Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Qunut Dalam Shalat

Qunut Dalam Shalat

Ratings: (0)|Views: 753 |Likes:
Published by sop4ndi

More info:

Published by: sop4ndi on Aug 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
Bacaan Qunut Dalam ShalatWritten by adminSunday, 08 October 2006 23:32Sudah menjadi satu kebiasaan di kebanyakan masjid yang ada di tanah air kita ketikashalat Shubuh berjamaah, imam selalu membaca do'a qunut setelah rukuk pada raka'atterakhir dengan bacaan
"Allohummahdinaa fiiman hadait 
...dst." kemudian diaminkanoleh para makmum di belakangnya.Do'a tersebut kebanyakan telah dihafal oleh kalangan awam, lebih-lebih mereka yangdianggap pandai dalam urusan agama. Hal ini dikarenakan do'a qunut ini tidak pernahmereka tinggalkan. Atau, mereka menganggap itu merupakan sunnah rawatib (sunnahyang selayaknya dilaksanakan terus) dalam shalat Shubuh. Atau bahkan yang lebihekstrem, menganggap bahwa qunut Shubuh merupakan suatu keharusan yang tidak bolehditinggalkan, sehingga tidak jarang kita jumpai seorang makmurn yang sedang shalatdengan seorang imam yang tidak dikenalnya, kemudian tatkala irnarnnya tidak membacaqunut dan langsung sujud setelah i'tidal, maka dia (si makmum) segera membatalkanshalatnya dan mengulangi shalatnya, atau kalau tidak demikian maka dia terus mengikutiimamnya sampai salam kernudian mengulangi shalat Shubuhnya karena dia menganggapshalat Shubuhnya tidak sah tanpa qunut.Terjadinya hal tersebut tidak lain karena faktor ketidaktahuan mereka dalarn masalah ini,atau memang mereka tidak mau tahu lantaran mereka telah terjerat oleh perangkap taqlid buta, atau fanatik madzhab, atau sebab lainnya.Untuk mengetahui bagairnana yang benar, kita harus kembalikan kepada Alloh dan Rasul- Nya yang lebih mengetahui semua khilaf di antara manusia. Untuk itu, pada edisi kali ini penulis akan mengulas dengan singkat permasalahan qunut dalam shalat baik qunut shalatShubuh, qunut Witir, atau yang lainnya. Mudah-mudahan Alloh Ta'ala memudahkannya.1 Qunut Dalam Shalat SubuhTermasuk kebiasaan kebanyakan orang, mereka terus-menerus melakukan qunut di setiapshalat Shubuh saja, sedangkan dalam shalat yang lain mereka tidak melakukannya.Dalil mereka:Mereka berpegang dengan hadits:Dari Anas beliau berkata:"Rasulullah, senantiasa berqunut dalam shalat Shubuhnya sampai meninggal dunia."
 
Takhrij Hadits:Hadits ini dikeluarkan oleh
Abdurrazzaq
dalam al-Mushannaf 3/110,
Ibnu Abi Syaibah
dalam al-Mushannaf 2/312,
Imam Ahmad
dalam al-Musnad 3/162,
ad-Daruquthni
dalam as-Sunan 2/39,
al-Baihaqi
dalam as-Sunan al-Kubra 2/201, dan
ath-Thahawi
dalam Syarh Ma'ani al-Atsar 1/248.Di dalam hadits ini ada seorang perawi lemah yang bernama
Abu Ja'far ar Razi
yangtelah dikritik oleh para pakar hadits:
Ahmad bin Hanbal mengatakan tentangnya: "Dia bukan perawi yang kuat."Ibnul Madini berkata: "Dia adalah perawi yang mencampur hadits (salah dalammeriwayatkan hadits)."Abu Zur'ah berkata: "Dia sering salah (dalam meriwayatkan hadits)."
Ibnu Hibban berkata: "Dia sering bersendirian dengan riwayat-riwayat yang mungkar,meriwayatkan hadits-hadits dari para perawi yang masyhur (keterpercayaannya) ."
2
 Ibnul Qayyim mengatakan:
"Abu Ja'far telah dilemahkan oleh Imam Ahmad dan lainnya."
3
 
Syaikh al-Albani dalam Silsilah adh-Dhaifah hadits no. 1238, beliau mengatakan: "Haditsini mungkar." Dengan sebab perawi yang disebutkan di atas.Ada hadits lain yang semakna dengan hadits pertama yang dijadikan sandaran pengkhususan qunut secara terus-menerus dalam shalat Shubuh, dan dianggap sebagai penguat hadits yang pertama, yaitu:Dari Anas beliau berkata:
"Rasulullah melakukan qunut, begitu juga Abu Bakr, Umar, dan Utsman.
4
 Takhrij Hadits:Hadits ini dikeluarkan oleh
Imam Baihaqi
(dalam as-Sunan al-Kubra 2/201) dan oleh
Daruquthni
(dalam as-Sunan 2/166).Dalam hadits ini ada dua orang perawi yang bernama Ismail bin Muslim al-Makki dan'Amr bin ' Ubaid, yang keduanya telah dikritik oleh para pakar hadits, di antaranya:Imam Baihaqi mengatakan:
 
"Kami tidak menjadikan Ismail dan 'Amr sebagai hujjah (dalam periwayatanhadits).
5
 Al-Kharib dalam al-Kifayah (hal. 372) mengatakan: "Dia (Ismail) adalah perawiyang ditinggalkan haditsnya."
Syaikh al-Albani mengatakan:"Demikian juga Imam Nasa'i mengatakannya (Ismail adalah perawi yang ditinggalkanhaditsnya) dan telah ditinggalkan oleh para pakar hadits. Adapun 'Amr bin 'Ubaid, makadia telah dituduh dusta ditambah lagi dia seorang Mu'tazilah. Kemudian (hadits inidiriwayatkan oleh) al-Hasan al-Bashri, walaupun dia seorang yang tinggi derajatnya tetapidia memalsukan hadits dengan cara 'an'anah: yaitu dengan mengatakan ``dari'', andaikansanadnya shahih sampai kepada beliau (al Hasan al Bashri) maka tetap hadits itu tidak  bisa dijadikan sebagai hujjah karena telah diriwayatkan oleh dua perawi yang ditinggalkanhaditsnya.
6
 
Kesimpulan tentang hadits qunut shubuh secara terus-menerus:
 Dari hadits-hadits yang telah kami paparkan semuanya tidak bisa dipakai sebagai hujjahuntuk melegalisasi qunut Shubuh secara terus-menerus. Adapun sebagian ulama yangmenghasankan hadits di atas dengan sebab banyaknya jalan riwayat hadits tersebut, makatidak dapat diterima karena semuanya tidak dapat saling menguatkan dengan sebab sangatlemahnya dan bisa dikatakan mungkar karena menyelisihi hadits yang shahih dari Anassendiri yang telah mengingkari adanya qunut Shubuh secara terus-menerus (sebagaimanaakan kami jelaskan nanti).1.1 Hukum Qunut Shubuh Secara Terus MenerusHadits yang disebutkan di atas tidak bisa dijadikan sandaran sebagai dalil qunut dalamshalat Shubuh secara terus-menerus karena kelemahannya. Oleh karenanya, banyak ulamayang telah mengomentari qunut Shubuh ini, di antaranya;Thariq bin Asyyam seorang sahabat yang mengikuti shalat berjamaah di belakangRasulullah, Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali bin Abu Thalib beliau mengatakan qunutShubuh adalah bid'ah sebagaimana dalam hadits berikut ini:Dari Sa'd bin Thariq al-Asyja'i berkata: Aku berkata kepada bapakku (1hariq): "Wahai bapakku, sungguh engkau telah mengikuti shalat berjamaah bersama dengan Rasulullah,Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali bin Abu Thalib, apakah mereka semua melakukanqunut pada shalat Shubuh?" Dia menjawab: "Wahai anakku itu adalah bid'ah."
7
 Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf, dan para ulama yang semisalnya berdalil dengan hadits diatas (hadits Sa'd) bahwa qunut ratib (terus-menerus) dalam shalat Shubuh tidak 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wan Faridah liked this
Hambali Edco liked this
Rudi Setiawan liked this
Rezha Priyambudi liked this
Adie Putra liked this
alangkosim1979 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->