Klaim setelahYuddy Mengajak Tutut Maju
JAKARTA –
Kubu TommySoeharto menilai upaya YuddyChrisnandi menarik Siti Hardi-yanti Rukmana alias Tutut dalambursa calon ketua umum PartaiGolkar hanya wacana. ManuverYuddy itu dianggap sebagai ma-nuver untuk meningkatkan popu-laritas. Sebab, keluarga Cendanasudah satu suara untuk meme-nangkan Tommy sebagai calonketua umum Partai Golkar.’’Kalau dia (Yuddy) bilangMbak Tutut mau maju, itu ha-nya wacana yang ada di kepalaYuddy,’’ kata juru bicara Tom-my Soeharto, Yusafri Syafei,kepada
Jawa Pos
di Jakartakemarin (29/8).Seperti diwartakan, Yuddymendorong putri sulung Soe-harto mencalonkan diri sebagaiketua umum partai beringin.Yuddy mengaku sudah bertemulangsung dengan menteri sosialpada era Orde Baru tersebut.Dia bahkan bersedia mundurdari calon ketua umum danmenjadi tim kampanye apabilaTutut mau ma ju. Kata Yuddy,Tutut masih mempertimbangkantawaran itu.Yusafri mengakui, memangter jadi pertemuan pada Kamislalu (27/8) antara Tutut dan Yud-dy. Namun, pertemuan tersebutsekadar silaturahmi. Tidak adapembicaraan politik khusus, apa-lagi sampai terjadi kesepakatanantara keduanya.’’Jelas tidak ada pembicaraanpolitik. Karena pembicaraan itusudah kami (Yuddy dan Tom-my, Red) lakukan pada 19Agustus lalu di Gedung Gra-nadi. Yakni, mereka akan ber-sama-sama menghadapi per-saingan menuju ketua umum.Kami saling mendukung danberjanji tidak akan ada
black campaign
,’’ katanya.Selain itu, dalam pembicaraantersebut, mereka tidak pernahmenyinggung mengenai pen-calonan Tutut. Kalau memangTutut menjadi bagian gerakanpolitik mereka, Yuddy dan Tom-my pasti membicarakan dalampertemuan di Granadi itu. ’’Tapi,tidak ada pembicaraan mengenaiTutut. Jadi, mustahil Tutut ma- ju,’’ tegasnya.Menurut Yusafri, sebelum na-ma Tommy mencuat sebagaicalon ketua umum partai ber-ingin itu, keluarga Cendanamenggelar rapat. Dalam rapattersebut disepakati bahwa Tom-my yang didorong untuk maju.Sebab, di antara anak-anak Soe-harto, mantan pereli tersebutdianggap memiliki kans palingbesar untuk bersaing di partaiyang didirikan ayahnya itu.’’Lagipula, kalau Mbak Tututma ju sendiri, akan banyak imbas-nya. Suara akan terpecah. Belumlagi pembiayaannya. Kami sudahhitung benar (untuk mencalonkanTommy, Red),’’ katanya.Di sisi lain, pencalonan Tututakan terhambat dengan persyara-tan. Tutut, menurut Yusafri,sampai saat ini masih tercatatsebagai kader Partai KaryaPembangunan Bangsa (PKPB)pimpinan R Hartono. ’’Tutut ituwarnanya hijau (PKPB, Red).Memang, hijau itu juga bagiandari kuning (Partai Golkar, Red).Tapi, sudah tidak ada kemungki-nan bagi Mbak Tutut untuk maju.Semua kekuatan keluarga Cen-dana dikerahkan untuk MasTommy,’’ ujarnya.
(aga/tof)
Jawa Pos
Minggu 30 Agustus 2009
2
Wartawan Jawa Pos dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.Wartawan Jawa Pos dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.
Jawa Pos
Pemimpin Redaksi
: Leak Kustiya
Ketua Dewan Redaksi
: Mohamad Elman.
Kepala Koordinator Liputan
: Baehaqi.
Kepala Biro Jakarta
: Nurwahid.
Kepala Kompartemen
: M. Tau
fi
k Lamade,Kurniawan Muhammad, Candra Wahyudi, Doan Widiandono, Abd. Rokhim.
Redaktur
: Fuad Ariyanto, Ishak Bahri, Soeparli Djoematmadji, Wahyu Dwi Fintarto, Rukin Firda, Akhmad Zaini, Kholili Indro, Arief Santosa, Amri Husniati, EndrayaniDewi, Anda Marzudinta, Mukas Kuluki, Khoiron Fadil, Andriyanto Wisnu Widodo, Bahari, Fathoni P. Nanda, Sidiq Prasetyo, Fatkhurroziq, Ariyanti Kurnia, NanangPriyanto, Dwi Shintia Irianti, Agus Muttaqin, Tatang Mahardika, Sholahuddin, Baskoro Yudho, Firzan Syahroni.
Redaktur Foto
: Agus Wahyudi, Yuyung Abdi, Sugeng Deas.
Reporter
: Ali Mahrus, Nur Aini Rosilawati, Suryo Eko Prasetyo, Ha
fi
d, Kardono Setyorakhmadi, Anggit Satriyo Nugroho, Aris Imam Masyhudi, Maya Apriliani Eko Susanti,Agus Sudjoko, Andrianto Wahyudiono, Tomy Cahyo Gutomo, Ibnu Yunianto, M.R. Saidi Ungsi, Candra Kurnia, Sofyan Hendra, Khusnul Cahyadi, Any Rufaidah, IndriaPramuhapsari, Dani Nur Subagyo, Miftakhul Fahamzah, Titik Andriyani, Agus Wirawan, Andreswari Widianingsih, Anton Hadiyanto, Femi Diah Nugrahani, Ridlwan Habib,Igna Ardiani Astuti, Sugeng Sulaksono, Achmad Baidhowi, Dian Wahyudi, Eko Priyono, Moh. Ilham Butsiyanto, Naufal Widi Asmoro, Priyo Handoko, MochammadDinarsa Kurniawan, Zulham Akhmad Mubarrok, Tri Mujoko Bayuaji, Thoriq Sholikhul Karim, Lucky Nur Hidayat, Rachmad Setiawan, Siti Aisyah, Ragil Ugeng Saputro,Nungki Kartikasari, Sekaring Ratri Adaninggar, Retnachrista R. Soeprijadi, Agung Putu Iskandar.
Fotografer
: Mustafa Ramli, Muhammad Ali, Raka Deny, Becky Subechi, Slamet, Nur Frizal Kurniawan, Guslan Gumilang, Farid Arifandi, Angger Bondan.
Editor Bahasa
: Guntur Prayitno (kepala), Yarno, Sugiono, Didik Haryono, Andri Teguh Pryantoro, Hapidhoturropiah, Ernawati, Eko Prasetyo, Frido Sri Adawina,Irwan Herdyanto, Yusuf M. Ridho.
Desain Gra
fi
s
: Wahyu Kokkang, Sugeng, Budiono, Bagus Hariadi, Siswoyo, Heri Susanto.
Tata Artistik
: Iwan Iwe, Tau
fi
k Teguh S., Mahesa Indra.
Ombudsmen
: Imawan Mashuri, M. Choirul Shodiq, Imam Sya
fi
’i, Henry Subiyakto.
Iklan
: Eddy Nugroho, Hendi Mustafa, A. Sya
fi
’i Zemud, Edi Kris Murwanto. Pemasaran: A. Aziz, Eri Suharyadi. Keuangan: Suhardo Basuki, Andreas Didi H.
Pracetak
: Djamrodji.
Penerbit
: PT Jawa Pos
Chairman
: Dahlan Iskan
Direktur Utama
: Ratna Dewi W.
Direktur
: Zainal Muttaqin, Nany Wijaya, Margiono.
Wakil Direktur
: Eddy Nugroho, Suhardo Basuki, Azrul Ananda.
Radar Malang
: Rohman Budijanto, Usman Syahadat.
Radar Kediri
: Sholihuddin.
Radar Tulungagung
: Agung Pamudjo.
Radar Madiun
: Kahono Teguh Santoso, Sudjatmiko.
Radar Bojonegoro
: Riyadi.
Radar Mojokerto
:Choliq Baya.
Radar Bromo
: Zahidin H. Muntaha.
Radar Jember
: Samsudin Adlawi, Supriyanto.
Radar Banyuwangi
: Samsudin Adlawi.
Radar Madura
: Cholili Ilyas.
Radar Bali
: Justin M. Herman.
Radar Solo
: Aris Sudanang.
Radar Semarang
: Don Kardono, Wahyudi Novianto, Didik Machyudin.
Radar Kudus
: Sigit Supriono
.Perwakilan Arab Saudi
: Samsudin Adlawi, Abdul Muis.
Percetakan
: PT Temprina Media Gra
fi
ka.
Alamat
; Gedung Graha Pena, Jl A. Yani 88 Surabaya 60234.
TeleponRedaksi
: 031-8283333 (hunting),
Fax
: 031-8285555.
Telepon Iklan
: 031-8202275,
Fax
: 031-8294578.
Telepon Pemasaran
: 031-8202000,
Fax
: 031-8250009.
Perwakilan Jakarta
: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan,
Telepon
: 021-53699500,
Fax
: 021-5349207.
Homepage
: http//www. jawapos.co.id.
Email
: editor@ jawapos.co.id.
Harga Langganan
: Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Rp 79.000, Eceran: Rp 4.000, Luar Pulau: tambah ongkos kirim.
Cendana Hanya Dukung Tommy
Kubu Ical OptimistisMenang Aklamasi
MUNCULNYA
Siti Hardiyanti Rukmana dan Hutomo Mandala Putratak menggoyahkan kubu Aburizal Bakrie alias Ical. Mereka tetap yakinakan menang secara aklamasi dalam pemilihan ketua umum DPP Golkarpada Munas Partai Golkar di Pekanbaru, 4–8 Oktober mendatang.Menurut anggota Presidium Tim Sukses Ical, Mahyudin, Aburizalbakal menang secara aklamasi karena sudah mengantongi dukungantertulis dari 470 DPD I dan II Golkar se-Indonesia. ’’Rinciannya, 438DPD II dan 32 DPD I,” bebernya.Dukungan terakhir datang dari 28 DPD II Golkar se-Jateng dan 5DPD II Golkar se-Jogjakarta di Hotel Sunan, Solo, Jumat malam (28/8).Dalam pertemuan yang juga dihadiri mantan Ketua Umum DPP Gol-kar Akbar Tandjung itu, DPD-DPD menyerahkan surat dukungankepada Ical di atas meterai. ’’Hanya dua DPD yang belum menyerah-kan surat dukungan, yakni Batang dan Purworejo, karena ketuanyasedang terkena kasus hukum,” ujar Firman Soebagyo, Tim SuksesAburizal Bakrie Korwil Jateng-DI Jogjakarta.Firman mengakui bahwa Ketua DPD I Golkar Jateng Bambang Sadonotidak hadir dalam pertemuan tertutup tersebut. Dia menegaskan, Bam-bang sengaja tidak diundang karena dinilai masih ingin berdiri di duakaki. ’’Kami tidak menoleransi politisi yang selalu ingin aman di greyarea, mencla-mencle, dagang sapi. Kami tidak bisa menerima. Politik itu soal pilihan, kami ingin yang tegas,” tandasnya.Meski demikian, Firman menegaskan bahwa sikap 28 DPD II di Jatengtidak terpengaruh sikap ketua DPD I Golkar Jateng tersebut.
Entengkan Manuver Yuddy
Tim Sukses Aburizal Bakrie alias Ical menyindir langkah salah satukandidat ketua umum Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, yang akanmundur apabila Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) maju dalammunas Golkar mendatang. Juru Bicara Tim Sukses Ical, Idrus Marham,menilai munculnya nama Hutomo Mandala Putra dan Siti Hardi-yanti Rukmana sebagai kandidat ketua umum sekadar manuver salahsatu kandidat calon ketua umum yang tidak punya nyali untuk berh-adapan dengan Ical.’’Kandidat yang pindah-pindah dukungan menunjukkan dirinya seka-dar kandidat yang lemah dan tidak punya akar. Ical sendiri tetap me-ngapresiasi serta siap bersaing secara demokratis, dan akan menga jak seluruh kader militan untuk bergabung memperkuat Golkar bila menangmenjadi ketua umum,” katanya di Jakarta kemarin.
(noe/agm)JAKARTA –
Hubungan PKS dengan Demokrat sempat tak enak setelah muncul pernyataan kontroversial Wakil Ketum DemokratAhmad Mubarok. Anggota Dewan Syura PKS Hidayat Nur Wahidmengungkapkan bahwa sejumlah petinggi Partai Demokrat telah me-minta maaf kepada partainya.Hidayat menilai pernyataan Mubarok tersebut tidak pantas diung-kapkan oleh seorang petinggi parpol. PKS merasa tersinggung ataslidah Mubarok yang membeberkan bahwa tujuan Demokrat men-dekati PDIP adalah untuk menekan parpol koalisi SBY-Boedionoagar tidak macam-macam dalam meminta jatah kursi. Komentaritu diutarakan kepada elite politik PKS yang selama ini berharapmendapat jatah empat kursi menteri.Setelah pernyataan Mubarok itu muncul, sejumlah petinggi Demokratmenemui PKS untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. PetinggiDemokrat menjelaskan bahwa pernyataan tersebut hanya guyon.’’Kalau hanya begitu kelasnya Pak Ahmad Mubarok, ya kasihan betulPak Ahmad Mubarok. Masak sih seorang wakil ketua umum hanyaguyon, seorang wakil ketua membuat pernyataan yang pihak lainharus meminta maaf,’’ katanya di sela-sela acara buka bersama di rumahdinasnya di Widya Chandra, Jakarta, tadi malam.Pernyataan Mubarok tersebut, kata Hidayat, bukan persoalan se-derhana. Dunia politik, kata dia, tidak bisa dimaknai sebagai permai-nan belaka, apalagi sebagai bahan lawakan. ’’Ini bukan pelawak yangkemudian orang lain harus tertawa. Bukan pula kita lagi berada dilapangan sepak bola tendang sana tendang sini,’’ tegasnya.Lagi pula, ujar Hidayat, PKS tidak pernah menekan SBY untuk memberi jatah kursi sebagaimana yang dikatakan Mubarok. Diamengungkapkan, PKS sudah memiliki media komunikasi spesialdengan SBY. ’’Itu berlaku secara elegan. Tanpa tekanan,’’ ujarnya.Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku, ham-pir semua partai koalisi sempat kurang happy atas pernyataanMubarok. ’’Tapi, setelah duduk perkaranya dijelaskan, semuaparpol koalisi bisa memahami,’’ jelasnya.
(pri/aga)JAKARTA –
Mantan KetuaDPR Akbar Tandjung tidak meli-hat merapatnya dukungan mayori-tas partai ke kubu Susilo BambangYudhoyono (SBY) sebagai peris-tiwa yang mengkhawatirkan. Diaoptimistis DPR mendatang tetapmenjalankan fungsi kontrol terh-adap pemerintah dengan baik.’’Tidak perlu ada kekhawatiranDPR mendatang hanya jadi stem-pel,’’ ujar Akbar di Jakarta kema-rin (29/8). Menurut dia, kondisiparlemen selama Orde Baru tidak akan terulang di masa sekarang.Sebab, sistem demokrasi di In-donesia saat ini dinilai sudah sa-ngat berbeda. Sistem politik pemerintah yang otoriter sudahtidak bisa lagi diterapkan. ’’Parle-men sudah jauh lebih berdaya,’’katanya. Belum lagi, tambah dia,keberadaan civil society berupaormas, LSM, maupun media ma-kin memperkuat hal itu.’’Walau sebagian besar partai ber-gabung bersama pemerintah, hal itutak akan terjadi. Sikap kritis bisatetap dijaga,’’ tandas mantan ketuaumum DPP Partai Golkar tersebut.Pemilihan anggota DPR dengansuara terbanyak juga menjagasistem pertanggungjawaban ang-gota dewan bersangkutan kepadarakyat pemilihnya. Karena itu,menurut dia, publik tidak perlualergi terhadap komunikasi poli-tik pascapemilu, yang marak di-
POLITIKUSKONTROVERSI MUBAROK
Demokrat Minta Maaf ke PKS
lakukan sejumlah kekuatan poli-tik belakangan ini.Gabungan kekuatan koalisi pe-merintahan yang dipimpin De-mokrat diperkirakan memangmakin gemuk. Gabungan PKS,PPP, PAN, dan PKB akan bertam-bah besar jika PDIP dan Golkar jadi bergabung.
(dyn/pri/agm)
DPR Belum JadiStempel Presiden
Bolak-balik Jakarta-Rawalpindi
ANGGOTA
Komisi I Marzuki Darusman memiliki kesibukan barubelakangan ini. Di sela-sela kepadatan acara pada masa akhir jabatan seba-gai anggota dewan, mantan jaksa agung itu harus rela pergi pulang Jakarta–Rawalpindi (Pakistan) mulai Juli lalu hingga sekitar Desember 2009.Bersama Heraldo Munoz (Cile) dan Peter Fitzgerald (Irlandia),Marzuki dipercaya masuk komisi indepen-den bentukan Perserikatan Bangsa-bangsa(PBB). Tim tersebut khusus mengusut kasuskematian mantan PM Pakistan BenazhirBhutto pada 27 Desember 2007.’’Untuk itu, kami tentu harus rajin meng-
cross check
data langsung ke tempat kejadianperkara di Rawalpindi,’’ ujar Marzuki Darus-man di Jakarta Jumat lalu (28/8). Di sisi lain,tambah dia, koordinasi dengan markas besarPBB di New York, Amerika Serikat, terkaittugas tim tersebut juga kerap dilakukan. ’’Ka-lau dipikir capainya, tentu lelah. Tapi, sayaharus tetap concern karena juga membawanama Indonesia di sini,’’ ujarnya.Komisi tersebut dipimpin wakil tetap Cile untuk PBB Heraldo Mu-noz. Dua anggotanya adalah Marzuki Darusman dan Peter Fitzgeralddari Irlandia. Komisi independen itu bertugas sekitar 6 bulan, mulai 1Juli lalu hingga sekitar Desember 2009.Melalui Sekjen PBB Ban Ki-moon, laporan itu akan diteruskan ke pemer-intah Pakistan untuk ditindaklanjuti. ’’Temuan sementara sih makin kuatmengarah bahwa kematian Bhuto bukan semata-mata kecelakaan.’’Meski memanggul tugas berat dari dunia internasional tersebut, Mar-zuki masih berusaha tidak melupakan tugasnya di tanah air. Sepertiseminggu lalu, saat Komisi I DPR menyeleksi calon Dubes yang diaju-kan pemerintah, Marzuki berusaha tetap aktif dalam tiap kesempatan.’’Tetap sedapat mungkin tidak saya tinggalkan begitu saja,’’ kata politi-kus senior Partai Golkar itu.
(dyn/tof)JAKARTA –
Capres terpilihSusilo Bambang Yudhoyono(SBY) mengaku kesulitan me-nentukan kandidat yang cocok untuk menjadi menteri di kabi-netnya. Meski demikian, SBYmemastikan akan menyelesai-kan penyusunan anggota kabi-net itu sebelum 1 Oktober.’’Sudah ada ratusan nama yangsaya lihat di media massa. Se-muanya bagus. Saya kesulitanmemilih di antara sekian ratus itu.Padahal, yang kita butuhkancuma puluhan,’’ kata SBY di selaacara buka puasa bersama di ru-mah pribadi Ketua DPR AgungLaksono di Jakarta kemarin.SBY memohon masyarakat mau-pun media massa memahami ke-sulitan menentukan menteri terse-but. ’’Ya, bila perlu dibuat CV(
curriculum vitae
) masing-masingtokoh itu. Saya mohon ini dipahamioleh masyarakat luas,’’ bebernya.Menurut SBY, dirinya harusmemilih sosok terbaik di antarasejumlah calon yang beredar dimedia massa. SBY setiap hariselalu ditanya soal perkembangan
penyusunan kabinetnya. ’’Sayatengah menyusun dengan Wapresterpilih (Boediono).
Action plan
pertama ini adalah 100 hari kerja,itu harus rampung sebelum 1Oktober 2009,’’ papar SBY.Agung yang juga wakil ketuaumum Partai Golkar tersebutmenolak disebut melakukan lobi-lobi politik agar masuk kabinet.’’Tidak ada lobi-lobi. Menteri-menteri baru itu diserahkan ke-
pada beliau (SBY). Itu hak prerogatif presiden,’’ tegasnya.Hanya, kata Agung, banyak juga kader Golkar yang tidak kalah baik jika dibandingkan de-ngan tokoh-tokoh parpol lainyang selama ini dilansir di bebe-rapa media massa. ’’Saya kirakader Golkar ya begitu (berpo-tensi menjadi menteri), banyak yang terbaik. Tapi, sekali lagi, jabatan menteri itu kami serahkansepenuhnya kepada presiden.’’Meski mengaku tak pernahmembahas secara khusus petamenteri dari Golkar yang akandiberikan kepada SBY, Agungtak membantah bahwa dirinyasempat berkomunikasi denganSBY.
(05/gus/agm)
SBY Kesulitan Pilih Menteri
RUSMAN JHONY/RUMGAPRES
SILATURAHMI: SBY disambut Agung Laksono saat menghadiri buka puasa bersama di Jakarta kemarin.