Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cerpen islami

cerpen islami

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 2,988 |Likes:
Published by sipoenk

More info:

Published by: sipoenk on Sep 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/04/2013

pdf

text

original

 
Print CerpenPosting cerpen by: 
Total cerpen di baca:
898
 Total kata dlm cerpen:
4141
 Tanggal cerpen diinput: Mon, 17 Aug 2009 Jam cerpen diinput: 10:16 PM0 Komentar cerpen
TABIR TAKDIR CINTAMaya keluar dari kelas. Tapi tas yang digambloknya terasa berat. Dia menoleh,Nenengsudah nyengir d belakangnya,jilbabnya berantakan.“Ada apa neng?”“Hehe,,,jadi nggak may mau nemenin aku ke pesantren? Katanya kemaren mau ikut.Gmn?’’Maya berpikir sejenak,kemudian tersnyum. Berlalulah mereka dari gerbang sekolahdengan Toyota yaris biru milik Maya. Di perjalanan,Neneng banyak bercerita dengankehidupan pondok. Dia juga tidak tahu banyak,hanya sekedar sering denger cerita daritemannya yang mondok di situ. Maya hanya sedikit memerhatikan cerita Neneng,maklum,dia sibuk menerobos kumpulan kendaraan yang tak terhitung jumlahnya.“ALMA’HAD ALISLAMIY ALMADANIY”“Ini tempatnya neng?” Neneng mengangguk. Maya memarkirkan mobilnya di halamanseberang gerbang pesantren.Ketika hampir sampai pesntren,Maya berhenti sejenak. Pusing itu datang lagi. Dari tadi pagi dia sudah merasakan badannya agak lemas.“May,kamu nggak mau ikut masuk?” Tanya Neneng ketika sadar Maya jauh tertinggaldi belakangnya. Melihat Maya diam,Neneng menghampirinya. “Ya ALLAH may,kamu pucat begini!!”Maya tersadar,”Ah,nggak papa kok.”“Beneran?”Maya mengangguk. “Eh,enaknya aku masuk nggak? Aku kan nggak pake jilbab kayak kamu gini. Mana masih pake seragam sekolah lagi,emang boleh masuk gitu?”Neneng tertawa kecil, “Emang mall,siswa berseragam nggak boleh masuk?!! Nggak  papa kok,yuk!”Akhirnya Maya mengikuti Neneng menuju gerbang pesantren. Neneng terlihat ngobrolsebentar dengan penjaganya,mungkin minta dipanggilkan temannya. Mereka disuruhmasuk dan menunggu di ruang tamu. Tapi belum sampai di ruang tamu,Maya tidak sanggup lagi berjalan. Dia sudah tidak tahan menahan sakit dan lemas di badannya. Dia pun ambruk. Neneng menoleh tersentak. Dia bingung mendapati temannya jatuh pingsan. Kebetulandi sekitar situ masih sepi,tidak ada orang yang lewat. “Aduh,gimana ini??” Nenengkebingungan. Dia menoleh kesana kemari,tapi nihil,sepi. Tidak lama,seorang lelaki berkopiah hitam keluar dari satu ruangan. Langsung Neneng meminta bantuan padacowok itu.“Mas,mas.” Cowok itu menoleh dan langsung buru2 menghampiri mereka. Nenengmenjelaskan awal mula keadaan. Langsung lelaki itu menggendong Maya,membawanyake ruang kesehatan. Neneng dan lelaki itu masih menunggu di samping Maya. Sudah setengah jam,tapiMaya belum sadarkan diri. Dan mereka sengaja tidak membangunkan Maya,karena
 
menurut Arga-lelaki yang menggendong Maya,yang tidak lain adalah ustad di pondok tersebut-Maya pingsan karena kecapekan. Tapi entah capek jasmani atau rohani. Yang pasti,Maya butuh istirahat.“sampai kapan kak,kita nunggu dia bangun? Bener nih nggak usah dibangunin?” Neneng melas menatap sahabatnya yang begitu pucat berbaring.“Kita tunggu lima belas menit lagi,kalau dia belum sadarkan diri juga…” belum selesai bicara,mereka melihat jari tangan Maya bergerak. Kelopak matanya juga menandakankalau dia mau melek.“Alhamdulillah dia sadar. Sebentar,saya ambilkan air dulu.”Maya membuka matanya dengan sempurna. Dia juga sudah bisa melihat sekelilingnyalengkap. Neneng dengan jilbab abu2nya tepat di sampingnya. Selain Neneng,semuaterasa asing untuk Maya.“Aku di mana neng?” Neneng menceritakan kejadian ketika Maya jatuh pingsan dan bagaimana dia bisa terbaring di sini. Selesai cerita,Arga datang membawa segelas air  putih. Maya sekilas menatapnya,tek! Maya merasakannya,sesuatu di hatinya ketikamemandang Arga barusan.“Mbak,saya sudah menghubungi bagian kesehatan putri. Insya ALLAH mereka akanmemindahkan temen mbak ini k ruang kesehatan putri.” Arga menyerahkan gelas itu ke Neneng,memintanya supaya membantu Maya minum air.“Mbak,namanya siapa?”“Maya.” Suaranya masih terdengar lemah.“oh,mbak Maya sebentar lagi..”“Nggak,saya mau pulang!”“Tapi May,mustahil. Siapa yang mau nganter kita? Kamu nggak mungkin nyetir dalamkeadaan kayak gini!”Maya masih kukuh mau pulang. sebenarnya dia sadar badannya masih sangatlemas,kepalanya juga masih sakit. Tapi dia benar2 nggak mau ada di sini,karena wajahArga terlalu indah untuk dinikmati. Maya takut jatuh cinta dengan cowok itu.Akhirnya Maya ngotot berdiri,melipat selimut yang tadi dipakainya. “Lihat,aku sudahsehat kan?!” lalu menggandeng Neneng yang masih bingung melihat Maya yang tiba2 bangkit dari kasur. “Terima kasih atas bantuannya.” Dengan jutek Maya pamit denganArga. Dan Arga,dengan lembutnya malah tersenyum dan mengikuti mereka,mengantar mereka sampai gerbang pesantren,memastikan kalau Maya akan baik-baik saja.Maya berjalan kesal,tapi di hatinya dia merasa tak mau beranjak dari tempat itu. Diateringat mimpinya ketika ia pingsan tadi. Di mimpi itu,dia digendong oleh seoranglelaki,begitu wangi,lembut,tapi wajahnya tertutupi. Dan wangi itu masih membekas.Maya membuka gerbang sedikit,tapi tangannya kembali gemetaran,pusingnya kembali bertambah,kakinya lemas,dia jatuh lagi!! Tapi kali ini tidak pingsan,dia masih sadar,tapidia tidak sanggup berdiri.Arga yang melihat itu,langsung berlari menghampiri mereka. “Kalau memang mbak Maya bener2 mau pulang,biar saya antarkan,kebetulan saya bisa nyetir kok.”Sebenarnya Maya sudah mau menolak,tapi Neneng dengan semangat mengiyakan.Dan di sinilah mereka sekarang,di dalam mobil,terjebak kemacetan malam kota. Mayaduduk lemas bersandar di pundak Neneng. Matanya dia pejamkan,sebenarnya dia jugaingin memisahkan ruh dari jasadnya,tujuannya hanya satu,supaya dia bisa tidak melihatdan mendengar suara Arga. Tapi tidak bisa,matanya memang terpejam,tapi dia msih
 
 benar2 ada di dalam mobil itu,mendengar percakapan antara Arga dan Neneng yangmulai ngarol ngidul.Arga,lulusan S1 FK UI,lulusan terbaik. Tapi setelah lulus,dia malah ingin mengabdikansemuanya ke kiainya. Jadilah ia ustad juga pakar kesehatan di pondok almadaniy.Padahal,banyak sudah rumah sakit yang meliriknya dan menawarkannya beasiswaspesialis dan langsung bisa kerja di rumah sakit tersebut dengan gaji yang tidak sedikit.Tapi Arga menolak semua,bismillah,dia ingin memperbaiki agamanya. Sampai situ,Arga bercerita tentang dirinya.Dan Neneng mulai cerita tentang kehidupannya di sekolah,juga teman2nya dan tidak lupa rohis kebanggaannya.“Tapi,kok Maya nggak kamu ajak pake hijab juga? Bukannya apa,sayang saja,Maya itumasya ALLAH,jadi sayang kalau malah jadi santapan laki-laki nakal.” Sampai situ akuterkejut! Siapa dia? Soknya perhatian sampai bilang begitu. Kenal juga baru. Tapikenapa dia,dari kata-nya barusan sebegitu inginnya Maya pake hijab sperti Neneng?Maya semakin lemas. Hatinya makin dipenuhi bunga2 cinta.***sebulan berlalu dari kejadian pesantren itu. Maya berusaha dengan sepenuh hatinyauntuk melupaka Arga. Tapi sayang,Neneng tidak mendukung,di setiap waktu dia malahasyik berkata, “Iya,kata kak Arga…” semua makin mengingatkannya pada Arga,sosok lelaki yang baru membuka hatinya kembali. Maya tidak pernah cerita apapun perihal perasaan itu pada Neneng. Dia ingin menyimpannya sendiri,untuknya,tidak untuk yanglain.Pertanyaan Arga malam itu,perihal dirinya yang tidak berhijab,kini terngiang begitu jelas di pikirannya. Malam ini,Maya tidak henti2nya mondar mandir di kamarnya.Padahal besok,ujian terakhir menantinya. Tapi pikirannya terus dipenuhi pertanyaan,mampukah dia menghijabi diri juga hatinya? Makin lama mondar mandir,Maya makin tidak menemukan jawaban itu. Akhirnya dia memutuskan minta pendapat Neneng.Maya mengambil handphonenya dan langsung menekan nomor hp Neneng. Setelahsuara Neneng terdengar,Maya langsung menceritakan semuanya dan kemudian meminta pendapat. Jelas Neneng terdengar bahagia. Karena memang sebulan ini,setelah Argamenyuruhnya kembali mengajak Maya pakai hijab,Neneng sangat getol mengajak Maya pakai hijab. Neneng banyak menceritakan manfaat dan kegunaan menutupi aurot kita.Kata Neneng,untuk menghindari fitnah.“Alhamdulillah may!! Kalau aku sih ya ngedukung banget. Tapi semua kembali lagi kekamu. Gimana kemantapan kamu,dan yang paling penting niat kamu. Aku nggak maukamu buru2 pakai hijab,cuma karena aku,atau karena orang lain mungkin.” Dan adanada menggoda di balik kata2 Neneng terakhir.Maya agak tersinggung. Tapi sudahlah,kini tinggal bagaimana dia membenahi niatnya.Memang tadi sebelum menelpon Neneng,Maya ingin cepat-cepat pakai hijab karena iaingin menjawab pertanyaan Arga,dia sekedar ingin menunjukkan ke Arga,ini lho Maya!!Aku juga bisa pakai hijab!! Tapi kini,selesai menlpon Neneng,Maya tersadar. Ya,yang penting itu niat. Maya mulai duduk khudlu’,menata hati,menghilangkan sejenak egokemanusiaannya,kesombongan insaninya. Biar semua yang ingin dia lakukan,semuahanya untukNya,Sang Kholiq.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rindi Atmajaya liked this
Pirna Lastri liked this
Jo Maslekhan liked this
Feby Polymorpa liked this
ayosenyum liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->