Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penjelasan UU nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD

Penjelasan UU nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD

Ratings: (0)|Views: 3,133 |Likes:
Published by Hukum, Inc.
Penjelasan undang-undang tentang majelis permusyawaratan rakyat, dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah.
Penjelasan undang-undang tentang majelis permusyawaratan rakyat, dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah, dan dewan perwakilan rakyat daerah.

More info:

Published by: Hukum, Inc. on Sep 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANGMAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHI.
 
UMUMUndang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945mengamanatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berkedaulatan rakyat yang dalam pelaksanaannya menganut prinsipkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalampermusyawaratan/perwakilan.Untuk melaksanakan kedaulatan rakyat berdasarkan kerakyatan yangdipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,perlu diwujudkan lembaga permusyawaratan rakyat, lembaga perwakilanrakyat, dan lembaga perwakilan daerah yang mampu mengejewantahkannilai-nilai demokrasi serta dapat menyerap dan memperjuangkan aspirasirakyat, termasuk kepentingan daerah, agar sesuai dengan tuntutanperkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.Sejalan dengan perkembangan kehidupan ketatanegaraan dan politikbangsa, termasuk perkembangan dalam lembaga permusyawaratan rakyat,lembaga perwakilan rakyat, dan lembaga perwakilan daerah, dan lembagaperwakilan rakyat daerah telah dibentuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis PermusyawaratanRakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah, yang dimaksudkan sebagai upaya penataansusunan dan kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah dalam rangka mewujudkan lembaga permusyawaratanrakyat, lembaga perwakilan rakyat, dan lembaga perwakilan daerah, sertalembaga perwakilan rakyat daerah.Untuk mengembangkan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraanpemerintahan daerah, perlu diwujudkan lembaga perwakilan rakyat daerahsebagai penyelenggara pemerintahan daerah bersama dengan pemerintahdaerah sehingga mampu mengatur dan mengurus urusan pemerintahandan kepentingan masyarakat setempat berdasarkan aspirasi masyarakatdalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.Untuk . . .
 
 
- 2 -Untuk mewujudkan lembaga permusyawaratan/perwakilan yang lebihmampu mengejawantahkan nilai-nilai demokratis dan memperjuangkanaspirasi rakyat dan daerah sesuai dengan perkembangan kehidupanberbangsa dan bernegara, perlu penataan kembali kelembagaan MajelisPermusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana dimaksuddalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Dalam membentuk undang-undang yang mengatur secara komprehensif tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, terjadi pengubahan judul, denganmenghapus frasa “Susunan dan Kedudukan” yang tercantum dalam judulUndang-Undang Nomor 22 Tahun 2003. Penghapusan tersebutdimaksudkan untuk tidak membatasi pengaturan yang hanya terbatas padamateri muatan susunan dan kedudukan lembaga, tetapi juga mengatur hal-hal lain yang lebih bersifat komprehensif.Berkaitan dengan penguatan dan pengefektifan kelembagaan MPR, DPR,DPD, dan DPRD, terdapat penambahan, pengubahan penamaan(nomenklatur), dan penghapusan alat kelengkapan dalam rangkamendukung fungsi serta tugas dan wewenang kelembagaan tersebut. DiMPR, alat kelengkapan Badan Kehormatan dihapus karena dipandang alatkelengkapan tersebut telah ada di lembaga DPR dan DPD yang anggotanyasebagai unsur MPR. Di DPR dibentuk alat kelengkapan baru, yaitu BadanAkuntabilitas Keuangan Negara sebagai alat kelengkapan yang bersifat tetap  yang berfungsi untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPKdalam hal pengawasan penggunaan keuangan negara sehingga diharapkan keberadaan alat kelengkapan ini berkontribusi positif dalam pelaksanaantransparansi dan akuntabilitas penggunaan keuangan negara. Selanjutnya,terdapat pula alat kelengkapan di DPR yang mengalami pengubahannomenklatur yaitu Panitia Anggaran diubah menjadi Badan Anggaran, yangbermaksud untuk menegaskan alat kelengkapan tersebut bersifatpermanen. Di DPD pengubahan terjadi pada nomenklatur panitia
ad hoc 
  yang diubah menjadi panitia kerja, serta menghapus alat kelengkapanPanitia Kerja Sama Lembaga Perwakilan. Di DPRD terdapat penggantiannomenklatur panitia menjadi badan agar lebih jelas keberadaankelembagaan politiknya, yaitu Panitia Musyawarah menjadi BadanMusyawarah dan Panitia Anggaran menjadi Badan Anggaran.Berkaitandengan alat kelengkapan di MPR, DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRDkabupaten/kota, perlu memperhatikan keterwakilan perempuan sebagaipimpinan alat kelengkapan.Dalam rangka penguatan fungsi legislasi DPR sebagai suatu pelaksanaanamandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,perlu pula diatur lebih lanjut mengenai penguatan peran DPR dalam prosesperancangan, pembentukan, dan sekaligus pembahasan rancangan undang-undang. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjawab kritik bahwa DPRkurang maksimal dalam menjalankan fungsi legislasi. Artinya adalah bahwadi . . .
 
 
- 3 -di satu sisi kinerja DPR yang berkaitan dengan legislasi diusahakanseoptimal mungkin, tetapi di sisi lain secara individual juga dituntuttanggung jawab untuk menghasilkan produk legislasi yang benar-benarberkualitas serta benar-benar berorientasi pada kebutuhan rakyat danbangsa.Berkaitan dengan pelaksanaan fungsi legislasi, kedudukan DPD perluditempatkan secara tepat dalam proses pembahasan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dandaerah, pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, pengelolaansumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangankeuangan pusat dan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 22Dayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Kedudukan DPD dalam proses pembahasan rancangan undang-undangtersebut sampai pada pembahasan tingkat pertama dan tidak turut sertadalam proses pengambilan keputusan.Konteks penguatan DPRD dimaksudkan agar hubungannya denganpemerintah daerah dapat berjalan secara serasi dan tidak salingmendominasi satu sama lain. Konteks penguatan ini secara kelembagaandilaksanakan melalui keseimbangan antara mengelola dinamika politik disatu pihak dan tetap menjaga stabilitas pemerintahan daerah di pihak lainsehingga pola keseimbangan pengelolaan pemerintahan daerah yangdilakukan dapat memberikan manfaat secara signifikan bagi peningkatankesejahteraan rakyat di daerah tersebut sehingga secara agregatif akanberkontribusi terhadap pembangunan nasional dan fundamental integrasibangsa secara keseluruhan.Hal penting lainnya yang menjadi perhatian adalah keberadaan sistempendukung yang menunjang fungsi serta tugas dan wewenang MPR, DPR,DPD, dan DPRD. Perlunya dukungan yang kuat, tidak terbatas padadukungan sarana, prasarana, dan anggaran, tetapi juga pada dukungankeahlian. Dengan demikian, perlu penataan kelembagaan sekretariat jenderal di MPR, DPR, dan DPD, serta sekretariat di DPRD provinsi danDPRD kabupaten/kota. Hal itu diwujudkan dalam pengadaan sumber dayamanusia, alokasi anggaran, dan sekaligus pertanggungjawaban publik unitpendukung dalam menjalankan tugasnya.Berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu dibentuk Undang-Undangtentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangkameningkatkan peran dan tanggung jawab lembaga permusyawaratan rakyat,lembaga perwakilan rakyat, dan lembaga perwakilan daerah untukmengembangkan kehidupan demokrasi, menjamin keterwakilan rakyatdan daerah dalam melaksanakan tugas dan wewenang lembaga, sertamengembangkan mekanisme
checks and balances 
antara lembaga legislatif dan eksekutif, serta meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerjaanggota . . .

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Monata Sembiring liked this
Linda Ndoot Nda liked this
apawellangi liked this
Waode Zessica liked this
Surung Silitonga liked this
Axis Chandra liked this
gunturnangi liked this
antokhardz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->