Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
69Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Red Camarade - TESIS CONTENT (Pemanfaatan SMS Sebagai Media Promosi Kesehatan)

Red Camarade - TESIS CONTENT (Pemanfaatan SMS Sebagai Media Promosi Kesehatan)

Ratings: (0)|Views: 6,416|Likes:
Published by Eko Teguh Pribadi
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah Dewasa ini seluler atau yang lebih dikenal dengan nama handphone tidak lagi menjadi barang asing di Indonesia. Harga yang kompetitif serta tersedianya berbagai jenis fitur layanan yang mampu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi bagi penggunanya menjadikan perangkat ini semakin banyak diminati oleh hampir semua lapisan masyarakat di negara ini. Seluler sendiri mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1984 dengan menggunakan teknologi
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah Dewasa ini seluler atau yang lebih dikenal dengan nama handphone tidak lagi menjadi barang asing di Indonesia. Harga yang kompetitif serta tersedianya berbagai jenis fitur layanan yang mampu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi bagi penggunanya menjadikan perangkat ini semakin banyak diminati oleh hampir semua lapisan masyarakat di negara ini. Seluler sendiri mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1984 dengan menggunakan teknologi

More info:

Published by: Eko Teguh Pribadi on Sep 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/20/2013

pdf

text

original

 
BAB 1PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang dan Identifikasi Masalah
Dewasa ini seluler atau yang lebih dikenal dengan nama
handphone
tidak lagi menjadi barang asing di Indonesia. Harga yang kompetitif serta tersedianya berbagai jenis fitur layanan yang mampu memberikan kemudahan dalam berkomunikasi bagi penggunanya menjadikan perangkat ini semakin banyadiminati oleh hampir semua lapisan masyarakat di negara ini.Seluler sendiri mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1984 denganmenggunakan teknologi berbasis NMT (
 Nordic Mobile Telephone
). Pada masa itutelepon seluler yang beredar di Indonesia berbobot setidaknya 450 gram, sehinggasangat tidak fleksibel untuk mobilisasi. Ponsel pada era ini berharga di ataskisaran 10 juta rupiah per unit. Teknologi yang digunakan adalah NMT 470 yangdioperasikan oleh PT Rajasa Hazanah Perkasa. Sedangkan sistem AMPS(
 Advance Mobile System
) mulai dikenal pada tahun berikutnya dan ditangani oleh4 operator yaitu PT Elektrindo Nusantara, PT Centralindo, PT Panca Sakti, danTelekomindo. Perkembangan lebih lanjut dimulai pada periode tahun 1990, dimana berdiri 3 perusahaan yang bersaing di bidang telekomunikasi. PT Telkomyang memulai proyek percontohan seluler digital GSM (
Global System for Mobile
) di pulau Batam dan pulau Bintan, PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo)yang mulai beroprasi dan mengenalkan GSM pertama di Indonesia denganmenggunakan SIM Card berjangkauan luas, dan diikuti oleh PT ExcelcomindoPratama (Exelcom) yang beroprasi sebagai operator dengan jangkauan nasional1
 
Indonesia. Pada tahun tersebut harga ponsel turun drastis pada kisaran 2 jutarupiah per unit. Namun penggunaan seluler pada saat itu masih sangat terbatas pada kalangan eksekutif menengah ke atas (Rizal, 2008
online
).Pada awal tahun 2000 pengguna ponsel di Indonesia semakin meningkat,dengan lebih dari 3 juta pelanggan. Pada tahun ini penggunaan fasilitas SMS(
Short Messaging Service
) mulai digemari oleh pengguna ponsel karena biayanyayang relatif murah. Seperti yang kita ketahui bahwa telepon dan SMS merupakanfungsi dasar dari ponsel, dan layanan inilah yang paling banyak digunakan oleh para konsumen di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi dalam bidang komunikasi, layanan seluler pun mengalami kemajuan dengandilengkapinya fitur GPRS yang disusul kemudian dengan diluncurkannya layananMMS (
Multimedia Messaging Service
) di tahun 2003. Pada tahun 2005 munculteknologi baru pada layanan ponsel yakni teknologi 3G yang mampu membawadata lebih banyak dengan waktu pengiriman data yang lebih singkat. Setelahteknologi 3G berhasil diterima masyarakat kemudian munculah teknologi HSDPAatau yang juga dikenal dengan teknologi 3,5G pada tahun 2007. Teknologi inimampu meningkatkan kualitas pertukaran data melalui telepon seluler terutamauntuk penggunaan
browsing 
di internet (Rizal, 2008
online
).Menurut ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia) di awal tahun2009 ini angka penetrasi penggunaan seluler di Indonesia mencapai kisaran 140 juta pengguna atau sekitar 58% dari total jumlah penduduk Indonesia yangdiperkirakan berjumlah 240 juta jiwa. Saat ini di Indonesia telah berdiri 11operator jaringan seluler (Telkomsel, Exelcomindo, PT Indosat Tbk, PT Natrindo,Bakrie Telecom, Smart Telecom, Hutchinson CP, PT Pasific Satelit Nusantara,2
 
Sampoerna Telekom, Mobile 8, dan PT Sinar Mas) dengan lebih dari 100 ribuBTS (
 Base Transceiver Station
) yang memiliki
coverage area
sekitar 90%wilayah tanah air, baik untuk jaringan berbasis GSM (
Global System for MobileCommunication
) maupun CDMA (
Code Division Multiple Access
) pada teknologiseluler (Ariyanti, 2009
online
).
Tabel 1.1. Pengguna Seluler di Indonesia Periode 2000 s/d 2008
TahunPengguna (Juta)Pertumbuhan (%)Teledensitas (Per 100)20003.562.81.720016.482.83.1200211.376.55.3200318.564.18.6200430.363.713.6200546.954.821.1200663.836.124.8200796.451.140.12008132.737.755.3
Sumber : Data Sekunder antara.co.id 2009
Melalui data sensus penduduk yang dihimpun oleh BPS, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 203,464 juta jiwa, dan meningkat menjadi218,868 juta pada tahun 2005. Pada tahun 2010 diestimasikan jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 240 juta jiwa (BPS, 2006
online
). Harus disadari darikisaran jumlah 240 juta ini, 42 juta diantaranya berada pada kelompok usia 0-10tahun, dan sekitar 6 juta lainnya berada pada kelompok usia di atas 70 tahun. Biladiasumsikan bahwa penduduk pada kelompok usia tersebut tidak lagi atau belummenggunakan seluler, maka terdapat 140 juta nomor seluler aktif yang beredar  pada 192 juta penduduk Indonesia pada kelompok usia 10-70 tahun. Denganasumsi seperti ini bisa diartikan bahwa 3 dari 4 penduduk Indonesia menggunakanseluler dalam kesehariannya.3

Activity (69)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yusdar Andi liked this
Luna Litami liked this
Annisa Fithri liked this
Mubarokah Zaini liked this
Marnhy Rambu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->