Kaitannya dengan ilmu yang lainnya
: Kedudukannya dari ilmu-ilmu yang lainnya; Iamerupakan bagian dari ilmu-ilmu syar’iyah. Ilmu ini bagi ilmu fiqih seperti ‘ulumulhadits (mutholah al-hadits) bagi hadits dan seprti ushul an-nahwi bagi nahwu.
Keutamannya :
Seluruh dalil yang telah otentik tentang anjuran untuk komitmen didalam agama Alloh Ta’ala, maka terhenti atas ushulul fiqh. Telah tetap baginyakeutamaan yang dimiliki oleh ilmu fiqih, karena ia merupakan sarana yangmenghantarkan padanya.
Pencetusnya :
Imam Syafi’I -rihimahulloh-, demikian itu dengan menulis kitab (Ar-Risalah), ia merupakan kitab yang membahas ushul.
Sandarannya :
Maksudnya adalah sumber-sumbernya yang dibangun diatasnya kaidah-kaidah-nya :1. Penelitian terhadap nas-nas dari Al-Kitab dan As-Sunnah2. Atsar yang diriwayatkan dari sahabat dan tabi’in3. Bahasa Arab4. Kesepakatan as-Salaf as-Shalih5.
ijtihad
ahli ilmu dan
istimbath
mereka sesuai dengan batasan-batasan syari’at.
Hukumnya :
Fardu kifayah, kecuali bagi orang-orang yang hendak berijtihad maka baginya fardu ‘ain.
Masalah-masalahnya :
Ia adalah meliputi pembahasan yang dengannya seorangmujtahid bisa mengambil faidah dan kesimpulan hukum-hukum syar’iyah.
Kemuliannya :
Ia adalah ilmu yang mulia dikarenakan kemuliaan pembahasannya, iaadalah suatu ilmu yang dengannya diketahui tentang hukum-hukum Alloh Ta’ala yangmewariskan keberhasilan dan kebahagian di dua negeri.
Bab Pertama : Tentang Adillah al-Ahkam Asyar’iyah
Al-adillah jamak dari dalil, ia secara bahasa : Sesuatu yang menunjukkan pada yangdicari.Secara istilah : Sesuatu yang diambil faidah darinya hukum-hukum syar’i yang ‘ilmiyah,dengan cara
koth’i
atau-pun
dzon
.Al-Adillah : Ia adalah Al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’, dan qiyas. Ini merupakan dalil-dalilyang disepakati kebanyakan (jumhur) muslimin. Adapun al-Istihab, madzhab sahabat,syari’at orang-orang sebelum kita, masholih mursalah, ‘urf (kebiasaan), syadu adzari’ah