Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
68Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tari Topeng Cirebon Makalah

Tari Topeng Cirebon Makalah

Ratings: (0)|Views: 23,225|Likes:
Published by Aji Handoko

More info:

Published by: Aji Handoko on Sep 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/12/2014

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Masyarakat senantiasa berubah seiring dinamika sosial, ekonomi, budaya dan politik, realitas semacam inilah yang harus diperhatikan dandiantisipasi secara cepat dan tepat.Dalam konteks pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnampaknya perubahan tersebut harus selalu mempertimbangkan potensi dantradisi lokal masyarakat karenanya, penguatan masyarakat melalui pemberdayaan adalah salah satu diantara ikhtiar yang kiranya dilakukan.Dalam perkembangannya di masyarakat umum, Tari Topeng Cirebonkemudian memperoleh dan memiliki bentuk serta penyajiannya yang spesifik,yang selanjutnya dikenal dengan istilah Topeng Babakan atau dinaan. Adapunkekhususan dari perkembangan Tari Topeng di masyarakat umum tersebutadalah berupa penampilan 5 atau 9 Topeng dari tokoh –tokoh cerita panji.Sebagai hasil kebudayaan, Tari Topeng mempunyai nilai hiburan yangmengandung pesan pesan terselubung, karena unsur unsur yangterkandung didalamnya mempunyai arti simbolik yang bila diterjemahkansangat menyentuh berbagai aspek kehidupan, sehingga juga mempunyai nilai pendidikan. Variasinya dapat meliputi aspek kehidupan manusia sepertikepribadian, kebijaksanaan, kepemimpinan, cinta bahkan angkara murka sertamenggambarkan perjalanan hidup manusia sejak dilahirkan hingga menginjak dewasa.Dalam hubungan itu, tidaklah mengherankan bahwa Tari TopengCirebon dapat dijadikan media komunikasi untuk dimanfaatkan secara positif.Pada masa Cirebon menjadi pusat penyebaran agama Islam, Sultan Cirebon;Syekh Syarif Hidayatulah yang juga seorang anggota Dewan Wali Sanga yang bergelar Sunan Gunung Jati, bekerja sama dengan Sunan Kalijagamemfungsikan Tari Topeng dan 6 (enam) jenis kesenian lainnya sebagai bagian dari upaya penyebaran agama Islam dan sebagai tontonan dilingkunganKeraton. Adapun Keenam kesenian tersebut adalah Wayang Kulit, Gamelan1
 
Renteng, Brai, Angklung, Reog dan Berokan.Jauh sebelum Tari Topeng masuk ke Cirebon, Tari Topeng tumbuh dan berkembang sejak abad 10 –11 M. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala diJawa Timur yaitu Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan ( pengamen )Seni Tari Topeng masuk ke Cirebon dan kemudian mengalami perpaduandengan kesenian rakyat setempat.Dewasa ini, kecenderungan menggunakan metode kualitatif dikalangan keilmuan sosial makin berkembang pesat, di Indonesia penggunaan pendekatan kualitatif dalam menganalisis gejala kemasyarakatan relatif belum begitu lama, barang kali mulai tumbuh subur sekitar pertengahan tahun 70-an.
B.Rumusan Masalah
A.Definisi Tari Topeng CirebonB.Sejarah Perkembangan Tari Topeng CirebonC.Filosofi Tari Topeng CirebonD.Tari Topeng Cirebon Gambaran Hidup ManusiaE.Maestro Tari Topeng CirebonF.Tari Topeng Cirebon Bertahan dari Kepunahan2
 
BAB IIPEMBAHASAN
1.Definisi Tari Topeng
Menurut pendapat salah seorang seniman dari ujung gebang-Susukan-Cirebon, Marsita, kata topeng berasal dari kata” Taweng” yang berarti tertutupatau menutupi. Sedangkan menurut pendapat umum, istilah kata Topengmengandung pengertian sebagai penutup muka / kedok.Berdasarkan asal katanya tersebut, maka tari Topeng pada dasarnyamerupakan seni tari tradisional masyarakat Cirebon yang secara spesifimenonjolkan penggunaan penutup muka berupa topeng atau kedok oleh para penari pada waktu pementasannya.Seperti yang telah diutarakan diatas, bahwa unsur-unsur yang terdapatdalam seni tari topeng Cirebon mempunyai arti simbolik dan penuh pesan- pesan terselubung, baik dari jumlah kedok, warna kedok, jumlah gamelan pengiring dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan upaya para Wali dalammenyebarkan agama Islam dengan menggunakann kesenian Tari Topengsetelah media Dakwah kurang mendapat Respon dari masyarakat.Jumlah Topeng / Kedok seluruhnya ada 9 (sembilan ) buah, yaitu :Panji, Samba atau Pamindo, Rumyang, Tumenggung atau Patih, Kelana atauRahwana, Pentul, Nyo atau Semblep, Jinggananom dan Aki aki. Darikesembilan Topeng / Kedok tersebut yang dijadikan sebagai Kedok pokok hanya 5 (lima ) buah yaitu : Panji, Samba atau Pamindo, Rumyang,Tumenggung dan Kelana. Sedangkan empat kedok lainnya hanya digunakanapabila dibuat ceruta / lakon seperti cerita Jaka Blowo, Panji Blowo, PanjiGandrung dll.2.
Sejarah Perkembangan Tari Topeng Cirebon
Sebagai hasil kebudayaan, Tari Topeng mempunyai nilai hiburan yangmengandung pesan–pesan terselubung, karena unsur–unsur yang terkandungdidalamnya mempunyai arti simbolik yang bila diterjemahkan sangatmenyentuh berbagai aspek kehidupan, sehingga juga mempunyai nilai3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->