Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Posisi Duduk Masbuk Dan Cara Duduk Tasyahhud Akhir Dalam Setiap Sholat

Posisi Duduk Masbuk Dan Cara Duduk Tasyahhud Akhir Dalam Setiap Sholat

Ratings: (0)|Views: 836|Likes:
Published by ninetriple1
Posisi Duduk Masbuk Dan Cara Duduk Tasyahhud Akhir Dalam Setiap Sholat

http://jalansunnah.wordpress.com/
Posisi Duduk Masbuk Dan Cara Duduk Tasyahhud Akhir Dalam Setiap Sholat

http://jalansunnah.wordpress.com/

More info:

Published by: ninetriple1 on Sep 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/29/2012

pdf

text

original

 
Posisi Duduk Masbuk 
Penulis: Al Ustadz Abu Muhammad DzulqarnainSholat ditinjau dari jumlah raka’atnya terbagi dua :a. Sholat dua raka’at seperti sholat Shubuh, rawatib dan lain-lainnya. Kalau sholat duaraka’at seperti ini, maka cara duduknya adalah duduk iftirasy, seperti duduk tasyahud awaldalam sholat lebih dari dua raka’at atau seperti duduk antara dua sujud yaitu kaki kananditegakkan dan duduk di atas kaki kiri. Ada dua hadits yang menjelaskan hal tersebut.Pertama : Hadits ‘Abdullah bin Zubair, beliau berkata :َنَ آ ُلْ ُ َ ر ِا  َ  ُا ِْ َ َ  ِِ َ و َ  َ َ و اَذِإ ََ َ  ِ  ِْ َ َ ْآ ا َشَ َ ْ ا ىَ ْ ُ ا ََ َ َ و َ ْ ُا َ َ وَ وَ ُَ َ ْ ِإ َ َ  َ ْ ُ ْ ا َ رَ َأَ و ِَ َ  ِ  ََ َ وَ و ُ َ آ ىَ ْ ُ ْ ا َ َ  ِِِ َ  ىَ ْ ُ ْ ا َ َ ْ َأَ و ُ َ آ ىَ ْ ُ ْ ا ُَ َ ْ آُ ر  “Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam apabila beliau duduk dalam dua raka’at,beliau menghamparkan kaki kirinya dan menegakkan yang kanan dan meletakkan ibu jarinyadi atas jari tengah dan beliau berisyarat dengan telunjuknya dan beliau meletakkan telapak tangan kirinya di atas paha kirinya dan telapak tangan kirinya menggenggam lututnya”.Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban -sebagaimana dalam Al-Ihsan 5/370 no.1943- dengan sanadyang hasan.Kedua : Hadits Wail bin Hujr :اَذِإَو ََ َ  ِ  ِْ َ َ ْآ ا ََ ْ َأ ىَ ْ ُ ْ ا ََ َ َ و َْ ُ ْ ا ََ َ وَ و ُََ  َ ْ ُ ْ ا َ َ  ِِِ َ  َ ْ ُ ْ ا ََ َ َ و ُَ َ ْ ُأ ِءَ ِ  ََ َ وَ و ُََ  ىَ ْ ُ ْ ا َ َ  ِِِ َ  ىَ ْ ُ ْ ا  “Dan apabila ia duduk dalam dua raka’at beliau membaringkan kaki kirinya dan menegakkankaki kanannya dan beliau meletakkan tangan kanannya di atas paha kanannya danmenegakkan jarinya untuk doa dan meletakkan tangan kirinya di atas paha kirinya …”.Dikeluarkan oleh An-Nasai 2/586-587 no.1158 dengan sanad yang shohih.b. Sholat lebih dari dua raka’at seperti sholat Maghrib, Isya, Dhuhur dan Ashar. Sholatseperti ini punya dua tasyahud yaitu tasyahud awal dan tasyahud akhir, maka dia duduk padatasyahud awal dengan duduk iftirasy dan pada tasyahud akhir dengan duduk tawarruk yaitu
 
menegakkan kaki kanan dan memasukkan kaki kiri di bawah paha dan betis kanan danpantat sebelah kiri menyentuh langsung ke tempat duduk.Hal ini berdasarkan hadits Abu Humaid As-Sa’idy yang mana beliau menceritakan sifatsholat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam di hadapan sepuluh orang shohabat dan merekamembenarkannya. Hadits Abu Humaid ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhory no.794, beliauberkata :اَذِَ ََ َ  ِ  ِْ َ َ ْ آ ا ََ َ  َ َ  ِِ ْ ِ ر ىَ ْ ُ ْ ا ََ َ َ و َ ْ ُ ْ ا اَذِإَ و ََ َ  ِ  ِَ ْ آ ا ِةَ ِ ْ ا َ مَ  ُَ ْ ِ ر ىَ ْ ُ ْ ا ََ َ َ و ُا ىَ ْ  ََ َ َ و َ َ  ِِ ََ ْ َ   “Dan apabila beliau duduk pada dua raka’at, beliau duduk di atas kaki kirinya danmenegakkan yang kanan. Kemudian apabila beliau duduk di raka’at terakhir, beliaumemajukan kaki kirinya dan menegakkan kaki yang lainnya dan beliau duduk di atas tempatduduknya”.Rincian di atas merupakan pendapat Imam Ahmad sebagaimana dalam Masail Ibnu Hanyhal.79, Al-Mughny 21/218 dan Majmu’ 3/430. Dan juga merupakan pendapat Ats-Tsaury,Ishaq dan Ashabu Ar-Ro’y.Maka kalau seorang makmum masbuk pada sholat yang dua raka’at maka duduknya tiadalain kecuali duduk iftirasy . Adapun kalau makmum ini masbuk dalam sholat yang lebih dari dua raka’at dan makmumyang masbuk mendapatkan Imam sudah duduk tasyahud terakhir, maka posisi makmumyang masbuk ini tidak lepas dari dua keadaan :Pertama : Ia masbuk dua raka’at atau lebih.Kedua : Ia masbuk satu raka’at.Maka kalau makmum ini masbuk dua raka’at atau lebih maka duduknya adalah duduk iftirasy,sebab Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits Malik bin Al-Huwairiz riwayat Al-Bukhory no.605 bersabda :اْ  َ  َ َ آ ْِ ْ ُُ ْ َأَ ر ْ َ ُأ
 
  “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat saya sholat”.Dan dari keterangan yang tersebut di atas Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pada duaraka’at duduknya adalah duduk iftirasy, berarti kalau ia mendapati Imam tasyahud terakhirdengan duduk tawarruk dan makmum ketinggalan dua raka’at atau lebih maka duduknyaadalah duduk iftirasy tidak mengikuti Imam. Adapun kalau makmum ini masbuk satu raka’at maka duduknya adalah duduk tawarruk sama dengan duduk Imamnya sebagaimana cara sholat Nabi r dalam sholat yang lebih daridua raka’at dalam keterangan yang telah disebutkan diatas. Wallahu A’lam.Faidah :Saya pernah mendengar Syaikhuna Al-‘Allamah Al-Muhaddits dari negeri Yaman SyaikhMuqbil bin Hady Al-Wadi’y -rahimahullah- beliau berkata : “Ada sebagian orang berpendapatbahwa kalau seseorang masbuk dua raka’at kemudian ia mendapati Imam duduk tasyahudterakhir maka ia duduk tawarruk seperti duduknya Imam dengan dalil hadits Abu HurairahRiwayat Bukhory-Muslim :َ  ِإ َِ ُ  ِْا ُ مَ   َ ْ ُِ  ِِ   “Sesungguhnya Imam itu dijadikan untuk diikuti”.Lalu Syaikh Muqbil berkata : “Tapi yang nampak bagi saya bahwa si masbuk ini tetap duduk iftirasy”.Jelaslah bahwa apa yang dijelaskan di atas sesuai dengan fatwa Syaikh Muqbil ini. Haltersebut disebabkan karena hadits : “Sesungguhnya Imam itu dijadikan untuk diikuti” adalahhadits yang umum sedangkan hadits Malik bin Al-Huwariz adalah hadits yang lebih khususdarinya. Maka hadits Malik lebih didahulukan. Wal ‘Ilmu ‘Indallah.http://an-nashihah.com/index.php?mod=article&cat=Manhaj&article=65 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
azwar charis liked this
Wied Widayat liked this
Rizky Ananda liked this
eehpon liked this
Kembang Tangguh liked this
zainikamal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->