Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
PT MEDIA DATA RISET
Office : Jl. SMA XIV No.12A, Cawang-UKI, Jakarta Timur, Phone.
021-8093140, 021-809 6071
 Fax.
021-8096071
Mobile.
 
085217061945
 Branch : Jl. Pakis Tirtosari No.20, Surabaya, Phone.
031-567 4872
, Fax.
031-567 4872Website : www.mediadata.co.id
 
1
Studi Tentang:
KONDISI DAN PROSPEK INDUSTRI TEKSTIL DI INDONESIA, 2008
(Revitalisasi Melalui Program Restrukturisasi Permesinan)Juni, 2008
Industri tekstil merupakan salah satu industri prioritas nasional yang masih prospektif untuk dikembangkan. Dengan populasi lebih dari 230 juta penduduk, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial.Tahun lalu kue pasar tekstil di dalam negeri diperkirakan mencapai Rp 80 triliun. Industri tekstil merupakanindustri padat karya, yang sedikitnya telah menyerap 1,8 juta pekerja. Dari sisi tenaga kerja, pengembanganatau penambahan kapasitas industri dapat dengan mudah terakomodasi oleh melimpahnya tenaga kerja dengantingkat upah yang lebih kompetitif, khususnya dibandingkan dengan kondisi di negara industri maju. Industritekstil adalah industri yang berorientasi ekspor.Di pasar global, produk tekstil Indonesia masih cukup diperhitungkan. Tahun 2006, Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara pengekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) terbesar dunia. Indonesia menempati posisi keempat dalam impor TPT di Amerika dengan nilai US$ 3,9 miliar. Tahun 2007 kinerja ekspor telahmencapai US$ 10,1 miliar, meningkatan sekitar 6,3% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$ 9,5milyar. Bagaimanapun, industri TPT masih menjadi penyumbang devisa non-migas terbesar. Di pasar global produk tekstil Indonesia menghadapi pesaing potensial seperti Vietnam, Cina, dan India. Namun demikian, industri tekstil masih menghadapi berbagai hambatan dan kendala, antara lain denganmaraknya produk impor, terutama dari China, baik yang masuk secara legal maupun illegal. Maraknya produk impor yang relatif miring telah mendistorsi pasar TPT di dalam negeri. Apalagi daya serap pasar dalam negerimasih lemah dengan belum pulihnya daya beli masyarakat. Sementara itu biaya produksi meningkat signifikan.Lonjakan harga minyak mentah dunia secara langsung mendongkrak kenaikan harga bahan baku, khususnyaserat sintetis. Kenaikan harga minyak juga mendorong kenaikan biaya energi (listrik dan BBM).Kondisi permesinan umumnya sudah tergolong tua (80% di atas 20 tahun) sehingga efisiensinya rendah.Ini sebenarnya merupakan masalah klasik. Berkaitan dengan itu belakangan Pemerintah mencoba menggelar Program Peningkatan Teknologi Industri TPT melalui pemberian diskon pembelian mesin (Skema I) dan penyediaan dana investasi berbunga rendah (Skema II). Program bantuan pendanaan ini diharapkan dapatmemperkuat kembali daya saing industri TPT sekaligus dapat memperpesar kontribusi terhadap perekonomiannasional yang saat ini sekitar 2,4% dari GDP. Program pemerintah itu telah mendorong meningkatnya kembaliminat investasi di industri tekstil belakangan ini.Untuk mengetahui lebih jauh tentang potensi dan prospek industri tekstil serta peluangnya, PT MediaData Riset (Mediadata) telah melakukan kajian dan menyusunnya dalam sebuah laporan komprehensif. Laporanini akan sangat berguna bagi pelaku industri TPT, investor, supplier, trading, lembaga pembiayaan, maupuninstitusi terkait lainnya. Studi setebal 450 halaman ini kami tawarkan dengan harga
Rp 5.000.000
(Lima jutarupiah) per copy untuk versi bahasa Indonesia, atau
US$ 750
(Tujuh ratus lima puluh US Dollar) per copy untuk versi bahasa Inggris.
Peminat dapat menghubungi
PT
 
Media Data Riset,
 Jakarta, melalui Telepon
(021) 809-3140, 809-6071, Fax:
 
(021) 809-6071
atau
Mobile
:
 
08521706194
5
e-mail
info@mediadata.co.idmediadatariset@yahoo.com
atau melalui website :
www.mediadata.co.id
. Formulir pemesanan kami lampirkan bersama ini. Atas perhatiannyakami ucapkan terima kasih.
PT Media Data Riset
Mansur S
Marketing Manager
 
 
 
PT MEDIA DATA RISET
Office : Jl. SMA XIV No.12A, Cawang-UKI, Jakarta Timur, Phone.
021-8093140, 021-809 6071
 Fax.
021-8096071
Mobile.
 
085217061945
 Branch : Jl. Pakis Tirtosari No.20, Surabaya, Phone.
031-567 4872
, Fax.
031-567 4872Website : www.mediadata.co.id
 
2Daftar IsiKONDISI DAN PROSPEK INDUSTRI TEKSTIL DI INDONESIA(Revitalisasi Melalui Program Restrukturisasi Permesinan)Juni, 2008I.
 
Pendahuluan
1.1.
 
Latar Belakang1.2.
 
Tujuan dan Ruang Lingkup Study1.3.
 
Sumber Informasi
II. Penduduk dan Gambaran UmumPerekonomian Indonesia
2.1. Populasi Penduduk Indonesia2.2. Perkembangan Ekonomi MakroIndonesia Pasca Krisis
2.2.1. Laju Pertumbuhan PDB
2.2.2. Nilai Tukar Rupiah
2.2.3. Laju Inflasi
2.2.4. Suku Bunga Perbankan
2.2.5. Indeks Harga SahamGabungan (IHSG)2.2.6. Income Per Kapita2.3. Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaBerdasarkan Lapangan Usaha2.4. Perkembangan PDB BerdasarkanPenggunaan2.5. Perkembangan Investasi
III. Peta Bisnis Industri Tekstil Global
3.1.
 
Produsen Utama Dunia3.2.
 
Eksportir Utama Dunia3.3.
 
Importir Utama Dunia3.4.
 
Konsumen Utama Dunia
IV.
 
Strategi Pengembangan IndustriTekstil Indonesia
 
4.1. Perkembangan Industri4.2. Visi, Misi, Sasaran dan Target Kinerja4.2.1.
 
Visi, Misi, dan Sasaran4.2.2.
 
Target Kinerja4.3. Strategi Pengembangan4.3.1. Rencana Aksi jangka Pendek,Menengah, dan Panjang4.3.2. Industri Serat4.3.3. Industri Benang4.3.4. Industri Pertenunan, Perajutan&
 Finishing 
 4.3.5. Industri Garmen4.3.6.
 
Industri Produk TekstilLainnya
V.
 
Program Restrukturisasi Industri TPT
5.1. Kondisi Mesin Industri TPT SudahUsang5.2. Dana Program Restrukturisasi MesinTekstil Capai Rp. 9,82 trilyun5.3. Skema Pembiayaan ProgramRestrukturisasi 5.4. Harus Mesin Baru5.5. Minat Untuk Restrukturisasi Tinggi5.6. Restrukturisasi IKM TPT HadapiMasalah5.7. Hanya Terserap 60,2%5.8. Program Subsidi Restrukturisasi TPT2008 Diperluas5.9. Dana Restrukturisasi IKM Tekstil 2008Dipangkas
VI.
 
Pengadaan Bahan Baku
6.1. Serat Alam6.1.1. Kapas6.1.2. Pemerintah Tambah Areal Kapas6.1.3. Masih sangat bergantung sumber impor 6.1.4. Empat perusahaan kembangkankapas6.1.5. Perkembangan produksi6.1.6. Impor 6.1.6.1. Impor Menurut Volumedan Value6.1.6.2. Amerika SerikatPemasok Terbesar 6.1.7. Konsumsi6.2. Serat Sintetis6.2.1. Product Description6.2.2. Perkembangan Industri6.2.3. Tekhnologi Jepang dan Jerman6.2.4. Purified Therepthalic Acid6.2.4.1. Product Description6.2.4.2. Harga Bahan BakuMeningkat6.2.4.3. Kapasitas Produksi
 
 
PT MEDIA DATA RISET
Office : Jl. SMA XIV No.12A, Cawang-UKI, Jakarta Timur, Phone.
021-8093140, 021-809 6071
 Fax.
021-8096071
Mobile.
 
085217061945
 Branch : Jl. Pakis Tirtosari No.20, Surabaya, Phone.
031-567 4872
, Fax.
031-567 4872Website : www.mediadata.co.id
 
3
6.2.4.4. PT MitsubishiChemical Indonesia produsen terbesar 6.2.4.5. Pertamina akanambil alih Polyprima6.2.4.6. Produksi masihmeningkat6.2.4.7. Ekspor 6.2.4.8. Impor 6.2.4.9. Konsumsi PTA6.2.5. Produsen6.2.5.1.
 
Kapasitas Mencapai1,1 Juta Ton6.2.5.2. Kapasitas GTPetrochem 350 RibuTon Per tahun6.2.6. Produksi CenderungMeningkat6.2.7. Utilitas Mencapai 74,3%6.2.8. Ekspor 6.2.8.1. Ekspor Meningkat6.2.8.2. Ekspor ArtificialStaple Fibre NotCarded Of ViscoseRayon Terbesar 6.2.8.3. Negara Tujuan UtamaAmerika Serikat6.2.9. Impor 6.2.9.1. Volume Menurun Nilai Meningkat6.2.9.2. Synthetic Staple Fibre Not Carded Of Polyester Impor Terbesar 6.2.9.3.
 
Dipasok Sesama Negara Asia6.2.10. Konsumsi6.2.11. Investasi baru
VII. Industri Pemintalan
7.1. Product Description7.2. Perkembangan Industri7.3. Kapasitas Produksi Hampir Tidak Meningkat7.4. Jumlah Mesin Stagnant7.5. Produsen7.6. Produksi Nyaris Stagnant7.7. Tingkat Utilisasi7.8. Ekspor 7.8.1. Volume Ekspor Meningkat 0,4%,Sedangkan Nilainya naik 11,5%7.8.2. Ekspor Textured Yarn Of Polyester Terbesar 7.8.3. Brazil, Negara Tujuan Ekspor Benang Terbesar 7.9. Impor 7.9.1. Impor Yarn Kecil7.9.2. Impor Terbesar 
 High TenacityYarn of Polyesters 
7.9.3. Impor Benang Terbesar DariChina7.10.
 
Konsumsi Cenderung 1,6% Per tahun.
VIII.
 
Industri Kain
8.1. Product Description8.2. Produsen8.2.1. Kapasitas Produksi CenderungStagnan8.2.2. Kondisi Mesin Tenun Indonesia8.3. Produksi Menurun 5,7% Per Tahun8.4. Utilisasi Industri Pertenunan TerusMenurun8.5. Kebutuhan Serat Ikuti PerkembanganProduksi8.6. Ekspor 8.6.1. Ekspor kain tenun bertahandengan keterbatasan8.6.2.
 
Ekspor Terbesar 
other woven fabrics of synthetics flment obtained materials of head 5404
 8.6.3. Ekspor Ke Malaysia Terbesar 8.7. Impor 8.7.1. Impor cenderung naik 8.7.2. Impor Menurut Jenis8.7.3.
 
Impor dari China Terbesar 8.8. Konsumsi Menurun 5,8% per tahun
IX. Industri Garmen
9.1. Perkembangan Industri9.2. Kapasitas bertambah9.3. Tenaga Kerja9.4.
 
Produksi Cenderung Menurun9.5. Pasar domestik didesak impor dariChina9.6. Kinerja ekspor membaik 
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more