Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
my drama

my drama

Ratings: (0)|Views: 2,530 |Likes:
Published by Rizumeguchan

More info:

Published by: Rizumeguchan on Sep 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
NASKAH DRAMA
Dimalam yang dingin dan sunyi, ada seorang gadis sedang duduk di dekatjendela kamarnya dan sambil memandang langit yang penuh dengan bintang. Gadisitu adalah anak dari keluarga Senjaya, bernama Resha Tirta Senjaya. Ayahnya yangmerupakan seorang Pengusaha Intan tersukses di Indonesia, dan Ibunya yaituseorang pemilik restoran makanan Jepang “Oishii”. Dan juga kakaknya yangbernama Ryuma Putra Senjaya yaitu seorang mahasiswa jurusan Sastra Jepangsemester 4.Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Resha.Bi Ijah: (toktoktok) Non, Non Resha“Makan yuk Non…Ibu dan Bapak sudah menunggu di meja makan.”Resha: Iya BiNanti ajaSha belum laper BiBilangin Mama danPapa, makan duluan aja…Jangan nungguin Sha?!”Bi Ijah: “Ayolah Non, kalau Non ga makan nanti Non sakit. Selain itu nantiBibi dimarahin Ibu dan Bapak. Ayo Non keluar, turun dan makan.”Resha: “Hiks…Hiks…Hiks.” (duduk di dekat jendela sambil menangis)“Iya Bi, aku tau. Tapi, aku ga mau keluar kamar.”Bi Ijah: Ayolah NonMasa Non tega sama Bibi, Non ga mau kan dengarsampai Bibi dimarahin Ibu dan Bapak??” (berdiri di depan pintu,sambil tersedu-sedu)Resha: (mengusap air mata) Iya Bi, tunggu sebentar(jalan menuju pintu dan membuka pintu).Bi Ijah: “Non, non kenapa?” (melihat Resha sambil mengusap airmata Resha yang terus mengalir).Resha: Ga apa-apa kok Bi. Sha cuman sedih dan ga mau kalausampai Bibi dimarahin Mama dan Papa.”Bi Ijah: “Duh, Non ReshaBibi jadi terharu, ternyata Non Reshaperduli sama Bibi. Makasih iya Non…” (memeluk Resha)Resha: “Iya Bi, sama-sama. Sha sayang sama Bibi.” (mengeluarkan airmata dipelukan Bi Ijah)Bi Ijah: “Bibi juga sayang sama Non Resha. Bibi sudah menganggapNon sebagai anak Bibi sendiri. Non, jangan nangis lagi.”
1
 
(mengusap air mata Resha)Resha dan Bi Ijah menuju ke meja makan. Resha pun melihat Orang tuanya sedangmenikmati makan malam.Resha: Malam Pa, MaPapa: “Kemana saja kamu Sha? Dari tadi Papa sama Mama udah nunggukamu… Duduk dan makan, Papa ga mau nantinya kamu sakit Sha.”Mama: Iya sayang, kamu harus makan. Nanti kalau kamu sakit gimana.Nantinya kamu juga yang ngerasain sakit. Tapi, kita semua gamauSha. Kita semua sayang sama kamu Sha. Makan yang banyak iyasayang... Bi, tolong ambilkan nasi dan lauknya…”Bi Ijah: “Iya Bu” (mengambil piring yang ada di depan Resha)Resha: (mengambil piring yang ada di tangan Bi Ijah)“Sini Bi, tidak usah. Makasih Bi… Sha bisa ngambil sendiri kok Bi.”(dengan tersenyum manis)Bi Ijah: EhIya Non.Resha: (mengambil sedikit nasi, sayur dan lauk pauk)“Pa, Ma… Kak Ryu kemana? Dari tadi siang aku ga melihat Kak Ryu.”Bi Ijah: “Maaf Pak, Bu, Non Resha. Bibi mau kebelakang dulu.Papa: “Iya Bi. Makasih iya sudah membujuk Resha turun dan makan.Mama: Iya Bi, makasih iya.Bi Ijah: Sama-sama Pak, Bu. Saya permisi dulu.” (kembali ke dapur)Resha: Makasih iya Bi.Papa: “Iya. Tadi siang kakak mu bilang sama Papa dan Mama, katanya diamau mengerjakan tugasskripsinya dan sekalian menginap di rumahOm Guntur.”Resha: “Oh,,,jadi malam ini Kak Ryu ga ada dirumah. Sha kesepianPapa sama Mama selesai makan malam mau kemana??”(wajah menjadi sedih)Mama: Kamu ga akan kesepian kok Sha… Kan ada Bi Ijah, adafasilitas-fasilitas yang sudah tersedia, lengkap pula. Selesai makanmalam, Papa dan Mama mau ke pabrik Intan, lalu ke Restoran.Mau mengecek, dan sekalian ketemu rekan bisnis di Restoran.Mungkin malam ini, Mama dan Papa ga pulang, kita sekalianmenginap di Hotel. Kamu ga apa-apa kan sayang??” (tersenyum)
2
 
Resha: Huh… Mama, Papa sama saja!! Selalu mengurusi bisnis,jarang ada di rumah…”Mama: Sayang… Mama dan Papa ga bermaksud begitu kok.Resha: “Sha udahan makannya, Sha mau shalat dan Belajar. MalamPa, Ma…” (wajah menjadi sedih dna meninggalkan meja makan)Resha pun meninggalkan meja makan, lalu langsung menuju kamarnyadan mengunci pintu kamar.Mama: “Pa, Resha kenapa iya?? Atau karena kita kurang perhatiansama dia, sampai-sampai dia berbicara seperti itu?”Papa: “Sudahlah Ma, biarkan saja… Nanti juga balik lagi seperti semula.Semua yang kita lakukan, hasilnya untuk Resha dan Ryu. JadiMama ga usah bingung dan khawatir sama sikap Resha. Mamasudah selesai makannya??”Mama: Iya, sudah Pa. berangkat sekarang saja Pa. Mama takut nanti kitatelat.” (tersenyum)“Mang… Mang Didin…” (memanggil Mang Didin) Mama pun memanggil Mang Didin, supir pribadi Keluarga Senjaya.Mang Didin: (lari dan manghampiri Ibu dan Bapak)“Hosh…Hosh…Ada apa Bu?”(dengan nafas terengah-engah)Mama: Mobilnya sudah siap Mang?Mang Didin: “Sudah Bu, sudah beres semua. Berangkat sekarang Bu?Mama: Iya Mang… Oh iya, setelah Mang Didin ngantar sampai Hotel, MangDidin pulang saja. Besok kan Resha sekolah, jadi Mang Didinngantar dan jemput Resha. Ga apa-apa kan Mang?”Mang Didin: “Iya, ga apa-apa kok Bu.Papa: Iya sudah. Mang Didin ke depan saja dulu. Nanti kitamenyusul.”Mang Didin: “Iya Pak. Saya permisi dulu Pak, Bu.” (menuju halaman rumah)Mama: Iya Mang. Makasih iya.Papa: “Resha… Papa dan Mama pergi dulu. Hati-hati dirumah iyasayang.” (memanggil dari meja makan)Mama: (menghampiri kamar Resha) “Pergi dulu iya sayang
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->