Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
132Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Trans Par An

Makalah Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Trans Par An

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 16,478 |Likes:
Published by tonny wicakshana

More info:

Published by: tonny wicakshana on Sep 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2014

pdf

text

original

 
Dampak Penyelenggaraan PemerintahYang Tidak Transparan
3.2 Menganalisis Dampak Penyelenggaraan Pemeritah YangTidak Transparan
Indikator : Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan-Penyelenggaraan Pemerintah Yang TidakTransparan.-Dampak Penyelenggaraan Pemerintah Yang TidakTransparan.
Kelompok VII :-Aris Ardianto-Ilham Rosadi-Marina Theresia-Tonny Wicakshana-Vially
Kelas XI – IPS 2SMA Negeri 33 Jakarta
 
Penyelenggaraan Pemerintah Yang Tidak Transparan.
Informasi merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi kehidupanmasyarakat di dunia saat ini, terlebih jika kita tinggal dalam suatu negara demokrasi yangmengenal adanya pengakuan terhadap kebebasan dalam memperoleh informasi bagirakyatnya. Tertutupnya kebebasan dalam memperoleh informasi dapat berdampak pada banyak hal seperti rendahnya tingkat pengetahuan dan wawasan warga negara yang padaakhirnya juga berdampak pada rendahnya kualitas hidup suatu bangsa. Sementara itu darisegi penyelenggaraan pemerintahan, tidak adanya informasi yang dapat diakses oleh publik dapat berakibat pada lahirnya pemerintahan yang otoriter dan tidak demokratis.Pada dasarnya, pemerintahan di negara-negara demokrasi telah menyadari bahwaterciptanya keterbukaan dalam memperoleh informasi bagi publik dapat memberikandampak positif bagi kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum di negaranya.Keterbukaan informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan juga merupakan salah satuwujud komitmen pemerintah dalam melaksanakan prinsip-prinsip good governance dandemokratisasi pemerintahan, di mana salah satu butir di antara butir-butir goodgovernance adalah adanya keterbukaan pemerintah (
transparency
) kepada masyarakat.Keterbukaan akses informasi bagi publik di sisi lain juga dapat menjadi salah satualat penunjang kontrol masyarakat atas kinerja pemerintah ataupun unit-unit kerjanya.Dalam konteks bidang keamanan dan pertahanan, setiap negara demokrasi juga membukaruang-ruang tersedianya informasi yang dapat diakses masyarakat. Hal ini dimaksudkanagar hak-hak warga negara tetap terjaga dan tidak terenggut. Di samping itu, adanyaketerbukaan memperoleh informasi juga dapat menjadikan aktor pertahanan menjadilebih profesional selalu bertindak dengan berdasarkan hukum.Sebagai sebuah negara yang demokratis, Indonesia juga tentunya harus tetapmemandang bahwa kebebasan memperoleh informasi bagi publik merupakan suatu halyang pada dasarnya harus tetap dijaga. Adapun terkait beberapa hal yang sifatnya"rahasia" di mana di dalamnya terdapat hal-hal yang sensitif terutama menyangkut persoalan kedaulatan negara haruslah dapat didefinisikan dengan jelas dan tetap mengacu pada Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.Selama masa pemerintahan Orde Baru, keterbukaan untuk memperoleh informasisangat dibatasi pemerintah. Bahkan, beberapa media yang sangat kritis dan lugas dalammenyajikan informasi dengan sangat mudah dibekukan pemerintah. Dengan alasankerahasiaan, pemerintah Orde Baru banyak mengotrol berbagai informasi yang akankeluar dan diterima masyarakat sehingga sangat wajar apabila informasi yang akandisajikan media harus melewati pengawasan yang ketat. Hal ini tentunya dimaksudkanagar tidak terjadi gejolak perlawanan di dalam masyarakat.Tertutupnya pintu untuk memperoleh informasi juga sangat berdampak negatif padalemahnya jaminan kepastian hukum dan perlindungan HAM bagi masyarakat, pemerintahan pun pada akhirnya menjadi pemerintahan yang otoriter sehingga sangatwajar apabila berbagai kalangan berpendapat bahwa pada masa Orde Baru banyak sekali
 
terjadi kasus penculikan aktivis yang sangat vokal mengkritisi kebijakan pemerintah.Dengan mengatasnamakan keamanan dan rahasia negara, pemerintah Orde Baru jugatelah menafsirkan sifat kerahasiaan negara demi kepentingan dan keberlangsungankekuasaannya sehingga mengakibatkan banyak pihak yang menjadi khawatir dengansetiap tindakan dan ucapan mereka karena selalu diintai.Sifat rahasia negara yang ditafsirkan dan diimplementasikan oleh pemerintahanOrde Baru untuk menghalang-halangi kebebasan memperoleh informasi, pada dasarnya juga menyeret aktor pertahanan dan keamanan pada posisi yang tidak profesionalsehingga ketika kita berbicara mengenai rahasia negara dan kebebasan memperolehinformasi, pada saat ini, tidak akan terlepas pula dari proses reformasi di bidang pertahanan dan keamanan.Jatuhnya tampuk kekuasaan Orde Baru telah membuka harapan bagi kehidupan bernegara yang lebih demokratis, dan keterbukaan pemerintah terhadap masyarakatmenjadi salah satu tuntutan dalam agenda perjuangan reformasi. Keterbukaan pemerintahkepada masyarakat merupakan suatu hal yang memang sudah selayaknya dilakukan sejak dahulu sebab Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, sebuah negarademokrasi yang lahir dari kedaulatan rakyat sehingga kedaulatan sepenuhnya berada ditangan rakyat. Oleh karena itu, pemerintah wajib bersikap transparan kepada rakyatnya. Negara Indonesia yang ingin mensejahterakan seluruh rakyat perlumengimplementasikan formulasi pembentukan negara dalam kosepnya yang terkenalKontrak Sosial (Du Contract social ou principes du droit politique) yang dibuat padatahun 1762 oleh Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Rousseau melihat hubunganindividu dengan negara haruslah didasari pada sebuah kesepakatan untuk bernegarasesuai dengan tujuan yang dicita-citakan bersama. Kesepakatan yang penting harusdipenuhi adalah tentang hak dan kewajiban.Dalam uraiannya, Rousseau menekankan pentingnya istilah volente generale(kehendak umum) yang merupakan cikal bakal lahirmya masyarakat sipil. Sebuah negaraharuslah didasarkan pada kesepakatan umum yang jika dilanggar akan mengakibatkanketidakadilan. Konsep ketidakadilan, dengan sendirinya membubarkan kesepakatanumum dan juga kontrak sosial.Konstitusi (UUD) pada hekakatnya merupakan kontrak sosial dalam kehidupan bernegara. Pasal 28 F pada prinsipnya memberikan hak pada setiap orang untu berkomunikasi dan memperoleh informasi. Hak tersebut selain diatur dalam pasaltersebut, juga jauh sebelumnya sudah ditetapkan PBB melalui resolusi 59 ayat 1 Tahun1946 dan Internasional Cevenant on Civil and Political Rights 1966 Deklarasi UniversalHak Asasi Manusia PBB pasal 19 yang menegaskan bahwa hak atas informasi merupakanhak asasi dan hak konstitusional sehingga wajib dilindungi oleh negara.Dunia sekarang sudah memasuki Era Informasi, dimana informasi adalahkekuasaan ("from brown to brain"). Telah terjadi suatu Powershift, kata Alvin Toffler. Erainformasi ini sejalan dengan demokratisasi, pengurangan dominasi pemerintah, pemajuan

Activity (132)

You've already reviewed this. Edit your review.
hadaeva liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Tendry Katze liked this
Riva Marchiella liked this
Chandra Leo liked this
Serra Delvira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->