yang berkembang sampai dengan saatini. Beberapa diantaranya adalah Organisasi Formal, Organisasi Informal, OrganisasiPrimer, Organisasi Sekunder (Hicks, 1972) dan bentuk-bentuk yang lainnya.Organisasi Formal memiliki ciri sebagai berikut memiliki suatu struktur yangterumuskan dengan baik, menerangkan hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dantanggung jawabnya dengan baik. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran, melalui apa komunikasi berlangsung. Organisasi formal menunjukantugas-tugas terspesifikasi bagi anggotanya. Hirarki sasaran-sasaran organisasi bersifatformal dan dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, sertaprasyarat lain terurutkan secara baik dan terkendalikan (Winardi, 2003). Salah satu contohorganisasi yang bersifat formal adalah Organisasi Pemerintah.Organisasi Pemerintah saat ini menghadapi tantangan yang tidak dapat disepelekan.Menurut Philips J. Cooper (1998) di dalam bukunya yang berjudul
“Public Administrator  for Twenty First Century”
seperti yang dikutip oleh Utomo (2005) tantangan yangdihadapi oleh Organisasi Pemerintah sebagai Administrator Publik terdiri dari:
diversity,
1
Pelaksana Sub Bagian Kepegawaian dan Umum PKP2A III LAN Samarinda
 
2
accountability privatization, civil society, democrazy, decentralization, reengineering and The Empowering Effect of High Technology.
Sedangkan Hughes (1994) dalam bukunya
“Management and Public Administratrator”
lebih jernih memandang tantangan.Menurutnya seperti yang dikutip oleh Utomo (2005),
challenges, opportunities and directions in a number issues on public administrator as: The Culture Milieu of Public Administration; Crisis/Disaster Management; Strengthening of Local Level Institututions;Promoting Accountability in Public Management; Human Resources Development; The Impact of Technology of Public Administration; Managing Economic and Technology Interindepencies.
Organisasi Pemerintah saat ini juga mengalami perubahan lingkungan eksternal daninternal yang cukup signifikan. Perubahan lingkungan organisasi ini juga dialami olehorganisasi yang bergerak pada sektor swasta, sektor swadaya masyarakat dan sektor-sektorlainnya. Pergeseran yang cukup signifikan dirasakan pada saat terjadinya pergeseran erapemerintahan yang cukup radikal. Diawali dengan era proklamasi ditahun 1945-ankemudian era revolusi (orde lama) ditahun 1960-an kemudian era orde baru 1970-an danterakhir era reformasi tahun 1998-an sampai dengan sekarang.Perubahan-perubahan lingkungan yang di alami Organisasi Pemerintah sendirimengharuskan Organisasi Pemerintah yang terstruktur secara horizontal dan verticalmelakukan penyesuaian diri. Penyesuaian diri menjadi keharusan jika tidak ingin dilibasoleh perubahan itu sendiri. Dan kemampuan Organisasi Pemerintah untuk menjawabsemua tantangan saat ini dan kedepan menjadi salah satu
item
yang harus dimiliki olehOrganisasi Pemerintah. Untuk mewujudkannya Organisasi Pemerintah membutuhkankonsep konkrit yang menjadi jurus dalam melakukan dan menaklukan perubahan. Yangsalah satunya adalah
 Learning Organisation. Learning Organisation
bukanlah konsep baru dalam tema pengelolaan organisasi.Konsep yang mulai dikenal di awal tahun 1990-an ini memberikan sedikit pencerahanterhadap perubahan dan tantangan yang dihadapi oleh Organisasi Pemerintah seperti yangtelah dijelaskan sebelumnya. Namun konsep ini hanya berhenti ditataran wacana danperdebatan para ahli perilaku organisasi baik didalam maupun diluar negeri. Tulisansingkat ini diharapkan menjadi salah satu jalan keluar bagaimana menerapkan konsep
 Learning Organisation
khususnya dalam Organisasi Pemerintah.
ORGANISASI PEMERINTAH DAN LINGKUNGANNYA
Organisasi sebagai suatu bentuk kehidupan dalam masyarakat juga mengalamiperubahan. Organisasi memiliki bentuk yang dinamis. Organisasi sebagai bentuk danhubungan yang mempunyai sikap yang dinamis, dalam arti organisasi itu selalumenyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Organisasi mengalamiperubahan karena organisasi selalu menghadapi berbagai macam tantangan. Tantangan itutimbul akibat dari perubahan lingkungan. Yang dimaksud dengan lingkungan organisasiadalah keseluruhan faktor yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi(Wursanto, 2003). Lingkungan organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaknilingkungan internal dan lingkungan eksternal.Lingkungan Internal adalah lingkungan yang ada dalam organisasi itu sendiri danmemberikan pengaruh terhadap proses dan kegiatan yang di lakukan oleh organisasi.Sedangkan, lingkungan eksternal yang berada diluar organisasi dan memberikan pengaruh
 
3
terhadap proses dan kegiatan yang di lakukan oleh organisasi. Lingkungan internalmerupakan lingkungan yang secara individu maupun entitas didalam organisasi dapatdikendalikan oleh organisasi. Sebaliknya lingkungan ekstenal merupakan lingkungan yangsecara individu maupun entitas tidak dapat dikendalikan oleh organisasi itu sendiri.Walaupun pengertian terakhir akan menjadi bias bagi Organisasi Pemerintah. Karena tidak  jarang melalui beberapa peraturan dan kebijakan Organisasi Pemerintah dapatmempengaruhi lingkungan eksternal.Lingkungan internal dan eksternal organisasi tidak dapat di pungkiri memilikikekuatan-kekuatan yang cukup signifikan dalam memberikan pengaruh kepada OrganisasiPemerintah. Berikut beberapa analisis mengenai analisis lingkungan internal danlingkungan eksternal khususnya dikaitkan dengan kekuatannya dalam OrganisasiPemerintah.
LINGKUNGAN INTERNAL
Lingkungan internal seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adalah keseluruhanfaktor yang ada didalam organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatanorganisasi. Faktor-faktor intern yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasimenurut Wursanto (2003) antara lain: perubahan kebijaksanaan pimpinan; Perubahantujuan; Pemekaran/perluasan wilayah operasi organisasi; volume kegaiatan yangbertambah banyak; tingkat pengetahuan dan ketrampilan dari para anggota organisasiBerbagai ketentuan baru yang berlaku di organisasi.Salah satu elemen yang cukup penting fungsinya adalah pengelola organisasi.Pengelola organisasi bertugas untuk menjalankan fungsi pemanfaatan sumberdaya yangada dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Adabeberapa penyebutan nama yang berbeda tentang pengelola organisasi ini. Pengelolaorganisasi dalam sebuah organisasi non profit disebut pengurus, dalam organisasi profitdisebut manajemen dan dalam Organisasi Pemerintah disebut sebagai Aparatur Negara.Kondisi saat ini memprihatinkan dimana telah terjadi kondisi yang disebut sebagaipatologi birokrasi (penyakit-penyakit birokrasi) di kalangan Aparatur Pemerintah.Sehingga Aparatur Pemerintah (individu dalam organisasi) memiliki reputasi sebagai
sluggish, cumbersome, swollen, redtape, inefficient, routine, rigid, narrow, arrogance,complex procedures, formal measure
dan lain sebagainya yang menyebabkan ataumembuat aktivitas pemerintahan atau Organisasi Pemerintah menjadi tidak efektif, tidak efiseien, tidak responsive dan tidak ekonomis Utomo (2005).Utomo (2005) menyatakan bahwa saat ini telah terjadi apa yang disebut sebagai
upheaval
dan
turbulence
yang tidak saja memerlukan adanya kesadaran untuk berubahtetapi juga memerlukan
interconnection
dan
interdependence.
Dan untuk itu diperlukan
integrated approach
atau pendekatan yang menyeluruh dari setiap elemen sistem yang ada.
LINGKUNGAN EKSTERNAL
Sulit bagi organisasi untuk dapat berdiri sendiri tanpa bantuan dari organisasi lain.Sebagai organisasi, Organisasi Pemerintah juga sangat tergantung dengan organisasi lain dilingkungannya. Elbing (1974) seperti yang dikutip oleh Winardi (2003) melakukanklasifikasi terhadap lingkungan eksternal organisasi.
 Pertama,
komponen aksi langsung.

Activity (65)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jodhy Ranu Utomo liked this
malatebus liked this
malatebus liked this
Heri Permana liked this
Anif Rini liked this
Anif Rini liked this
kindry liked this
Adi Putra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->