Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pers Differensial 1+fourier

Pers Differensial 1+fourier

Ratings: (0)|Views: 654|Likes:
Published by Joachim
Matematika
Matematika

More info:

Published by: Joachim on Sep 03, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
L.H. Wiryanto
1
TOPIK IDeret Fourier pada Persamaan Diferensial Parsial
L.H. Wiryanto
FMIPA-ITBJalan Ganesha 10 Bandung-Indonesiae-mail: leo@math.itb.ac.id
1.1. Pengantar
Pada bagian ini diperkenalkan persamaan diferensial parsial linear yang banyakdijumpai dalam mempelajari masalah-masalah teknik. Adapun persamaan diferen-sial parsial adalah persamaan yang memuat satu atau lebih turunan parsial darifungsi dua atau lebih variabel. Secara umum persamaan diferensial parsial berben-tuk
(
x,t,u,u
x
,u
t
,u
xx
,u
xt
,u
tt
,
···
) = 0dengan
u
=
u
(
x,t
) sebagai fungsi yang tidak diketahui, dan menjadi permasala-han di sini bagaimana menentukan
u
tersebut. Akan tetapi, mengingat luasnyacakupan persamaan diferensial yang ada, pada matakuliah ini hanya ditinjau duamacam persamaan untuk memberikan garis besar penurunan model persamaan sam-pai mendapatkan penyelesaiannya. Persamaan tersebut terkait dengan persamaanperambatan gelombang dan persamaan perambatan panas satu dimensi.Sedangkan metoda penyelesaian yang diperkenalkan adalah metoda pemisahpeubah. Mengingat keterkaitannya metoda ini dengan persamaan diferensial bi-asa dan deret Fourier, pembahasan akan diberikan dengan meninjau kembali secarasepintar tentang persamaan diferensial biasa, dan deret Fourier akan diperkenalkandi dalam membahas persamaan diferensial parsial untuk dapat lebih memahamisesuai keperluannya.
1.2. Persamaan Diferensial Biasa
Dalam menggunakan metoda pemisah peubah pada persamaan diferensial par-sial, persamaan diubah menjadi persamaan diferensial biasa linear orde 2 dengankooefisien konstan berbentuk
y
′′
+
ay
+
by
= 0 (1)
 
2
Matematka Teknik II
dengan
a
dan
b
konstan.Penyelesaian persamaan (1) diperoleh dengan memisalkannya dengan
y
=
exp
(
λt
).Hal ini dapat dilakukan karena persamaan (1) dapat difaktorkan menjadi persamaanorder 1, dan persamaan tersebut mempunyai jawab dalam bentuk eksponen. Selan- jutnya masalah di sini adalah menentukan
λ
yang memenuhi agar permisalan bentukeksponen di atas sebagai jawab (1).Untuk menentukan
λ
kita substitusi permisalan di atas ke persamaan (1). Tu-runan dari
y
=
exp
(
λt
) adalah
y
=
λe
λt
y
′′
=
λ
2
e
λt
(2)dan persamaan (1) menjadi(
λ
2
+
+
b
)
e
λt
= 0 (3)Karena
e
λt
>
0,
λ
dapat diperoleh dengan menyelesaikan persamaan kwadrat dalambentuk
λ
=
a
±
a
2
4
b
2(4)Masing-masing nilai
λ
berpadanan dengan satu jawab persamaan (1), dan karenapersamaan yang dihadapi adalah linear maka kombinasi linear dari jawab juga meru-pakan jawab persamaan (1). Dengan penjelasan ini, terdapat 3 macam jawab (1)yang bergantung pada akar (4) yang diperoleh.1.
Kasus
a
2
4
b >
0Terdapat dua akar riil dari (4), sebut
λ
1
dan
λ
2
. Dua jawab terkait
λ
tersebutadalah
y
=
e
λ
1
t
dan
y
=
e
λ
2
t
. Oleh karena itu kombinasi dari keduanya,sebagai jawab (1)
y
(
t
) =
1
e
λ
1
t
+
2
e
λ
2
t
(5)dimana
1
dan
2
adalah konstan sembarang yang dapat ditentukan darisyarat awal atau batas yang mengikuti persamaan (1).2.
Kasus
a
2
4
b <
0Terdapat dua akar kompleks (konjugate) dari (4) berbentuk
λ
1
=
α
+
iβ 
dan
λ
1
=
α
iβ 
dengan
α
=
a/
2 dan
β 
=
4
b
a
2
/
2 masing-masingriil. Dua jawab terkait akar di sini adalah
y
=
e
(
α
+
iβ 
)
t
dan
y
=
e
(
α
iβ 
)
t
yangmasing-masing dapat diuraikan dalam bentuk perkalian eksponen-cosinus daneksponen-sinus; karena
e
iβt
= cos
βt
+
i
sin
βt
. Penggabungan keduanya, karenakeduanya bebas linear, menjadi jawab (1)
y
(
t
) =
e
αt
(
1
cos
αt
+
2
sin
αt
) (6)
 
L.H. Wiryanto
33.
Kasus
a
2
4
b
= 0Kedua akar (4) adalah sama, sehingga hanya terdapat satu jawab
y
=
e
λt
dari (1). Sedangkan persamaan diferensial yang dihadapi di sini adalah orde2 yang secara intuitif diselesaikan dengan melakukan dua kali integrasi danmemberikan dua konstanta integrasi (pada kedua kasus di atas dinyatakandengan
1
dan
2
sebagai pengikat dua jawab yang diperoleh). Untuk men-gatasi hal ini, perlu menentukan jawab kedua yang bebas linear dari yangsudah ada. Ini dapat dilakukan dengan mengalikan jawab yang ada dengan
t
,yaitu
y
=
te
at/
2
. Oleh karena itu, jawab untuk kasus ini adalah
y
(
t
) = (
1
+
2
t
)
e
λt
(7)
Contoh 1.1.
1. Tentukan jawab dari
y
′′
+
y
2
y
= 0
Jawab.
Persamaan kwadrat yang berpadanan dengan persamaan diferensial
λ
2
+
λ
2 = 0Akar dari persamaan tersebut
λ
= 1 dan
λ
=
2. Sesuai kasus pertama,diperoleh dua akar real yang berbeda, jawab persamaan diferensial
y
(
t
) =
c
1
e
t
+
c
2
e
2
t
2. Tentukan jawab dari
y
′′
+ 4
y
+ 13
y
= 0
Jawab.
Persamaan kwadrat yang berpadanan dengan persamaan diferensial
λ
2
+ 4
λ
+ 13 = 0Akar dari persamaan tersebut
λ
=
2 + 3
i
dan
λ
=
2
3
i
Sesuai kasuskedua, diperoleh dua akar kompleks sekawan, jawab persamaan diferensial
y
(
t
) =
e
2
t
(
c
1
cos3
t
+
c
2
sin3
t
)

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
nurhafidalfi liked this
Alfi Nurhafid liked this
Dewi Sulistiana liked this
Hizriawan Owen liked this
oetomo liked this
mas edy liked this
abank dewo liked this
abank dewo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->