Diktat E&DKEE - Andi Pawawoi, MT
Halaman
6Batu bara yang tingkatannya terendah berwarna cokelat, mengandung banyak abu dan lembap. Batu bara yang tingkatannya lebih tinggi, mengandung karbon lebihbanyak. Baban organik yang tidak cukup terurai sehingga terbentuk karbon, oleh karenaitu belum dapat dikatakan sebagai batu bara, disebut gambut
(peat).
Batu bara adalah suatu batu endapan yang terutama berasal dan zat organik.Kebanyakan ahli geologi berpegang pada teori, bahwa tumbuh-tumbuhan yang sangatlebat, baik pohon-pohon besan maupun tumbuh-tumbuhan lainnya, tergenang dalamrawa-rawa atau air lainnya, kemudian berturut-turut ditutup oleh endapanendapan lain,biasanya non-organik. Pengumpulan-pengumpulan ini mula-mula menjadi semacamlumpur organik, lambat laun agak mengeras, kemudian berubah menjadi gambut.Setelah berlalu masa yang lama sekali, lapisan-lapisan endapan ini mengakibatkanpenekanan-penekanan, sehingga bahan-bahan gambut ini menjadi lebih keras. Misalnyakarena penekanan suatu lapisan yang semula tebalnya 10 meter, kemudian menjadi satumeter atau kurang. Bilamana tekanan-tekanan itu disertai gerakan-gerakan atauperubahan-perubahan lapisan atas kulit bumi, maka penekanan menjadi lebih besar lagi:terjadilah batu bara melalui proses pengarangan.Gambar 2.1 memperlihatkan secara skematis apa yang terjadi. Dalam proses itudaun menyerap energi cahaya yang digunakan dalam proses fotosintesis sebagaiberikut:Dalam proses ini diperlukan energi sebesar 112 kCal per mole CO
2
. yang diambil darienergi matahani.Dapat dihitung jumlah energi cahaya yang diperlukan dalamfotosintesis itu dengan berpegang pada teori kuantum cahaya Einstein:di manaE = energi cahaya;h = konstanta Planck;
γ
=
frekuensi cahaya;c
=
kecepatan cahaya dalam pakem; dan
λ
=
panjang gelombang cahaya.