Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Novel

Novel

Ratings: (0)|Views: 1,109 |Likes:
Published by Sofyan_96

More info:

Published by: Sofyan_96 on Sep 02, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2011

pdf

text

original

 
Mozaik satu
Siuman
Di sudut bumi, di tanah yang jarang dipijak.Dimana hutan, pohon, sungai, dan langitmasih bersahabat dengan penghuninya.Ketika hukum rantai makanan masih berlaku.Elang memakan ular, ulra memakan katakdan katak memakan ikan. Di tempat itu hanyaada satu rumah panggung yang diisi olehsepasang suami istri. Dan kamu harus tahukawan, disana lah aku berada saat ini.“Udah siuman
encep
?” kata abah Ucupsang pemilik rumah.Alhamdulillah. Ambu! Coba ambilkanair buat si encep, dia sudah siuman!”“Cepetan atuh ambu!”“Ya sabar atuh si Abah teh, kan ambuudah usaha buat cepet-cepet ini teh”, ambuElis membela.Aku merasakan pusing yang sangathebat, badan yang rontok dan kebingunganyang tak terkira. Dimana aku? Mereka siapa?
 
72
Encep ayo diminum dulu air nya!”abah Ucup membantuku duduk danmemberiku minum.Encep tenang saja! Encep aman dirumah abah sekarang. Waktu itu abah nemuinencep pingsan di pinggir sungai. Langsung ajaabah bawa ke rumah ini.”“Iya. Ambu kasihan sekali liat encepyang luka-luka. Tangan dan kaki kanan patah. Tapi untungnya sekrang sepertinya sudahbaikan.” Ambu Elis menambahkan.“Encep ini pingsan udah 30 malam.”30 malam? Selama itu? Aku takpercaya. Yang kuingat hanya kejadian yangmenakutkan itu. Bis yang kutumpangi danteriakan para penumpang. Bis itu lepaskendali dan menabrak pembatas jembatanCisokan. Ya. Hanya itu yang aku ingat.Ambu! Abah! Makasih banyak sudahngerawat aku. Aku gak tau harus gimanangebalasnya.”“Si encep ini. Gak usah ngomong kayagitu! Abah sama ambu sudah seneng liatencep siuman. Encep itu ngingetin abah samaanak-anak abah yang lagi pesantren di
 
72
Banten. Mereka teh pulang nya setahunsekali. Pas lebaran idul fitri aja.”“Makasih!”Alah si encep ini makasih mulu.Sekarang encep pasti lapar. Ayo sekarangmah kita makan saja. Ayo!Ambumengajakku beranjak ke dapur untuk makan.“Mohon dimaklum. Disini jauh kemana-mana, jadi makannya seadanya aja. Abahsama ambu Cuma makan dari hasil kebun dansungai. Ayo encep makan yang banyak!Anggap aja ini rumah sendiri.”Hatiku remuk. Ingin sekali kumenangis,namun kusembunyikan kecengenganku ituuntuk sesaat. Ambu dan abah baik sekalikepadaku. Padahal mereka tidak mengenalku.Ku ucap syukur yang tak terkira kepada IllahiRabbi. Alhamdulillah.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dr supriyanto liked this
fitoplankton liked this
rowjaylee liked this
fathin achmad liked this
fathin achmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->