Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
P. 1
Studi Profesional Guru

Studi Profesional Guru

Ratings: (0)|Views: 1,770 |Likes:
Published by WIDIATMOKO
1. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional: Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjakdi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU 20/2003, sisdiknas, p. 3).
1. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional: Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjakdi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU 20/2003, sisdiknas, p. 3).

More info:

Categories:Types, Research
Published by: WIDIATMOKO on Sep 05, 2009
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2012

POKOK-POKOK PIKIRAN TENTANG
PROFESIONALISME GURU
Oleh
WIDIATMOKO
E.:moko.geo ng@gmail.com
W.:http://mokogeo ng.multiply.com
Jakarta, Indonesia
1.Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional: Pendidikan nasional

berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjakdi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU 20/2003, sisdiknas, p. 3).

2.Tenaga Kependidikan dan Pendidik: Tenaga kependidikan

adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan; dan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan (UU 20/2003, sisdiknas, b. I, p. 1, a. 5-6). Tenaga kependidikan bertugas

melaksanakan
administrasi,

pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan; pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan (UU 20/2003, sisdiknas, b. XI, p. 39, a. 1-2).

1
3.Pengangkatan, Penempatan, dan Mutasi Pendidik: Pendidik

dan tenaga kependidikan dapat bekerja secara lintas daerah; pengangkatan, penempatan, dan penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan diatur oleh lembaga yang mengangkatnya berdasarkan kebutuhan satuan pendidikan formal; pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu (UU 20/2003, sisdiknas, b. XI, p. 41, a. 1-3).

4.Pengangkatan dan Penempatan Guru: Pengangkatan dan

penempatan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan Pemerintah atau pemerintah daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah; pengangkatan dan penempatan guru pada satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat dilakukan oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang bersangkutan berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama (UU 14/2005, gd, b. IV p. 25, a. 2-3); Pejabat Pembina

Kepegawaian
Daerah
Propinsi

menetapkan pemindahan: Pegawai Negeri Sipil Daerah antar Kabupaten/Kota dalam satu Propinsi; dan Pegawai Negeri Sipil Daerah antara Kabupaten/Kota dan Daerah Propinsi (PP 9/2003, wewenang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pns, b V, p. 17, a. 1).

5.Promosi dan Penghargaan: Promosi dan penghargaan bagi

pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan (UU 20/2003, sisdiknas, b. XI, p. 43, a. 1); Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan (UU 14/2005, gd, b. IV p. 36, a. 1); Penghargaan dapat diberikan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan (UU 14/2005, gd, b. IV p. 37).

6.Profesionalitas Guru: Guru adalah pendidik profesional dengan
tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan,
melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
2

pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU 14/2005, gd, b. I, p.1, a.1). Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan; pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat pendidik (UU 14/2005, gd, b. II, p.2, a. 1-2); kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional (UU 14/2005, gd, b. II, p.4); Setiap orang yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi dosen (UU 14/2005, gd, b. V, dosen, p. 50, a. 1).

7.Prinsip Profesionalitas: Profesi guru dan profesi dosen

merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme; memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia; memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas; memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan; memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja; memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat; memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru (UU 14/2005, gd, b. III, p. 7).

8.Kualifikasi dan Kompetensi: Guru wajib memiliki kualifikasi
akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan
3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Deni Solehudin liked this
Dien Hidayat liked this
Ardiyanto M TOP liked this
Subyo Leksana liked this
Amir Lagandeng liked this
Gigih Fauzan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->