Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
77Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
skripsi perbankan

skripsi perbankan

Ratings: (0)|Views: 6,695 |Likes:
Published by ajiesastrawijaya

More info:

Published by: ajiesastrawijaya on Sep 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

 
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN JASA SIMPANANDITINJAU DARI PRINSIP KERAHASIAAN BANK
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahLembaga bank sebagai suatu lembaga keuangan merupakan salah satu pendukungdunia usaha. Hal ini tidak terlepas dari peran bank itu sendiri sebagai tempatdimana sirkulasi serta transaksi-transaksi keuangan terjadi dan juga merupakansarana pendukung dalam perkembangan perekonomian nasional. Lembaga bank dalam melaksanakan segala kegiatan lebih mengedepankan mutu pelayanandengan memberikan perlindungan terhadap konsumen atau nasabahnya. Bentuk  perlindungan yang diberikan bank itu sendiri antara lain: penjaminan keamananterhadap nasabah, pelaporan keadaan keuangan nasabah dalam bentuk rekeningkoran yang diberikan terhadap nasabah sebagai bentuk transparansi laporankeuangan, kerahasiaan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan konditenasabah.Perkembangan suatu bank tidak terlepas dari kondisi perekonomian, dimana perekonomian dipakai sebagai tolak ukur dari berkembang atau tidaknya lembaga perbankan. Kondisi perekonomian yang sekarang ini sedang terpuruk, berakibat pada lemahnya sistem perbankan yang mengkondisikan bahwa bank mengalamisuatu kondisi fluktuatif krisis, dimana bank dimanfaatkan pihak-pihak tertentuuntuk menampung hasil kejahatan dalam bentuk uang, karena bank relatif amandalam menjaga privasi nasabahnya sebagai akibat dari sistem kerahasiaan bank itusendiri.Sebagai lembaga keuangan, pihak bank diharuskan mendapat kepercayaan darimasyarakat dan kepercayaan dari masyarakat itu timbul apabila semua datamasyarakat dalam hubungannya dengan bank tersebut dapat tersimpan secaratertutup, rahasia dan rapi, sehingga membawa konsekuensi kepada bank untuk memikul tanggung jawab menjaga kerahasiaan data tersebut sebagai timbal balik dari kepercayaan yang diberikan. Dengan adanya jaminan kerahasiaan atas semuadata masyarakat dalam hubungannya dengan bank maka masyarakatmempercayakan uangnya untuk di simpan di bank tersebut atau memanfaatkan jasanya. Kepercayaan itu lahir apabila dari bank ada jaminan pengetahuan bank tentang simpanan dan keadaan nasabah tidak disalah gunakan.Seiring dengan banyaknya keberadaan lembaga bank berakibat semakin ketatnya persaingan sehingga banyak institusi perbankan yang melakukan kegiatanusahanya tanpa memperhatikan batas-batas aturan yang ada, bahkan menimbulkan persaingan yang tidak sehat dengan tujuan untuk meraih nasabah sebanyak- banyaknya dan menciptakan keuntungan sebesar-besarnya, tanpa mempedulikanresiko yang kemungkinan timbul dan berdampak pada nasabah pengguna jasa
 
 perbankan tersebut, yang kemudian menciptakan keengganan masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan sehingga keterpurukan benar-benar terjadi.Hal ini ditandai dengan bermunculannya kasus-kasus seperti likuidasi bank-bank,kredit-kredit macet pada debitur, sampai pada penyalahgunaan wewenang oleh pemegang kebijakan sektor ekonomi dan perbankanKenyataan demikian menimbulkan tuntutan dari publik untuk mengungkapkankasus-kasus tersebut dengan transparan, dengan membuka segala informasi yangmenyangkut keuangan dari pihak-pihak yang terlibat kasus tersebut.Bank sebagai lembaga keuangan yang dipercaya oleh masyarakat (fiduciaryfinancial institution) dihadapkan pada dua kewajiban yang bertentangan danseringkali tidak dapat dirundingkan. Di satu pihak, bank mempunyai kewajibanuntuk tetap merahasiakan keadaan dan catatan keuangan nasabahnya (duty of confidentiality). Kewajiban ini timbul, dan erat kaitannya dengan kepercayaanyang diberikan masyarakat/para nasabah kepada bank selaku lembaga keuangan pengelola keuangan, atau sumber dana masyarakat. Kewajiban menjaga rahasiaini sering timbul atas dasar kepercayaan (fiduciary duty). Di lain pihak bank juga berkewajiban untuk mengungkapkan (disclose) keadaan, dan catatan keuangannasabahnya dalam keadaan-keadaan tertentu. Disinilah muncul Conflict of Interest yang dihadapi bank.
1
Berkaitan dengan dilematis tersebut, muncul adanya tinjauan teori tentang rahasia bank, yaitu teori mutlak dan relatif. Teori rahasia bank yang bersifat mutlak,mempunyai pengertian bahwa bank berkewajiban menyimpan rahasia nasabahyang diketahui oleh bank karena kegiatan usahanya dalam keadaan apapun, biasaatau dalam keadaan luar biasa. Sedangkan teori yang kedua yaitu teori relatif,menyatakan bahwa rahasia bank tetap diikuti, tetapi dalam hal-hal khusus, yaknidalam hal yang termasuk luar biasa prinsip kerahasiaan bank tersebut dapatditerobos. Misalnya, untuk kepentingan perpajakan atau kepentingan pekara pidana. Indonesia dalam hal ini menganut teori yang kedua dimana pemberiandata dan informasi yang menyangkut kerahasiaan bank kepada pihak bank dimungkinkan untuk keadaan tertentu yang telah diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.
2
Dengan demikian, dalam hal-hal tertentu sungguhpun rekening nasabahmerupakan rahasia bank, tetapi hal tersebut merupakan hal-hal yang oleh undang-undang diberikan kemungkinan untuk dibuka rahasia tersebut. Asalkan dilakukanmenurut prosedur yang ditetapkan oleh undang-undang.
3
Ronny Sautma Hotma Bako, S.H., M.H. dalam bukunya menyebutkan:
1
Muhamad Djumhana,
 Hukum Perbankan di Indonesia,
(Bandung:
 
PT. Citra Aditya Bakti,1996), halaman. 110.
2
Munir Fuady,
 Hukum Perbankan Modern Buku Kesatu,
(Bandung: PT. Citra Aditya Bakti,2003), halaman 89.
3
 
 Ibid 
, halaman 97.
 
Kewajiban bank untuk merahasiakan urusan nasabah diatur sebagai kewajibanyang tersirat (implied duty), yang artinya itu bukan merupakan kewajiban yangsecara tegas dicantumkan di dalam kontrak antara bank dengan nasabah, tetapitersirat sebagai perjanjian kewajiban untuk merahasiakan urusan-urusan nasabahitu merupakan kewajiban perdata. Kewajiban ini tidak terbatas kepada informasimengenai keadaan rekening nasabah tetapi mengenani semua informasi yang berasal dari rekening tersebut.
4
Berdasarkan ketentuan tersebut dapat dikatakan bahwa hubungan antara nasabahdan banknya hampir sama dengan hubungan antara lawyer (pengacara) dankliennya atau hubungan antara dokter dengan pasiennya. Dimana semuanya sama-sama mengandung kewajiban untuk merahasiakan data dariklien/nasabah/pasiennya.
5
Pembagian nasabah bank secara umum terbagi dalam tiga kelompok yaitudeposan, debitur, non-deposan-non-debitur. Ketiga kelompok tadi termasuk kedalam kategori konsumen pengguna jasa bank, sebagaimana diatur dalamUndang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 1angka 2 yang menyebutkan:Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/jasa yang tersedia dalammasyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupunmakhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.Pasal 1 Angka 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungankonsumen memberikan batasan mengenai perlindungan konsumen sebagai berikut:Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastianhukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.Ketentuan ini diharapkan menjadi benteng untuk meniadakan tindakan keseweng-wenangan yang merugikan pelaku usaha hanya demi untuk kepentingan perlindungan konsumen. Adanya jaminan untuk mendapatkan perlindunganhukum yang diberikan kepada nasabah oleh undang-undang itu sendirimenimbulkan pergerakan konsumen (consumers movement) untuk memperjuangkan apa yang menjadi haknya.Masalah yang berkaitan dengan perlindungan konsumen mendapat sorotan yangluas dalam masyarakat sejalan dengan berkembangnya industri dan jasa. Dimana pergerakan konsumen tumbuh dan memperoleh posisi yang semakin kuat didalam masyarakat. Pergerakan konsumen itu sendiri sebenarnya membawa akses positif tersendiri yaitu memunculkan peraturan hukum konsumen dan hukum perlindungan konsumen yang pada kenyataannya baik pengertian maupun permasalahan yang dibicarakan didalamnya berbeda, namun pada kenyataannya
4
Ronny Sautma Hotma Bako,
 Hubungan Bank dan Nasabah Terhadap Produk Taubngan dan Deposito (Suatu Tinjauan Hukum Terhadap Perlindungan Deposan di Indonesia Dewasa Ini),
(Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 1995), halaman 46.
5
 
 Ibid 
, halaman 87.

Activity (77)

You've already reviewed this. Edit your review.
anandaputrianda liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Rossdi Ants liked this
Rossdi Ants liked this
meelaatii liked this
Ikrom liked this
Silfida Auliza liked this
Muntia Andhi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->