Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab IV Gaya Dan Kopel

Bab IV Gaya Dan Kopel

Ratings: (0)|Views: 1,362|Likes:
Published by Hamdi Reza

More info:

Published by: Hamdi Reza on Sep 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
Diktat E &DKEE - Andi Pawawoi, M
Halaman
106
Bab IVGaya Dan Torka Elektromagnetik
 
Pada bahagian ini, kita akan membahas proses konversi-energi electromekanisyang terjadi dengan perantaraan medan magnetis dan medan listrik dari peralatankonversi. Walaupun beberapa peralatan konversi itu bekerja menurut prinsip yang sama,akan tetapi susunannya tergantung fungsinya. Peralatan-peralatan untuk pengukuran dankontrol sering dikenal sebagai
transducer.
Transducer ini umumnya bekerja dengankondisi masukan-keluaran (input-output) yang linear dan dengan sinyal yang relatif kecil. Ada banyak contohnya, termasuk di antaranya momen kakas motor, mikrofon, pickup dan pengeras suara. Kategori kedua dari peralatan ini mencakup peralatan penghasil gaya dan termasuk di antaranya solenoida, relay dari elektromagnit. Kategoriketiga mencakup peralatan konversi-energi-kontinu seperti motor dan generator.Dalam bagian ini perhatian ditujukan kepada perinsip-perinsip konversi energielektromekanis dan analisis peralatan-peralatan yang menjalankan fungsi ini. Kitaterutama akan mempelajari analisis sistem yang menggunakan medan magnetik sebagaimedium konversi. Kegunaan dari analisis ini ada tiga (1) membantu kita untuk mema-hami bagaimana terjadinya konversi-energi, (2) melengkapi kita dengan teknik untuk merancang dan mengoptimasikan peralatan yang memiliki persyaratan-persyaratan yangkhas, dan (3) menunjukkan bagaimana mengembangkan model-model peralatankonversi-energi-elektromekanis yang dapat digunakan untuk menganalisis penampilannya sebagai komponen dalam sistem teknik.Mungkin agak terlalu matematis bagi pembaca yang baru pertama berkenalandengan mesin listrik. Mengingat hal in Pasal 4.1 dan 4.2 menyajikan pembahasan yangkuantitatif tentang gaya-gaya dalam sistem elektromekanik.
4.1 Gaya Dan Momen Kakas (Kopel) Dalam Sistem Medan Magnetik
(Forces and Torques in magnetic field systems)Hukum dasar yang digunakan dalam menganalisais gaya dan kopel dalam sistemmedan magnetik adalah “
 Hukum gaya Lorentz”
F = q (E +
v
x B) (4-1)
 
Diktat E &DKEE - Andi Pawawoi, M
Halaman
107Dimana F gaya pada suatu partikel bermuatan q yang berada dalam medan listrik danmedan magnetik. Dalam satuan SI, F dinyatakan dalam newton, q dalam Coulomb, Edalam volt per meter, B dalam tesla dan kecepatan pantikel v relatif terhadap medanmagnetik dinyatakan dalam meter per detik.Di dalaim sistem medan listrik murni, gaya ditentukan secara sederhana olehmuatan pada pantikel dari medan listrik F = qE (4-2)Gaya ini bekerja dalam anah medan listrik dan tidak tergantung pada gerak partikel.Di dalam sistem medan magnetik situasinya agak lebih rumit. Di sini gayanyaadalahF =
q
(v
 
x
 
B) (4-3)Gaya ini ditentukan baik oleh besar muatan pada pantikel dan besar medan B, maupunoleh kecepatan partikel. Arah gaya tersebut ternyata selalu tegaklurus pada arab gerak  partikel dan arab medan magnetik. Secara matematis, pernyataan ini dapat dituliskansebagai perkalian-silang vektar v x
 
B seperti dalam Pers. 4-3. Besar dari perkalian-silang ini sama dengan basil kali dan besar v dan B dan sinus sudut yang dibuat olehvektor v dan B; arahnya dapat ditentukan dan aturan tangan-kanan, yang menyatakan bahwa apabila ibujari tangan kanan menunjuk arah V dan telunjuk menunjuk arab B.maka gaya menunjuk dalam arah normal pada telapak tangan seperti yang diperlihatkan pada Gambar 4-1.Gambar 4-1 Aturan tangan-kanan untuk menentukan arah dangaya Lorentz.
F
=
q v
x
B
 Apabila jumlah partikel bermuatan yang bergerak banyak sekali, maka lebihmemudahkan apabila Pers. 4-3 ditulis kembali dalam bentuk rapat arus
 J,
dalam hal inigayanya menjadi rapat gayaF = J x B N/rn
3
(4-4)
 
Diktat E &DKEE - Andi Pawawoi, M
Halaman
108Untuk arus yang mengalir dalam media penghantar, pers. 4-4 dapat digunakan untuk menentukan rapat gaya yang bekenja pada penghantan itu sendini. Hasil ini banyak sekali fisikanya, karena mekanisme pemindahan gaya dan muatan yang bergerak kepadamedium yang menghantar tersebut merupakan hal yang cukup rumit.CONTOH 4-1Suatu rotor yang bukan magnetik yang terdiri dan suatu kumparan berlilitan tunggalditempatkan dalam suatu medan magnetik yang serbasama
 B
0
 
seperti diperlihatkan padaGambar 4-2. Sisi kumparan tersebut berjari-jarii
 R,
dan kawatnya dialiri arus
 I 
sepertiyang diperlihatkan. Tentukan arab momen kakas
θ
sebagai fungsi dari posisi rotor 
α
,apabila
 I 
= 10 A, B
0
= 0,5 T, dan
 R
= 0,1 m. Misalkanlah panjang rotor 0,6 m.
Penyelesaian
Gaya per satuan panjang pada suatu kawat yang dialini arus
 I 
dapat diperoleh denganmengalikan pers. 4-4 dengan luas penampang kawat. Apabila kita ingat bahwa basil kaliluas penampang dengan rapat arus itu adalah arus
 I,
maka gaya per satuan panjang yang bekerja pada kawat dibenikan oleh persamaanF = I x BGambar 4-2 Rotor kumparan tunggalJadi, untuk kawat 1 yang dialini arus
 I 
yang arahnya tegaklurus pada kertas ini,arab gaya
θ
dibenikan oleh
1
θ
=
 IB
0
 I 
sin
α
 
dan untuk kawat 2 (yang dialini arus dalani arab yang benlawanan dan benkedudukan180
0
dari kawat 1
2
θ
 
=
 I B
0
l sin
α
 

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Abimanyu Aryo liked this
Agus Arisudana liked this
Agus Arisudana liked this
Safar Al Inse liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->