Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sinopsis DR. Abdul Mannan, MM

Sinopsis DR. Abdul Mannan, MM

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,784 |Likes:
Published by ainuddinaja
Dipertahankan dihadapan Sidang Senat Universitas Borobudur Jakarta dalam rangka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi, 22 Juli 2004. Saat ini beliau adalah Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah di Depok, Jawa Barat.

Selain kesibukan tersebut, beliau juga sering di undang menjadi pembicara pada acara seminar-seminar nasional dan internasional yang membahas seputar ekonomi, sosial kemasyaratakan,dan juga kajian peradaban Islam.
Dipertahankan dihadapan Sidang Senat Universitas Borobudur Jakarta dalam rangka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi, 22 Juli 2004. Saat ini beliau adalah Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah di Depok, Jawa Barat.

Selain kesibukan tersebut, beliau juga sering di undang menjadi pembicara pada acara seminar-seminar nasional dan internasional yang membahas seputar ekonomi, sosial kemasyaratakan,dan juga kajian peradaban Islam.

More info:

Published by: ainuddinaja on Sep 01, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
 Analisis Kinerja Pajak Daerah DKI Jakarta
ANALISIS KINERJA PAJAK DAERAHPROPINSI DKI JAKARTA
1
Oleh : Abdul Mannan
 ABSTRACT The purpose of this research is to know how big therespons of the local tax in DKI Jakarta to the change of the taxbasic, how far the effectivity of the taxation discretionary(intensivity and extensivity) policy in DKI Jakarta, which taxeshave the high capacity – high effort (HC – HE), high capacity –low effort (HC – LE), low capacity – high effort (LC - HE), lowcapacity – low effort (LC – LE), and what strategy wil be used forincreasing the income local tax in each different tax in DKI Jakarta. The research methodology which is used in this thesis arethe teory of the tax elasticity, tax buoyancy, tax capacity, andtax effort developed by Yuyun Wirasasmita, Sudarsono,Mansfield, Prest and Bahl. Therefore, it can be identified whichtaxes contain HC-HE, HC-LE, LC-HE and LC-LE. The result of the research shows that the kinds of local taxwhich indicate the highest score of buoyancy and elasticity, asfollows; (1) The tax of vehicle fuel (PBBKB/T3) is the highest of buoyancy and elasticity, (2) The tax of vehicle (PKB/T1) is thelowest score of buoyancy, and, (3) The tax of street – lights(PPJ/T7) is the lowest pure elasticity. There are six kinds of localtax which have a defisiency of buoyancy elasticity value and thepositive pure elasticity and there are two local tax which have adeficiency of buoyancy score and the negative pure elasticity. The conclusion of the research is the difference betweenbuoyancy and elasticity to indicate that the taxationdiscretionary policy in DKI Jakarta is not relativity effective.
 
PENDAHULUAN
Menyadari akan keterbatasan pemerintah pusat dalammemberikan pelayanan terhadap masyarakat, maka dikeluarkanUndang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Otonomi Daerah.
1
Dipertahankan dihadapan Sidang Senat Universitas Borobudur Jakarta dalamRangka Promosi Doktor Ilmu Ekonomi, 22 Juli 2004
1
 
Realisasi diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997tersebut membawa dampak permasalahan multidimensionalyaitu terdapat ketimpangan fiskal vertikal dan horisontal bidangkeuangan publik.Selanjutnya pola hubungan keuangan pusat dan daerahdalam rangka otonomi daerah dilakukan dengan memberikankebebasan kepada daerah untuk melaksanakan fungsinya secaraefektif. Untuk melaksanakan fungsi tersebut harus ada sumber –sumber keuangan yang memadai yaitu bersumber dariPendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Pinjaman Daerahmaupun penerimaan lain yang sah. Tumpuan utama penerimaan daerah adalah berasal dariPAD, sementara secara umum kontribusi PAD terhadap APBDtingkat Propinsi hanya sebesar 20 % - 30 %, dan untuk daerahtingkat Kabupaten/Kota hanya sebesar 10 % - 20 %. Kondisi inimenunjukkan bahwa ketergantungan daerah kepada pusat masihtetap sangat tinggi. Indikator ketergantungan daerah kepadapusat bila ditinjau dari sisi penerimaan pada APBD tingkatpropinsi dan kabupaten/kota sebesar 94 % dari pusat dan daridaerah hanya 6 %, begitu pula dari sisi pengeluaran APBDtingkat propinsi dan kabupaten/kota sebesar 83 % berasal daripusat dan hanya 17 % dari daerah.Khusus untuk Propinsi DKI Jakarta, kontribusi PAD terhadapAPBD DKI Jakarta secara rata-rata sebesar 50 % yang manakontribusi PAD tersebut didominasi oleh pajak dengan rata-ratasebesar 82 %. Mengingat Pajak sebagai komponen utamaPendapatan Asli Daerah maka fokus penelitian ini adalah jenis- jenis pajak daerah DKI Jakarta yang terdiri dari 8 (delapan) jenis(U U No. 18 Tahun 1997).
2
 
KERANGKA PEMIKIRAN, MODEL DAN HIPOTESIS1. KERANGKA PEMIKIRAN 
Penelitian tentang perpajakan baik pajak nasional maupunregional dalam hubungan untuk meningkatkan perolehan pajakadalah menggunakan rumus elastisitas, kapasitas dan upaya.Elastisitas adalah menggambarkan derajat kepekaan fungsipajak terhadap perubahan yang terjadi pada variabel-variabelyang mempengaruhinya. Sedangkan rumus kapasitas adalahuntuk mengetahui jumlah pajak yang seharusnya mampudikumpulkan dari dasar pajak begitu pula upaya pajak adalahrasio antara penerimaan pajak dengan kapasitas pajak.Mengingat dasar pajak adalah sangat kompleks maka dalamkaitan penelitian ini sebagai proxy dasar pajak adalah ProdukDomestik Bruto (PDB) atau Produk Domestik Regional Bruto(PDRB).Berdasarkan proxy dasar pajak tersebut maka kapasitaspajak daerah sangat dipengaruhi oleh peningkatan pendapatanregional (PDRB). Analisis perbandingan kemampuan pajak ataukapasitas pajak antar negara atau antar daerah yangdikemukakan oleh Bahl (1971.,h.571) dapat dilakukan denganmengkaji varians dari rasio pajak (
tax ratio
), kapasitas pajak (
tax capacity 
) dan upaya pajak (
tax effort 
).Unit analisis dalam penelitian ini adalah pajak daerahPropinsi DKI Jakarta yang terdiri dari 8 (delapan) jenis pajak yaitu(1) Pajak Kendaraan Bermotor/T1, (2) Bea Balik Nama KendaraanBermotor/T2, (3) Pajak Bahan Bahar Kendaraan Bermotor/T3, (4)Pajak Hotel dan rstoran/T4, (5) Pajak Hiburan/T5, (6) PajakReklame/T6, (7) Pajak Penerangan Jalan/T7, (8) Pajak Air Bawah Tanah&Air Permukaan/T8.
3

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
maryadi1 liked this
Dini Ni liked this
Bilqis Rochmi liked this
Ayoe Mamoe liked this
Roy Iskandar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->