PT MEDIA DATA RISET
Office : Jl. SMA XIV No.12A, Cawang-UKI, Jakarta Timur, Phone.
021-8093140, 021-809 6071
Fax.
021-8096071
Mobile.
085217061945
Branch : Jl. Pakis Tirtosari No.20, Surabaya, Phone.
031-567 4872
, Fax.
031-567 4872Website : www.mediadata.co.id
1
Studi Tentang :PROSPEK USAHA KLINIK KESEHATAN DI INDONESIA Januari 2008
Derajat kesehatan masyarakat sangat menentukan kualitas sumberdaya manusia. Namun,pelayanan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah baik dalamaspek teknis maupun finansial. Anggaran kesehatan yang ditetapkan pemerintah melaluiAPBN/APBD sebesar 5%, jelas tidak akan mampu memenuhi tuntutan kebutuhan kesehatanmasyarakat secara menyeluruh. Oleh karena itu, partisipasi aktif sektor swasta mutlakdibutuhkan baik dalam penyediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan maupun obat-obatan.Saat ini, keterlibatan pihak swasta di bidang kesehatan tampak cukup signifikan baikdalam penyediaan sarana kesehatan (rumah sakit dan klinik), tenaga kesehatan (pendidikan danpelatihan) maupun obat-obatan (industri farmasi). Sebagai gambaran, dari tahun 1999 hingga2006, rata-rata pertumbuhan jumlah rumah sakit swasta di Indonesia mencapai sekitar 4% pertahun, padahal jumlah rumah sakit pemerintah hanya meningkat rata-rata 2,5% setiap tahunnya.Demikian halnya dengan klinik kesehatan. Sebagai contoh, di DKI Jakarta, dari tahun2002 sampai 2006 jumlah klinik umum dan spesialis tumbuh cukup pesat dengan rata-rata lajupertumbuhan 10,4% setiap tahunnya.Dalam tahun 2007, di DKI Jakarta, estimasi rata-rata jumlah kunjungan pasien ke klinikumum dan spesialis kelas menengah ke atas mencapai 667 pasien per klinik per bulan. Dengantarif rata-rata Rp 120.000 – Rp 280.000 setiap kunjungan pasien, maka setiap klinik bisamemperoleh
revenue
sekitar Rp 80 juta – Rp 187 juta per bulan. Sementara untuk klinik bersalin,estimasi rata-rata jumlah pasiennya sekitar 18 pasien per bulan. Dengan tarif rata-rata Rp 2,6 juta– Rp 5,2 juta per pasien, maka setiap klinik bisa memperoleh
revenue
sekitar Rp 47 juta – Rp 94 juta per bulan.Rata-rata volume pasar klinik di DKI Jakarta tahun 2007 diperkirakan mencapai 8.000pasien/klinik/tahun atau sekitar 6,698 juta pasien untuk seluruh klinik yang ada. Dengan rata-rata tarif klinik minimal Rp 120.000 dan maksimal 280.000,
Market Size
klinik di DKI Jakartadiperkirakan mencapai Rp 800 miliar sampai Rp 1,9 triliun per tahun, khusus untuk klinikumum dan spesialis. Jika ditambah dengan klinik bersalin,
Market Size
-nya bisa mencapai Rp 900miliar sampai Rp 2 triliun per tahun.Klinik memang lebih fleksibel dibanding rumah sakit. Selain investasi usahanya lebihmurah, klinik juga bisa lebih lincah dalam meraih konsumen serta mempermudah danmempersingkat pelayanan. Di sisi lain, klinik juga bisa lebih inovatif dalam menciptakan layananbaru sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.Di luar DKI Jakarta, masih banyak wilayah yang potensial untuk pengembangan usahaklinik, mengingat klinik-klinik yang ada saat ini mayoritas klinik-klinik skala kecil denganfasilitas layanan sederhana. Padahal kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta,Surabaya, Denpasar, Medan, Batam, Samarinda, Makasar dan yang lainnya, taraf ekonomipenduduknya telah cukup tinggi, sehingga layanan kesehatan yang optimal bisa menjadiprioritas kebutuhan keluarga.