Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
58Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengantar Faal 2

Pengantar Faal 2

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 4,110 |Likes:
Published by tegalarum_ellyas

More info:

Published by: tegalarum_ellyas on Sep 06, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
PengantarIlmu Faal 2
dr. Intan Suraya EllyasProdi. Penkepor JPOK FKIP UNS
Pendahuluan
Ilmu Faal 2 yang diberikan pada semester 3 ini merupakan kelanjutan dari mata kuliahilmu faal 1 yang telah diberikan pada semester 2. Bila pada ilmu faal 1 dibahas mengenai dasar –dasar fisiologi manusia yaitu fisiologi sistem respirasi, sistem kardiovaskuler, dan metabolismehormon maka pada ilmu faal 2 ini akan membahas secara mendalam adaptasi fisiologi manusiapada saat terjadi latihan fisik atau pembebanan. Mahasiswa diharapkan membuka danmempelajari kembali materi ilmu faal 1 yang telah diberikan sebagai dasar memahami aplikasiilmu faal dalam bidang olahraga. Oleh karena itu, pada ilmu faal 2 ini disebut juga FisiologiOlahraga.
Pengertian Dasar
Ilmu faal 2 ini akan lebih spesifik mempelajari adaptasi manusia terhadap latihan fisikmaka mahasiswa diharapkan mampu mendefinisikan beberapa pengertian dasar sebagaikerangka berpikir. Fisiologi olahraga (
exercise physiology 
) adalah penggambaran dan penjelasanperubahan fungsi tubuh manusia sewaktu melakukan olahraga, baik perubahan akut maupunkronis. Jelas agar tujuanya manusia menjadi sehat, segar, produktif dan siap berprestasi.Meningkatkan kemampuan fungsional hanya dapat dilakukan dengan benar, baik, efisien danaman bila pelatih memiliki pengetahuan tentang mekanisme kerja dan mekanisme responsorgan-organ tubuh terhadap latihan pembebanan dan latihan keterampilan.
 
Kalau dikaitkandengan prestasi, maka melakukan gerakan olahraga prestasi ( ketrampilan ) harus dilakukanseefektif mungkin, organisasi dan lingkungannya harus betul - betul dilandasi dengan adanyakeserasian sehingga tidak ada energi yang terbuang atau energi tidak/belum dikerahkan/terpakaisecara keseluruhan. Jadi untuk tercapainya prestasi yang optimal dan maksimal, selain atletharus berada dalam kondisi fisik yang prima, tehnik/ketrampilan harus benar - benardipersiapkan dan semua itu dilakukan dalam lingkungan yang benar - benar kondusif.Mahasiswa perlu membedakan antara Ilmu Olahraga (
exercise science
) dengan FisiologiOlahraga (
exercise physiology 
) . Ilmu olahraga adalah studi tentang gerakan dan terkait dengantanggapan fungsional dan adaptasi tubuh terhadap latihan. Ilmuwan olahraga harus memahamidasar ilmiah latihan, tanggapan fisiologis, dan akibat dari tanggapan fisiologis tubuh. Ilmuolahraga melibatkan berbagai disiplin ilmu serupa dengan kedokteran olahraga; Namun,biasanya jauh lebih luas daripada kedokteran olahraga mulai dari kinesiologi, psikologi olahraga,sosiologi olahraga, biomekanik latihan, dan biokomia latihan.Berbeda pula antara ilmu olahraga dan kedokteran olahraga, dimana kedokteranolahraga (
sport medicine
) adalah bidang kedokteran yang mempelajari tentang cedera - cederayang terjadi pada kegiatan / upaya untuk kebugaran dan kekuatan, termasuk pencegahan,diagnosis, dan pengobatan. Tujuan pencegahan dan pengobatan cedera adalah untuk menjagakesehatan yang optimal dan memaksimalkan kinerja puncak. Tim kedokteran olahraga terdiridari banyak disiplin ilmu termasuk, misalnya, pelatihan atletik, biomekanik, fisiologi olahraga,dan gizi. Spesialis Kedokteran Olahraga bekerja untuk atlet profesional maupun dengan non-atletprofesional
.
Kesegaran Jasmani (
 physical fitness
)
 
Ditinjau dari segi ilmu faal (fisiologi), kesegaran jasmani adalah kesanggupan dankemampuan tubuh melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yangdiberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari – hari) tanpa menimbulkan kelelahan yangberlebihan
.(
Dalam bidang olahraga, kesegaran jasmani yang sebaik – baiknya merupakan syarattercapainya prestasi tinggi. Semua jenis olahraga pasti mempunyai standar minimal kesegaran jasmani untuk atlet agar dapat berprestasi. Kesegaran jasmani yang tinggi akan meningkatkanpenampilan atlet dan mengurangi kemungkinan cedera.
Unsur – Unsur Kesegaran Jasmani
Berbagai pendapat dikemukakan tentang unsur kesegaran jasmani, namun darikesemuanya itu dapat ditarik suatu kesamaan yaitu
1.
Daya Tahan (
endurance
)Keadaan yang menekankan pada kapasitas melakukan kerja secara terus menerus dalamsuasana aerobik. Dapat berlaku untuk seluruh tubuh maupun sistem organ, namun yangsering dibicarakan adalah daya tahan kardiovaskuler dan oot. Daya tahan kardiovaskulermerupaka faktor utama dalam kesegaran jasmani bahkan sering dijadikan sinonim,istilah lain yang sering digunakan
maximal aerobic power 
dan kapasitas aerobik.Pengukuran yang paling objektif adalah dengan mengukur ambilan maksimal O
2
(
VO
2
max 
) tetapi masih banyak berbagai tes pengukuran yang dapat dilakukan.Faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan adalah :
a.
Keturunan (genetik)VO
2
max., kapasitas jantung, paru, sel darah merah dan haemoglobin merupakanfaktor keturunan yang hanya dapat diubah dengan latihan.b.UsiaMulai anak – anak hingga sekitar 20 tahun, daya tahan kardiovaskuler meningkatdan mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun, kemudian berbanding terbalikdengan usia. Maka pada usia 70 tahun akan mempunyai daya tahankardiovaskuler 50% dari saat berusia 17 tahun. Hal ini disebabkan karenapenurunan faal organ transport dan utilisasi O
2.
Penurunan ini dapat dikurangiatau dihambat dengan melakukan olahraga.c.Jenis KelaminSampai usia pubertas tidak ada perbedaan bearti antara pria dan wanita, tetapisetelah usia tersebut daya tahan kardiovaskuler wanita lebih rendah 15-25%daripada pria. Disebabkan karena perbedaan
maximal muscular powe
yangberhubungan dengan perbedaan luas permukaan tubuh, komposisi tubuh,kekuatan otot, jumlah Hb, dll.d.Aktifitas FisikIstirahat di tempat tidur selama 3 minggu akan menurunkan daya tahankardiovaskuler sebanyak 17-27%. Bila melakukan latihan aerobik selama 3minggu maka daya tahannya akan meningkat 67% dari saat istirahat dan
 
meningkat 18% dibandingkan saat sebelum istirahat. Macam aktifitas fisik akanmempengaruhi nilai daya tahan kardiovaskuler.
2.
Kekuatan Otot (
muscle strength
)Menggambarkan kontraksi maksimal yang dihasilkan otot atau sekelompok otot.Faktor fisiologis yang mempengaruhi adalah :a.UsiaSampai usia 12 tahun, peningkatan kekuatan otot pria maupun wanita samasampai masa pubertas pada wanita lebih meningkat sedikit. Kekuatan maksimaldicapai saat usia sekitar 25 tahun dan terus menurun sampai usia lanjut,tentunya bagi yang rutin berolahraga penurunan ini dapat dikurangi.b.Jenis kelaminPerbedaan kekuatan otot pria dan wanita (rata – rata kekuatan otot wanita 2/3dari pria) disebabkan perbedaan ukuran otot baik dalam besarmaupunproporsinya dalam tubuh. Besar nilai perbedaan tidak sama tiapkelompok otot.c.Suhu OtotKontraksi otot akan lebih kuat dan lebih cepat bila suhu otot sedikit lebih tinggidari suhu normal tubuh. Pada pemanasan (
warming up
), reaksi kimia untukkontraksi dan relaksasi lebih cepat.
3.
 Tenaga Ledak Otot (
muscle explosive power 
)Kemampuan otot atau sekelompok otot melakukan kerja secara eksplosif. Dipengaruhikekuatan dan kecepatan kontraksi otot. Dalam kehidupa sehari hari terjadi saatmemindahkan tubuh sebagian atau seluruhnya pada saat tertentu dan secara tiba – tiba.Pada bidang olahraga terjadi saat melempar cakram, lembing, bola basket, dansebagainya.
4.
Kecepatan (
speed 
)Didefinisikan sebagai laju gerak, dapat berlaku untuk sebagian atau seluruh tubuh. Padacabang olahraga berbagai macam lari, renang, dan sejenisnya prestasi yang diukuradalah kecepatan (waktu tersingkat / pendek yang diperoleh untuk mencapai suatu jaraktertentu). Untuk menilai kecepatan, jarak yang ditempuh harus cukup jauh untukmembedakan dengan tenaga ledak otot. Faktor yang mempengaruhi :a.KelenturanKurangnya kelenturan pada daerah pinggul dan tungkai atas akan mengurangikecepatan lari karena hal tersebut meningkatkan tahanan yang dibuat oleh ototantagonis.b.Tipe TubuhPada orang obes cenderung mempunyai gerak yang lamban dan hal ini mungkindisebabkan friksi oleh sel lemak yang berada di antara sel otot serta bebanekstra.c.UsiaPeningkatan kecepatan sesuai dengan pertambahan usia. Pada wanita rata – ratamencapai puncaknya pada usia 13-18 tahun sedang pada pria usia 21 tahun.Keadaan ini menetap 3-4 tahun dan kemudian menurun. Penurunan terjadi lebihcepat bila tidak melakukan latihan.d.Jenis KelaminWanita mempunyai kecepatan 85% dari pria. Perbedaan tersebut akibatperbedaan kekuatan otot yang mempengaruhi gerak melawan tahanan.

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Riyan Pratama liked this
Rian Ardie Ituch Ghuwa added this note
tenks for your information
Muthia Dewi liked this
Natasha S-Famz liked this
Novilia Maharani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->