Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
26Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel - artikel seputar terorisme dalam pandangan ahlussunnah wal Jama’ah - Salafiyyin

Artikel - artikel seputar terorisme dalam pandangan ahlussunnah wal Jama’ah - Salafiyyin

Ratings: (0)|Views: 5,490|Likes:
Published by ninetriple1
Artikel - artikel seputar terorisme dalam pandangan ahlussunnah wal Jama’ah - Salafiyyin

http://jalansunnah.wordpress.com/
Artikel - artikel seputar terorisme dalam pandangan ahlussunnah wal Jama’ah - Salafiyyin

http://jalansunnah.wordpress.com/

More info:

Published by: ninetriple1 on Sep 08, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
Artikel – Artikel Seputar Terorisme Dalam PandanganAhlusSunnah wal Jama’ah - Salafiyyin Daftar Isi
Nasehat Kepada TerorisMenyikapi Aksi-Aksi Teroris KhawarijSikap Ahlus Sunnah wal Jama’ah – SalafiyyinTerhadap Berbagai Aksi Terorisme – KhawarijInikah Jihad ??Tips Agar Anak Tidak Menjadi TERORIS
Nasehat Kepada Teroris
 
 
Penulis : Ustadz Sofyan ChalidPenulis : Ustadz Sofyan ChalidPenulis : Ustadz Sofyan ChalidPenulis : Ustadz Sofyan Chalid
(Disertai Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut Bukan Ciri-ciri Teroris)Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yangmendera, akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belakadalam beragama namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari al-Qur’an danas-Sunnah serta bimbingan para Ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah(orang-orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) secarakhusus harus menanggung akibatnya berupa celaan dan citra negatif sebagai pendukungterorisme. Aksi-aksi terorisme yang sejatinya sangat ditentang oleh syari’at Islam yang mulia ini justrudianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah, sehingga pelakunya digelari sebagaimujahid, apabila ia mati menjadi syahid, pengantin surga dan calon suami bidadari...Demi Allah, akal dan agama mana yang mengajarkan terorisme itu jihad...?! Akal dan agamamana yang mengajarkan buang bom di sembarang tempat itu amal saleh...?!Maka berikut ini kami akan menunjukkan beberapa penyimpangan terorisme dari Syari’atIslam dan menjelaskan beberapa hukum jihad syar’i yang diselisihi para Teroris, berdasarkanal-Qur’an dan as-Sunnah serta keterangan para Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah parapengikut generasi Salaf (generasi Sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam).Pelanggaran- pelanggaran hukum Jihad Islami yang dilakukan Teroris:Pelanggaran Pertama: Tidak memenuhi syarat-syarat Jihad IslamiJihad melawan orang kafir terbagi dua bentuk; jihad difa’ (defensif, membela diri) dan jihadtholab (ofensif, memulai penyerangan lebih dulu), adapun yang dilakukan oleh para Teroristidak diragukan lagi adalah jihad ofensif, sebab jelas sekali mereka yang lebih dulumenyerang, bahkan menyerang orang yang tidak bersenjata.Dalam jihad defensif, ketika ummat Islam diserang oleh musuh maka kewajiban merekauntuk membela diri tanpa ada syarat-syarat jihad yang harus dipenuhi (Syaikhul Islam IbnuTaimiyyah dalam Al-Ikhtiyarat Al-Fiqhiyah hal. 532 dan Al-Fatawa Al-Kubrô 4/608).Namun untuk ketegori jihad ofensif terdapat syarat-syarat khusus yang harus dipenuhisebelum melakukan jihad tersebut. Disinilah salah satu perbedaan mendasar antara jihaddan terorisme. Bahwa jihad terikat dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah Ta’aladalam syari’at-Nya, sedangkan terorisme justru menerjang aturan-aturan tersebut. Makainilah syarat-syarat jihad ofensif kepada orang-orang kafir yang dijelaskan para Ulama:Syarat Pertama: Jihad tersebut dipimpin oleh seorang kepala negara
 
Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihiwa sallam bersabda:ْَ  ِ َ َ َأ ْَ َ  َعَ َأ َ ا ْَ َ و ِ َ َ  ْَ َ  َ َ  َ ا ْَ َ و ِِ ُ  َ ِ َْ ا ْَ َ  ِ َ َ َأ ْَ َ و ِْ َ  َ ِ َْ ا ْَ َ  ِ َ َ  َ  ِإَ و ُ مَ ِْ ا ٌ ُ  ُَ َ ُ  ْِ  ِِ اَ رَ و َ  ُَ و ِِ   “Siapa yang taat kepadaku maka sungguh ia telah taat kepada Allah, dan siapa yangbermaksiat terhadapku maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah. Dan siapa yang taatkepada pemimpin maka sungguh ia telah taat kepadaku, dan siapa yang bermaksiat kepadapemimpin maka sungguh ia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya seorangpemimpin adalah tameng, dilakukan peperangan dibelakangnya, dan dijadikan sebagaipelindung.” (HR. Al-Bukhary no. 2957 (konteks di atas milik Al-Bukhary), Muslim no. 1835,1841, Abu Daud no. 2757 dan An-Nasa`i 7/155).Berkata al-Imam an-Nawawy rahimahullah, “Dan makna “dilakukan peperangandibelakangnya” yaitu dilakukan peperangan bersamanya melawan orang-orang kafir, Al-Bughôt (para pembangkang terhadap penguasa), kaum khawarij dan seluruh pengekorkerusakan dan kezholiman.” (Syarah Muslim 12/230).Syarat Kedua: Jihad tersebut harus didukung dengan kekuatan yang cukup untuk menghadapi musuh. Sehingga apabila kaum Muslimin belum memiliki kekuatan yang cukupdalam menghadapi musuh, maka gugurlah kewajiban tersebut dan yang tersisa hanyalahkewajiban untuk mempersiapkan kekuatan Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menegaskan : “Dan siapkanlah untuk menghadapi merekakekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang(yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah dan (yang juga) musuhkalian serta orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedang Allahmengetahuinya.” (QS. Al-Anfâl : 60)Diantara dalil akan gugurnya kewajiban jihad bila tidak ada kemampuan, adalah hadits An-Nawwâs bin Sam’ân radhiyallâhu ‘anhu tentang kisah Nabi ‘Isâ ‘alaissalâm membunuhDajjal…, kemudian disebutkan keluarnya Ya`jûj dan Ma`jûj,…َ َ ْ َ َ  َ ُ ه ،َِ ََ آ ْذِإ َ ْ وَأ ُا َ ِإ َ ْ ِ : ْ ِإ ْَ  َ ْ َأُْ  ًادَ ِ  ْِ َ  ِناََ  ٍَ َِ  ،ْ ِ ِ َ ِ ِ  ْ زَ َ  ْيِدَِ  َ ِإ ِ رْ  ا ُَْ َ َ و ُ ا َجْ ُ ْَ  َجْ ُ ْَ َ و ْ ُ هَ و ْِ  ُ آ ٍبََ  َنُ ِ ْ َ  …  “…Dan tatkala (Nabi ‘Isâ) dalam keadaan demikian, maka Allah mewahyukan kepada (Nabi) ‘Isâ, “Sesungguhnya Aku akan mengeluarkan sekelompok hamba yang tiada tangan (baca:kekuatan) bagi seorangpun untuk memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba- Kuberlindung ke (bukit) Thûr.” Kemudian Allah mengeluarkan Ya`jûj dan Ma`jûj, dan merekaturun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi….” (HR. Muslim no. 2937 dan IbnuMajah no. 4075).Perhatikan hadits ini, tatkala kekuatan Nabi ‘Isâ ‘alaissalâm dan kaum muslimin yang

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Maharesi Hefri liked this
Anizt Aika liked this
Onky Anggara liked this
Rio Febrian liked this
dstaar liked this
hel_vince liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->